21.2.10

Tantangan “Tahu, Tempe dan Ikan”…

Katanya, hidup tak berwarna tanpa tantangan. Begitu juga dalam memasak. Butuh tantanganlah, biar semangat…hehe…Saya dan Pika sepakat, tantangan itu jangan yang susah-susah. Secara, kita masih amatiran. Punya dapur masih mini banget. Punya waktu juga terbatas…(ngeles.com). Tak apalah berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian, bermudah-mudah dahulu sulit kemudian…Ini prinsip paling pas kayanya kalo mau mahir memasak.

Lalu, apa tantangannya? Yap! Kami udah deal, banyak-banyakan mengolah masakan berbahan dasar TAHU, TEMPE dan IKAN. Tadinya sih, cuma tahu ama tempe aja. Tapi, Pika usul tambah ikan. Bener juga sih, kasian suami cuma dikasih lauk tahu-tempe…wakakaka…walaupun, dua lauk itu selama ini memang andalan banget dan sehat juga kan? Lagian, ini cerita konyol sebenarnya. Akhir tahun lalu, saya tugas liputan ke 3 negara di Eropa. Pas musim dingin. Saat bengong, jujur sejujur2nya, saya terbayang tahu goreng abang2 yang suka di bis ama terminal, yang suka teriak “tararahuuuu”….hmm, membayangkan dingin2 makan tahu sumedang pake cabe rawit…rasanya saat itu baru merasakan, betapa beruntungnya tinggal di Indonesia, hehe…Akhirnya, pas di Kopenhagen, ketemu Restoran Bali yang dikelola orang Singapura, saya menyempatkan mampir. Mencari-cari menu tahu. Finally, menemukan menu “Tahu Goreng” dengan harga yang dirupiahkan 110 ribu, tahunya cuma sebegitu doang, hehe..padahal, kalo beli Tahu Bandung abang2 keliling, 5 ribu dapet 10 plus bonus satu… ^_^

Balik lagi ke tantangan yaa…Kenapa tahu, tempe, ikan…Alasannya simpel aja sih. Ngolahnya gampang, sarat gizi, trus ga bikin cekak uang belanja, hahaha…Kalo saya sih jujur aja, di kulkas selalu sedia tahu dan tempe. Maklumlah, belanja tiap hari di abang-abang tukang sayur keliling. Cuma dua lauk itu yang saya percaya fresh buatan hari itu..hehe..Ikan, sesekali. Itu pun yang gampang ngolahnya, ga pake ribet mbersihin, dll. Pernah sekali berburu ikan dan cumi ke Muara Karang, seger2 tapi jauhnya itu loo…Kalo ke hyper market gt, males parkirnya..lebih menyenangkan belanja di pasar tradisional J
Sejak deal dengan tantangan itu, otak saya berputar juga. Berpikir, kreasi apa yang bisa dibuat dari tahu-tempe dan ikan. Selama ini, TAHU paling diGORENG, diSEMUR, diSAMBEL, atau diMASAK PUTIH dengan daun bawang. TEMPE, standar lah GORENG TEPUNG, diPENYET ala Mbok Inggit, diSAMBEL. Kalo ikan, jujur aja ni, lebih sering beli matengan, hehe…kalo yang diolah sendiri paling TONGKOL yang udah siap goreng, trus diSAMBEL. Pernah goreng ikan, ribet, suka hancur juga pas digoreng. Ohya, ada andalan saya : PERKEDEL TUNA (thanks to Winda for the recipe :))…
Dengan tantangan ini, at least, saya bisa mikir lah untuk mengkreasi biar resepnya ga standar-standar aja dan membuat Anda enggak SIA-SIA datang ke DAPURDUAISTRI ini …haha…
Sebenarnya, pas nonton JULIE & JULIA, saya gemes juga liat kalkun (atau ayam broiler ya?) yang diolah JULIE ama JULIA. Yang bagian mengikat2 badan ayam itu lo, trus dipanggang…tampak sedaaappp…Tapi kayanya susyeee yaa…hehehe…
Ah sudah lah, mari memasak saja! Dan nantikan kejutannya…
ING

1 comment:

  1. nggit, tambah lagi... olahan sayur! murah meriah tur menyehatkan. hehehe^))

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...