7.5.10

Si Merah


Kandungan karbohidrat dalam beras merah lebih rendah daripada beras putih (78,9 gr : 75,7 gr), tetapi nilai energi yang dihasilkan beras merah justru di atas beras putih (349 kal : 353 kal). Oleh karena itu nasi beras merah seringkali direkomendasikan sebagai bahan makanan yang baik untuk menurunkan berat badan.
 
Tepatnya sejak menikah dengan Wak Arie, saya mulai mengakrabi nasi merah alias si merah. Ya, sekitar 1,5 tahun ini lah, rice cooker di rumah harus memasak si merah ini. Alasannya? Katanya sih, si merah lebih menyehatkan dan mengandung kadar gula yang lebih rendah dibandingkan dengan nasi putih. Ini penting, mengingat Wak Arie memang sangat mempunyai bakat badannya cepat membesar :p
Saya pun mencari tahu, apa sih khasiat bin manfaat si merah? Ini hasil penelusuran yang saya dapat dari situs Tempo Interaktif. Intinya seperti inilah…Beras itu, ketika dipanen masih tertutup kulit sekam, juga dibungkus kulit dalam alias kulit ari. Bulir padi yang dipanen, kemudian melalui pengeringan dan perontokan, pemecahan kulit dan penggilingan. Nasi yang kita makan, umumnya berasal dari beras yang telah digiling. Penggilingan bulir padi menghasilkan beras yang bersih tanpa kulit ari. Pengelupasan ini membuat beras menjadi pulen setelah dimasak, namun menghilangkan sebagian gizi yang terkandung di dalam beras.

Nahhh….Beras merah umumnya diolah dengan ditumbuk atau dipecah kulitnya. Hal ini membuat kulit arinya yang berwarna merah masih utuh. Pada kulit arinya inilah terdapat kandungan protein, vitamin, mineral, lemak dan serat yang sangat penting bagi tubuh.

Kandungan serat yang tinggi dalam beras merah tak hanya mengenyangkan, tetapi juga dapat menurunkan kolesterol darah. Lemak yang terkandung dalam beras merah adalah lemak esensial yang baik untuk perkembangan otak, maka sangat dianjurkan untuk diberikan pada bayi (diatas 6 bulan) dan anak-anak.

Menurut banyak penelitian, kandungan zat besi, vitamin dan mineral dalam beras merah jauh lebih unggul daripada beras putih. Beras merah juga mengandung tiamin yang berfungsi menjaga metabolisme energi. Kekurangan tiamin bisa mengganggu sistem saraf dan jantung yang bisa berlanjut pada penyakit beri-beri.

Kandungan karbohidrat dalam beras merah lebih rendah daripada beras putih (78,9 gr : 75,7 gr), tetapi nilai energi yang dihasilkan beras merah justru di atas beras putih (349 kal : 353 kal). Oleh karena itu nasi beras merah seringkali direkomendasikan sebagai bahan makanan yang baik untuk menurunkan berat badan.

Tapi, harus hati-hati. Katanya, ada beras yang merahnya asli, ada juga yang dikasih pewarna. Kalau saya, amannya beli di super market saja, yang sudah kemasan 5-kiloan…hehe…
Kesan Pertama dengan Si Merah
Awalnya, agak aneh merasakan si merah yang cenderung lebih padat dibandingkan nasi putih dan rasanya sedikit lebih hambar. Kalau nasi putih kan masih ada sedikit rasa manisnya. Ini enggak. Tapi lama kelamaan terbiasa kok. Hanya, nasi merah agak kurang mantap kalau dimakan dengan lauk yang berkuah. Lebih enak kalau yang agak kering2 gitu lah…
 Inilah menu makanan bersama si merah...

 Kalau ini, menunya Wak Arie...still with red rice :)
Anehnya, dalam keterangan referensi, nasi merah cenderung lebih mengenyangkan sehingga cocok buat yang mau nurunin berat badan. Nah, ini tak berlaku buat saya. Dalam amatan pribadi, porsi makan saya lebih banyak jika dengan nasi merah, dibandingkan pas makan dengan nasi putih…hahahaha…entahlah…tapi, badan tetap segini-gini aja…Bahkan, niat menguruskan suami dengan menyuguhinya nasi merah, ternyata tak berhasil…Dia semakin besar dari hari ke hari… :p
Saya pikir, tak apalah…Yang penting sehat!
Palmerah, 7 Mei 2010

1 comment:

  1. hahahahaha...jadi dengan cara apa lagi, suamimu bisa kurus Ing?:-D

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...