24.9.10

tahu telor mumpung sempat

hari-hari bersama si kecil yang lagi lucu-lucunya menjadikan dapur saya sedikit terabaikan dengan eksperimen-eksperimen masakan. begini ilustrasinya: saya baru saja mengupas bawang, "oeeekkk..." si kecil popoknya basah lagi. atau semua bahan sudah saya siapkan, tinggal memasaknya, tapi... "oeeekkk..." si kecil kehausan. walhasil, menu sehari-hari pun menjadi standar saja: sayur bening atau sayur asam, plus ikan cuek goreng atau tempe mendoan. benar-benar masakan yang sangat 'mudah bukan' -dan kadang terasa membosankan :(

tapi untunglah ada juga saat 'mumpung sempat' yang bisa membuat saya akhirnya bisa memasak tahu telor dan mengunggah ceritanya dalam blog ini. saat 'mumpung sempat' berarti saat ketika suami saya sedang memiliki waktu luang di rumah dan menjadi asisten saya untuk mengganti dan mencuci popok, atau mengeloni si kecil. hanya satu saja yang tak bisa digantikan olehnya: menyusui. hehehe...

 

12.9.10

ngelmu pentol


seorang kawan yang penggemar bakso pernah berkata pada saya, kalau saja kita tahu langsung pembuatan bakso, bisa-bisa kita akan ogah makan bakso. pendapat teman saya itu ada benarnya juga. kita memang tidak kenal betul tangan pembuatnya. tapi kalau bakso sudah tampil di atas mangkok dengan kuah mengepul beserta pelengkapnya, siapa perlu berpikir panjang dari mana muasal si bakso? apakah dari daging sapi atau dari seekor kucing atau beberapa tikus yang kemarin masih tampak di sekitar rumah kita? apakah tangan si tukang bakso sudah dicuci sebelum meremas-remas adonan bakso? hehehe...

sebelumnya, berjanjilah pada saya bahwa setelah membaca dan melihat gambar-gambar vulgar di posting ini, jangan pernah kapok melahap bakso. sungguh anda termasuk orang-orang yang merugi makanan enak.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...