16.8.10

menu minimalis 1: perkedel kentang

...saya rindu dapur, tapi sedang enggan masak yang ribet-ribet....


sebelumnya saya mau minta maap dulu: maap! maap! maap! nyaris dua bulan saya tidak posting blog. bukan maksud hati mau mengabaikan dapurduaistri, sebenarnya buaaanyaak sekali cerita dapur yang ingin saya tuliskan. tapi bulan Juni-Juli adalah ‘masa kritis’ karena saya yang saat itu sedang hamil tua dikejar deadline sidang tesis dan tetek bengek syarat kelulusan. setelah urusan kuliah beres, hadirlah si kecil yang menyita waktu saya dari pagi ke siang ke sore ke malam ke pagi lagi dan seterusnya. saya sudah mengungsi ke rumah orang tua agar tak keteteran mengurus anak, tapi tetap saja waktu 24 jam dalam sehari terasa kurang (maklum tiap malam begadang). anehnya, meski badan capek luar biasa tapi segala linu itu langsung hilang kalau sudah menciumi si kecil yang kini sudah bernama: Aqil.


aqil, malaikat kecil saya. montok ya? hehehe.. *numpang mejeng*


selama meninggalkan kontrakan dan mengungsi ke rumah orang tua, saya jadi agak malas masak. maklumlah, minder sama ibu saya yang guru masak utama saya, hehehe. tapi kemarin, gara-gara ibu saya keasikan belanja ke tanah abang, dan ada tiga laki-laki yang berpuasa di rumah saya (bapak, adik, suami) yang mesti disiapkan menu berbuka, mau nggak mau saya harus kembali ke dapur. oh ralat, saya memang rindu dapur kok, cuma kena penyakit malas itu jadi ogah-ogahan. hehehe... ngeles banget.

diam-diam saya agak ragu juga nih, apa tangan saya masih lincah mengolah bumbu atau sudah kagok ya? rasanya kok sudah lama sekali saya tidak berkutat di dapur. baiklah, supaya tidak terlalu berisiko, maka saya masak yang gampang-gampang saja, yang bumbunya minimalis dan kalau salah olah bisa direkayasa lagi, hehehe... pilihan saya adalah perkedel kentang.



bahan utamanya sudah pasti kentang. bumbunya, cuma bawang putih dan lada dan garam yang diulek halus. irisan daun seledri hukumnya sunah, kalau ada bisa dipakai, kalau nggak ada ya sudah. bahan campuran yang wajib tersedia adalah telur yang fungsinya merekatkan adonan dan tentu saja menambah sedap.

ada berbagai versi mengolah perkedel kentang. ada yang kentangnya direbus dulu, tapi ada juga yang digoreng. kalau saya lebih suka kentangnya digoreng terlebih dulu, lebih crunchy rasanya. setelah digoreng, tinggal dihaluskan dengan menguleknya, lalu masukkan bumbu yang sudah dihaluskan plus telurnya. aduk rata dan siap digoreng deh.



ohya, sebenarnya adonan kentang berbumbu (tapi tanpa telur) sudah enak dimakan loh. kami biasa menyebutnya puree kentang, entah penamaannya benar atau tidak. kalau untuk puree yang biasa dibikin ibu saya ini, kentangnya direbus lalu diulek, dicampur dengan bumbu bawang putih dan lada, diaduk rata. selanjutnya, siapkan irisan bawang merah dan goreng dengan sedikit minyak sampai kecoklatan lalu masukkan adonan kentang. loh kok jadi ganti resep ya? hehehe... pokoknya kentang ini bisa diakal-akali saat kepepet. dengan bumbu yang sama dan eksperimen sana sini, kentang yang status aslinya sumber karbohidrat bisa disulap jadi lauk pendamping nasi. hehehe...

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...