2.5.10

pindang bandeng? jangan kuning? asam pade?



kenangan apa yang pernah diberikan bandeng? kenangan saya akan bandeng melulu jelek. yang paling sering adalah keselek durinya.

beberapa hari yang lalu, saat saya bosan masak ikan laut, si bandeng ini saya lirik juga akhirnya.bingung mau dimasak apa, ibu saya menyarankan saya masak pindang bandeng atau suami saya bilang jangan (sayur) kuning karena kuahnya kekuningan. bumbunya tidak merepotkan, tinggal iris-iris saja zonder mengulek.



-bawang merah
-bawang putih
-cabe merah
-cabe rawit
-kunyit, dimemarkan lalu dibakar sebentar
-jahe juga dimemarkan dan dibakar sebentar
-asam jawa
-gula merah
-daun salam
-daun jeruk
-kecap
-garam dan gula pasir

takarannya? dikira-kira sendiri saja ya. hehehe...

kalau soal mengolahnya sih mudah saja, didihkan air setengah panci, lalu masukkan semua bumbu plus ikan bandeng yang sudah dibersihkan. masalahnya sudah lewat di awal-awal tadi, saat harus membersihkan bandeng yang sisiknya berlompatan mengotori sekujur tubuh saya *hiperbolis* dan saat membersihkan jeroan perut bandeng yang lebih riweuh dibandingkan dengan ikan laut. tapi kalau sudah matang, apalagi kalau dimakannya keesokan harinya, makanan ini suegerrrr bangettt... rasa asem-asemnya, pedes-pedesnya. saya jadi ngerasa seperti makan sayur asam pade, si asam pedas. apa sajalah namanya, yang penting enak rasanya...


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...