15.3.17

Klappertaart Jarak Jauh



Oh my, ternyata utang saya dengan blog ini sudah banyak banget. Foto-foto menumpuk dan berbagai cerita dapur terus datang dan pergi tanpa sempat diposting. Maafkan saya ya. Sebagai penebus dosa, saya mulai dari posting yang tertunda, klappertaart yang sesungguhnya dibuat hampir satu tahun yang lalu, 29 Juni 2016 di Melbourne.

Ceritanya saat itu saya dan suami diundang makan malam oleh supervisor suami dan saya membawa klappertaart ini sebagai hidangan penutup untuk disantap bersama. Demi hasil yang optimal, jelaslah saya mau pakai resep yang sudah pasti teruji saja karena mengolah kue mengharuskan ketundukan pemasak pada takaran resep. Sementara itu, tak semua yang disodorkan google bisa kau percaya, kawan. Yang paling aman, saya mengontak Inggried.

15.9.16

Super Fudgy Brownies (No Mixer!)


Beberapa hari lalu, menjelang tidur, Aga bertanya, "Ibu, kapan bikin kue coklat?". Kue coklat yang dimaksudnya adalah brownies. Sudah lama memang enggak bikinin dia brownies. Biasanya, saya bikin brownies kukus pisang. Dan beberapa kali brownies panggang.

Niat sudah kuat, tapi baru hari ini dieksekusi. Kadang, bahan sudah siap semua, pas selancar lihat resep-resep, yang dieksekusi malah lain lagi. Hahaha!

Berhubung tadi malam si Aga ngingetin lagi, "Aga pengen kue coklat Ibu". Jadilah niat banget harus eksekusi hari ini. 

Selancar sana-sini, cari resep yang gampang dan kalau bisa enggak perlu keluarin "alat perang" seabreg-abreg. Akhirnya, nemu resep dari blog-nya Mbak Ricke. 

Super Fudgy Brownies. Wah, tampak menggoda, dan tanpa mikser pula! Langsung eksekusi :)


Menurut si Mbak Ricke, resep ini berasal dari website Martha Stewart. Testimoni saya: sangat recommended buat dicoba!

15.8.16

Roti Isi Abon (Dengan Resep Killer Soft Bread)

Masih kreasi dengan resep Killer Soft Bread. Malam minggu kemarin, si Aga tidur agak malam karena kelamaan tidur siang. Akhirnya diajak ke dapur, bikin roti. Dia bantu2 timbang tepung dan memasukkan tepung saat mengadon.

Ini penampakannya... :) 


Setengah adonan saya bikin Chocomaltine Bread Rolls (udah 3 kali bikin yang ini, nagih, hehe) dan setengah lagi dibikin Roti Isi Abon (dapat 6 cup).

Mungkin kalau 1 resep adonan dibikin roti isi semua, bisa dapat 12 cup.


Bikinnya relatif mudah kok, kalau susah saya juga males, hahahaha..

14.8.16

Chocomaltine Bread Rolls (Dengan Resep Killer Soft Bread)

Kali kesekian mencoba resep Killer Soft Bread. Dan kali ini saya bikin Bread Rolls dengan isian chocomaltine. Kebetulan punya stok selai coklat crunchy lumayan banyak. Dan enak lo, silakan coba!

CHOCOMALTINE BREAD ROLLS

Bahan:
260 gram tepung terigu protein tinggi
30 gram gula
3 gram ragi instant
30 gram butter
1 butir telur+susu cair (berat 160 gram)
Sedikit garam

Isian:
Selai chocomaltine

Cara:
1. Campur telur dan air. Saya menggunakan mikser dgn kecepatan sedang. Asal tercampur rata.
2. Masukkan campuran terigu, gula, dan ragi instant, aduk rata.
3. Uleni hingga kalis (jika menggunakan tangan) atau jika menggunakan mikser biarkan terus mengaduk hingga kalis. Tambahkan butter dan garam. Uleni/aduk lagi hingga kalis elastis.
3. Gilas adonan berbentuk persegi panjang. Oles dengan selai chocomaltine. Gulung, potong 12 bagian.
4. Letakkan/tata dalam pinggan tahan panas atau loyang yang sudah dioles minyak atau margarine.
5. Biarkan hingga adonan meninggi.
6. Panggang dengan suhu 170 derajat selama sekitar 30 menit.
7. Setelah matang, keluarkan dari oven.
8. Siap dinikmati

Note:
Adonan saya uleni dengan menggunakan mikser kecepatan sedang selama 40-45 menit

30.6.16

Killer Soft Bread

Nothing says HOME like the smell of BAKING...


Wangi butter semerbak memenuhi segala sudut rumah, siang itu. Saya dan Aga sih seneng-seneng aja, bahkan tak sabar menunggu si roti yang sedang dioven matang. Tapi, bagi papanya yang sedang puasa, harus puas mencium semerbaknya dan menunggu saat bedug tiba, hehe...

Yes, ini kali ketiga saya belajar bikin roti. Killer Soft Bread. Beberapa bulan terakhir, roti ini lagi jadi primadona banget di IG. Saat awal nge-hits, saya lagi hamil gede, jadi keinginan eksekusi ditunda karena ruang gerak terbatas dan harus bedrest saat itu.

Baru sekarang kesampean. Itupun kejar-kejaran dengan waktu, sebelum anak-anak bangun dan riweh ini itu. Kebetulan, kemaren saya jadwal macul siang. Waktu pagi buta pun bisa dimanfaatkan buat ngulen adonan.

Beneran deh, ini roti simpel banget bahan dan cara bikinnya. Saya ngulenin ga sampe bener-bener elastis, tapi hasil dan rasanya memuaskan. Lagi ngulenin, si Ghia bangun, jadi ulen-mengulen saya akhiri. Langsung proofing aja. Dan step yang saya lakukan ga seperti resep asli, karena sikon dadakan tadi, hehe...

Gitu mateng, si Aga yang sejak itu roti masuk oven udah heboh sendiri, jadi excited banget. Langsung nyomot 1 cup, dan habis dalam sekejap. Senangnya!

Oya, 1 resep adonan ini saya bagi 8 bagian. Enam ditata di loyang loaf, dua lagi saya tempatkan di cup untuk si Aga. Yuk dicoba...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...