24.9.10

tahu telor mumpung sempat

hari-hari bersama si kecil yang lagi lucu-lucunya menjadikan dapur saya sedikit terabaikan dengan eksperimen-eksperimen masakan. begini ilustrasinya: saya baru saja mengupas bawang, "oeeekkk..." si kecil popoknya basah lagi. atau semua bahan sudah saya siapkan, tinggal memasaknya, tapi... "oeeekkk..." si kecil kehausan. walhasil, menu sehari-hari pun menjadi standar saja: sayur bening atau sayur asam, plus ikan cuek goreng atau tempe mendoan. benar-benar masakan yang sangat 'mudah bukan' -dan kadang terasa membosankan :(

tapi untunglah ada juga saat 'mumpung sempat' yang bisa membuat saya akhirnya bisa memasak tahu telor dan mengunggah ceritanya dalam blog ini. saat 'mumpung sempat' berarti saat ketika suami saya sedang memiliki waktu luang di rumah dan menjadi asisten saya untuk mengganti dan mencuci popok, atau mengeloni si kecil. hanya satu saja yang tak bisa digantikan olehnya: menyusui. hehehe...

 

kenapa memasak tahu telor? karena membuatnya tak terlalu ribet dan tak terlalu makan waktu, selain itu bahan-bahan dan bumbunya kebetulan sudah ada di dapur saya: tahu, telor, toge, kacang tanah, bawang putih, cabe, gula merah, terasi, kecap, lada bubuk, garam, dan tentu saja bumbu wajibnya yang memberi rasa khas, yaitu petis udang dan petis ikan. bumbu yang terakhir ini tentu akrab di lidah orang jawa timur. selain untuk bumbu rujak cingur, petis juga sedap sebagai sambal cocolan gorengan.

tahu telor, boleh jadi semacam fuyunghai karena tergolong sebagai modifikasi telor dadar, serta terdapat saus sebagai topping-nya.walaupun saus tahu telor yang berupa bumbu kacang jauh berbeda dengan saus fuyunghai, tapi proses membuatnya cukup miriplah, hehehe...



seperti namanya, bahan utamanya adalah tahu dan telor. tahu dipotong-potong bentuk dadu, lalu dicampur dalam telur yang sudah dikocok.



tambahkan lada bubuk dan garam, lalu digoreng.




selanjutnya, siapkan bumbu sausnya dan langsung ulek: kacang tanah yang sudah digoreng, cabe rawit, bawang putih, garam, gula merah, kecap. petisnya ditambahkan paling belakangan dengan komposisi petis ikan lebih banyak daripada petis udangnya.






kalau tahu telor dan sausnya sudah siap, jangan lupakan pelengkapnya si toge rebus. eh, tidak harus direbus sih, dikukus atau dicelup ke air panas saja sudah cukup.



toge rebus/kukus/celup boleh ditaruh di atas atau di bawah tahu telor, selanjutnya tinggal menyiramkan saus dan (waduh saya lupa!) taburkan bawang goreng.




tahu telor kali itu, suami saya komplain rasa petisnya terlalu dominan. maklum deh, saat itu stok petis di kulkas cukup banyak karena dibawakan ibu mertua saya langsung dari porong, sidoarjo. jadinya saya royal menambahkan petis, hehehe...

di jakarta, saya tidak tahu dimana bisa membeli petis. dulu, kalau saya sedang malas bikin sausnya, saya memakai bumbu pecel siap olah. tinggal tambahkan air saja sudah beres. tapi ya itu tadi, tahu telor tanpa saus yang mengandung petis, bukan tahu telor namanya...
*

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...