30.5.10

Oh…Oh…I Love You, TEMPE!



Ada apa dengan Tempe? Ini dia ceritanya....


Minggu pagi ini, sengaja mengajak jalan misua a.k.a Wak Arie. Biasanya, minggu pagi saatnya bangun siang. Tapi tidak untuk minggu ini. Sabtu malam, tiba-tiba pengen belanja di pasar sambil sarapan lontong Padang yang warungnya enggak jauh dari pasar. Kebetulan, kulkas lagi kosong. Cabe, tomat sama sekali enggak punya stok. Bawang juga. Lauk pauk juga. Beberapa hari ini, Kang Sayur yang biasa lewat di depan rumah, selalu mangkal dengan gerobaknya yang udah kosong. Bikin kesel.
Sampai di pasar, olala…enggak nyangka, ternyata harga-harga luar biasa tingginya. UDah lama memang enggak belanja di pasar. Kalau tak sempat ke pasar pagi-pagi, saya atau Wak Arie biasanya suka belanja di sepanjang Jalan Palmerah pas malam hari. Jam 8 malam biasanya sudah pada mangkal. Tapi, sebulan terakhir, aktivitas berdua memang lagi hectic. Udah capek duluan untuk masak atau sekedar belanja buat stok.
Oke, kembali ke soal harga, saya kaget, pas tau, ternyata cabe merah sudah menyentuh 18.000 rupiah per kilo. Tomat masih lumayan, walau menurut saya masih mahal : 8.000/kg (normalnya, bisa 4.000 atau 5.000). Bawang Merah juga, 15.000/kg. Bawang Putih enggak jauh beda, per bonggolnya 1.500. “memang lagi naik semua mbak,” kata Mbok Dhe yang jualan.
Tetep dibeli juga. Namanya butuh. Tapi enggak banyak2, paling ¼ kg saja masing-masingnya. Stok sayur, saya memilih yang bisa dimasak beberapa kali dan lumayan awet. Murah dan sehat. Wortel, Cuma 4.000/kg. Beli ½ kg juga udah banyak banget. Kembang kol juga lagi mahal. Satu buletan kecil, bisa 5.000. BErhubung pengen masak capcay, ya bungkus aja dah. Campurannya, jamur kuping sudah menanti di rumah.
Saatnya berburu lauk buat simpenan. Sebulan setengah yang lalu, dapet beli ayam muda, kecil tapi berdaging Cuma 14.000 per ekor. HAri ini, enggak ada lagi. Enggak dapet juga yang harga segitu. Ayam per kilonya 24.000, setelah ditawar-tawar, dapet juga 22.000 bener-bener satu ekor. Lumayan. Nanya ikan, oh no…diatas 25.000 semua! Bukan karena harga juga, tapi saya agak kurang pintar mengolah ikan. Daripada beli mahal-mahal dan eksperimen gagal, mending enggak usah. Hahahaha…enggak mau rugi!!
Akhirnya mampir ke Kang Tempe. Berapa mas? “Masih 2.000, Mbak,” kata Kang Tempe langganan. 
“Wah, harganya enggak naik-naik ya,” kata saya.
“Kalo harga tempe juga naik, kasian Mbak, mau cari pelarian lauk apa,” ujar Kang Tempe lagi.
Hahaha…saya ketawa saja. Dalam hati, bagi saya, tempe bukan “lauk pelarian” kok, Mas…malah selalu ada di kulkas. Biasanya, tempe batangan bungkus daun itu, saya masukin lagi ke plastic makanan yang bening. Biar lebih awet. Pas mau diolah, baru dipotong2 dan sreng2 ;)..Biar murah, tempe mengandung manfaat yang oke. Setidaknya, dari sejumlah penelitian menunjukkan begitu. Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh manusia. Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.
Lebih lengkapnya, manfaat tempe, ni dia : 


1. Protein yang terdapat dalam tempe sangat tinggi, mudah dicerna sehingga baik untuk mengatasi diare.
2. Mengandung zat besi, flafoid yang bersifat antioksidan sehingga menurunkan tekanan darah.
3. Mengandung superoksida desmutase yang dapat mengendalikan radikal bebas, baik bagi penderita jantung.
4. Penanggulangan anemia. Anemi ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin karena kurang tersedianya zat besi (Fe), tembaga (Cu), Seng (Zn), protein, asam folat dan vitamin B12, di mana unsur-unsur tersebut terkandung dalam tempe.
5. Anti infeksi. Hasil survey menunjukkan bahwa tempe mengandung senyawa anti bakteri yang diproduksi oleh karang tempe (R. Oligosporus) merupakan antibiotika yang bermanfaat meminimalkan kejadian infeksi.
6. Daya hipokolesterol. Kandungan asam lemak jenuh ganda pada tempe bersifat dapat menurunkan kadar kolesterol.
7. Memiliki sifat anti oksidan, menolak kanker.
8. Mencegah masalah gizi ganda (akibat kekurangan dan kelebihan gizi) beserta berbagai penyakit yang menyertainya, baik infeksi maupun degeneratif.
9. Mencegah timbulnya hipertensi.
10. Kandungan kalsiumnya yang tinggi, tempe dapat mencegah osteoporosis.

Di tengah harga segala macam kebutuhan yang melambung tinggi, sepertinya memang perlu bijak mengatur menu makanan. Bukan pelit lo yaa…Tapi, memilih jenis makanan yang kandungan gizinya tinggi dan harga bersahabat. So, uang belanjanya kan bisa buat nambah2 beli susu, keju dan makanan lainnya…hehehe
Love You, Tempe!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...