16.4.10

mpok pike belajar masak nasi uduk

semasa masih lajang, masih nguli jadi wartawan, dan masih males masak, menu sarapan pagi saya dua tahun lalu nggak pernah jauh-jauh dari nasi uduk. selain murah meriah dan mengenyangkan (karena mengandung santan), nasi uduk sudah cukup enak meski lauknya cuma kerupuk saja (kerupuk kok lauk???). penjual nasi uduk di tempat tinggal saya dulu pun cukup banyak, asal nggak lewat jam 06.30 WIB, biasanya pasti kebagian.

nah sekarang, setelah menikah dan menghuni kontrakan yang agak terisolasi dari makanan enak dan murah, mau nggak mau hasrat nguduk ini mesti ditahan-tahan. kalau udah tak tertahankan, yah berarti mesti bikin sendiri dengan mengandalkan sms resep dari ibu saya. waktu dan tenaga buat jalan atau ngangkot memburu nasi uduk kan sama aja dengan masak sendiri. lagipula, bahan-bahannya toh sudah ada di kulkas dan dapur saya.



santan, tinggal marut kelapa sisa bikin santan untuk bubur kacang hijau kemarin. bumbu dapur juga sudah tersedia karena setiap belanja mingguan, saya selalu membeli empon-empon lengkap. jadi, tinggal mengolah saja dengan bantuan magic-com si penanak nasi.


tiga perempat butir kelapa ukuran kecil diparut, diambil santannya dengan takaran air yang sama dengan air yang kita pakai untuk memasak nasi. lebih kental lebih baek. kalau sudah, santannya direbus, diaduk-aduk dan diberi garam, masak sampai mendidih dan sisihkan.



setelah beras dicuci, nggak usah dikasih air lagi ya. langsung saja tuangkan santan dengan takaran yang sama dengan air buat masak itu, tambahkan sedikit lada bubuk, sereh dan sedikit jahe yang sudah dimemarkan, serta daun salam. tinggal nyalakan magic-com, tunggu sampai mateng sendiri.  



voila! kalau sudah matang, siapkan bawang goreng untuk taburannya. lalu sambel kacang (atau bisa diganti dengan sambel kemiri) biar makannya makin napsu. kalau lauk pelengkapnya sih, saya mah krupuk aja sudah cukup. cuma pas bikin nasi uduk ini, kebetulan lagi agak makmur jadi bisa ditemani sama soto ayam dan ayam bumbu bacem yang resepnya menyusul yaa... hehehe...


psst, sebenarnya nasi uduk di foto ini kurang sukses karena kebanyakan santan (salah takaran ternyata, hehe), jadinya kurang kering deh. yah namanya juga pengalaman pertama belajar masak nasi uduk. untung saja, cak dopir (suami saya) selalu memakan apa yang saya masak, jadinya itu nasi habis juga tanpa sisa. hehehe... senangnya punya suami pemakan segala. hahaha *piss cak...

.

3 comments:

  1. bacanya sampe ngiler2 bu', pasti enak..hehe

    ReplyDelete
  2. hehe, belum sampai taraf enak yang enak beneran sih pak. baru 'enak untuk orang lapar', hehe... namanya juga pemula:-)

    ReplyDelete
  3. salam buat cak dopir...hehe

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...