15.8.16

Roti Isi Abon (Dengan Resep Killer Soft Bread)

Masih kreasi dengan resep Killer Soft Bread. Malam minggu kemarin, si Aga tidur agak malam karena kelamaan tidur siang. Akhirnya diajak ke dapur, bikin roti. Dia bantu2 timbang tepung dan memasukkan tepung saat mengadon.

Setengah adonan saya bikin Chocomaltine Bread Rolls (udah 3 kali bikin yang ini, nagih, hehe) dan setengah lagi dibikin Roti Isi Abon (dapat 6 cup). Mgkin kalau 1 resep adonan dibikin roti isi semua, bisa dapat 12 cup.

Bikinnya relatif mudah kok, kalau susah saya juga males, hahahaha

ROTI ISI ABON

Bahan:
260 gram tepung terigu protein tinggi
30 gram gula
3 gram ragi instant
30 gram butter
1 butir telur+susu cair (berat 160 gram)
Sedikit garam

Isian:
Abon

Olesan: Kuning telur atau margarine (saya kuning telur)

Cara:
1. Campur telur dan air. Saya menggunakan mikser dgn kecepatan sedang. Asal tercampur rata.
2. Masukkan campuran terigu, gula, dan ragi instant, aduk rata.
3. Uleni hingga kalis (jika menggunakan tangan) atau jika menggunakan mikser biarkan terus mengaduk hingga kalis. Tambahkan butter dan garam. Uleni/aduk lagi hingga kalis elastis.
3. Bagi adonan dengan besaran sesuai selera. Pipihkan, isi abon, tutup (bulatkan)
4. Letakkan/tata dalam pinggan tahan panas atau loyang yang sudah dioles minyak atau margarine.
5. Biarkan hingga adonan meninggi. Oles dengan bahan olesan.
6. Panggang dengan suhu 170 derajat selama sekitar 30 menit.
7. Setelah matang, keluarkan dari oven. Oles atasnya dengan margarine, taburi abon.
8. Siap dinikmati

Note:
Saya juga menguleninya menggunakan mikser kecepatan sedang dengan waktu sekitar 40 menit.

14.8.16

Chocomaltine Bread Rolls (Dengan Resep Killer Soft Bread)

Kali kesekian mencoba resep Killer Soft Bread. Dan kali ini saya bikin Bread Rolls dengan isian chocomaltine. Kebetulan punya stok selai coklat crunchy lumayan banyak. Dan enak lo, silakan coba!

CHOCOMALTINE BREAD ROLLS

Bahan:
260 gram tepung terigu protein tinggi
30 gram gula
3 gram ragi instant
30 gram butter
1 butir telur+susu cair (berat 160 gram)
Sedikit garam

Isian:
Selai chocomaltine

Cara:
1. Campur telur dan air. Saya menggunakan mikser dgn kecepatan sedang. Asal tercampur rata.
2. Masukkan campuran terigu, gula, dan ragi instant, aduk rata.
3. Uleni hingga kalis (jika menggunakan tangan) atau jika menggunakan mikser biarkan terus mengaduk hingga kalis. Tambahkan butter dan garam. Uleni/aduk lagi hingga kalis elastis.
3. Gilas adonan berbentuk persegi panjang. Oles dengan selai chocomaltine. Gulung, potong 12 bagian.
4. Letakkan/tata dalam pinggan tahan panas atau loyang yang sudah dioles minyak atau margarine.
5. Biarkan hingga adonan meninggi.
6. Panggang dengan suhu 170 derajat selama sekitar 30 menit.
7. Setelah matang, keluarkan dari oven.
8. Siap dinikmati

Note:
Adonan saya uleni dengan menggunakan mikser kecepatan sedang selama 40-45 menit

30.6.16

Killer Soft Bread

Nothing says HOME like the smell of BAKING...


Wangi butter semerbak memenuhi segala sudut rumah, siang itu. Saya dan Aga sih seneng-seneng aja, bahkan tak sabar menunggu si roti yang sedang dioven matang. Tapi, bagi papanya yang sedang puasa, harus puas mencium semerbaknya dan menunggu saat bedug tiba, hehe...

Yes, ini kali ketiga saya belajar bikin roti. Killer Soft Bread. Beberapa bulan terakhir, roti ini lagi jadi primadona banget di IG. Saat awal nge-hits, saya lagi hamil gede, jadi keinginan eksekusi ditunda karena ruang gerak terbatas dan harus bedrest saat itu.

Baru sekarang kesampean. Itupun kejar-kejaran dengan waktu, sebelum anak-anak bangun dan riweh ini itu. Kebetulan, kemaren saya jadwal macul siang. Waktu pagi buta pun bisa dimanfaatkan buat ngulen adonan.

Beneran deh, ini roti simpel banget bahan dan cara bikinnya. Saya ngulenin ga sampe bener-bener elastis, tapi hasil dan rasanya memuaskan. Lagi ngulenin, si Ghia bangun, jadi ulen-mengulen saya akhiri. Langsung proofing aja. Dan step yang saya lakukan ga seperti resep asli, karena sikon dadakan tadi, hehe...

Gitu mateng, si Aga yang sejak itu roti masuk oven udah heboh sendiri, jadi excited banget. Langsung nyomot 1 cup, dan habis dalam sekejap. Senangnya!

Oya, 1 resep adonan ini saya bagi 8 bagian. Enam ditata di loyang loaf, dua lagi saya tempatkan di cup untuk si Aga. Yuk dicoba...

28.6.16

Puding Roti

Happiness is... warm bread, fresh from the oven...


Lagi-lagi ini bagian dari penyelamatan roti tawar. Jadi, suatu saat saya dan papanya Aga sama-sama beli roti tawar saat pulang dari supermarket. Dua bungkus roti tawar dengan tanggal expired hanya berselang sehari, agak bingung juga bagaimana menghabiskannya. Saat bulan puasa pula. Walaupun, yang puasa hanya papanya Aga :D

Akhirnya, yang sebungkus (tepatnya tersisa 8 lembar), saya bikin puding roti ini aja. Sekaligus memanfaatkan yang ada. Kalau biasanya pakai susu, saya pakai santan, kebetulan ada lebihan santan dari Kare. Dan hasilnya, lebih lemak! Atasnya saya kasih topping mozarella. Yummy!


24.6.16

Nugget Tempe

Cinta dalam sepotong tempe...


Cinta dalam sepotong tempe. Iya. Anak sulung saya, Aga, doyan banget apapun asal tempe. Sejak masih MPASI, tempe jadi bahan makanan yang lumayan sering saya oprek-oprek. Alasannya, karena si bocah doyan banget. Kalau lauknya tempe, makannya pasti lahap. Entah cuma digoreng, dibacem, disemur, atau dibikin nugget gini. 

Sebelumnya, udah pernah bikin. Tapi, mangkrak lama di folder, dan sekarang lupa nyimpan file dokumentasinya di mana -_-

Nah, kali ini bikin lagi karena memanfaatkan bahan-bahan yang ada di kulkas, bikin variasi lauk, sekalian simpanan lauk. Enggak cuma buat Aga dong, buat saya dan papanya juga. 

Bikin nugget ini juga kilat banget. Abis subuh, langsung mengeksekusinya sekitar setengah jam, karena saya kebagian piket ngedit pagi, saat itu. 

Nugget ga pake ribet, dan bisa jadi amunisi saat ga punya waktu banyak buat ndapur. Saat akan disantap tinggal goreng. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...