26.10.10

Judulnya “AYAM LADA HITAM”

Waaa…judul makanannya keren yaa…hahaha…awalnya, membayangkan hasilnya bisa kayak yang di resto-resto itu :D rasanya not bad, walau lebih MIRIP SEMUR, tapi warnanya hitam dan agak pedes…

Ceritanya gini…


17.10.10

Tawar Kering “Setengah Kering”

Harus diakui, barang baru memberi semangat baru!! *dedicated to my classic oven*
Ini cerita tentang kue perdana untuk men-trial oven H*CK baru yang masih “anget” banget jadi penghuni dapur mini saya. Hehe..Judulnya sih “Roti Tawar Kering”.
Resepnya dapet dari sebuah buku camilan ke kering yang saya beli beberapa waktu lalu. Kebetulan, yang ada di rumah bahannya Cuma roti tawar. Untuk “pemanasan” si oven, ga ada salahnya lah, dicoba…

Akhirnyaaa..Oven dan Panci “Jadul” Itu Datang Juga!!



Finally, saya menyusul Jeng Piqa, mendapatkan anugerah oven yang selama ini diimpikan J Tapi, oven saya tak semodern punyanya Jeng Piqa yang mengandalkan listrik. Entah kenapa, saya mendambakan oven klasik alias jadul..oven H*CK!! Oven yang dulu pernah dipunyai ibu saya dan membuat saya terus teringat sampai sekarang : berhasil membuat 13 macam kue lebaran pas masih duduk di kelas 2 SMP!!


Cerita oven
Hari ini, Minggu 17 Oktober, suami saya memang menjanjikan akan merealisasikan keinginan saya punya oven. Sebenarnya, ni oven harganya enggak mahal-mahal amat. Tapi, (lagi-lagi) entah kenapa, kalo enggak ada moment, rasanya kurang lengkap mau beli barang yang diidam-idamkan. Bayangkan, cerita pengen punya oven sudah saya posting sejak bulan Mei lalu. Tapi enggak terbeli-beli juga. Akhirnya, suatu hari, si mas bertanya, “Hadiah ulang tahun mau dikado apa, git?”. Aha, langsung saja saya bilang oven dan panci kukusan!! (cerita panci di bawah yaa..hehe).

15.10.10

ulukeuteuk leunca nan murah meriah


ini dia masakan yang paling murah meriah tapi bikin nambah terus: ulukeuteuk leunca. gimana nggak murah, modalnya nggak sampai lima ribu perak! bahan dasarnya cuma oncom yang sepotongnya lima ratus perak dan leunca yang juga lima ratus perak saja sudah dapat banyak. murah meriah banget kan? cocoklah untuk mengatasi krisis isi kulkas di tanggal tua.

untuk jadi lauk tiga kali makan buat dua orang, saya biasanya memakai dua potong oncom saja. ohya, sudah tahu kan cara memilih oncom yang bagus? soalnya saya pernah beli oncom nyaris busuk dan saya nggak tahu kalau oncom itu sudah beracun. untung saja ketahuan sama ibu saya, kalau enggak, waduh bisa-bisa saya masuk ruang gawat darurat.

12.10.10

daaan... saya pun membuat kue



setelah euforia akibat oven baru hadiah dari Ara yang sempat mangkrak beberapa hari karena tak punya mixer, akhirnya jadilah saya membuat kue juga. tentu saja, kue yang saya bikin adalah kue yang tidak memerlukan mixer. pilihannya jatuh pada kue kacang. saya tidak tahu nama resminya apa, tapi karena kue ini mengandung kacang tanah, jadilah saya sebut saja dengan kue kacang. kue ini mudah ditemui di toko kelontong di sekitar kontrakan saya dulu di daerah ragunan dengan harga satuan lima ratus perak. kue itu juga makanan ngidam saya waktu hamil dulu loh. hampir setiap hari saya beli kue itu, paling sedikit enam buah, dan saya makan sendirian. hehehe...

bersama ibu saya, mulailah saya menyiapkan bahan-bahannya: terigu 1/2 kilogram, gula halus 250 gram, minyak goreng seperempat liter, sedikit garam. lalu mana kacang tanahnya? hehe... karena di kulkas ibu saya tersimpan biji kenari yang cukup banyak, jadilah peran si kacang diganti dengan kenari.

1.10.10

oven baru!! *jingkrak-jingkrak*



saya punya oven! saya punya oven! hehehe, saya lagi seneng banget nih. baru saja mendapat hadiah istimewa dari Ara, sahabat saya dari jaman ababil (hehehe), sampai kuliah meski beda jurusan, sampai jadi wartawan Jawa Pos, dan sekarang dia jadi wartawan The Jakarta Globe.

tentu saja istimewa karena oven adalah impian saya sejak mulai membuka dapurduaistri. bukan cuma saya, tapi juga Inggried. kami sama-sama berpikir, sebuah oven pasti bisa membuat dapur kami jadi lebih semarak. dapur kami bukan hanya diramaikan masakan yang diolah dengan cara digoreng-direbus-dikukus melulu, tetapi juga dipanggang. saya membayangkan akan membuat makaroni panggang dan lasagna. saya juga membayangkan nantinya, isi dapur juga bukan hanya lauk pauk kawan makan nasi, tapi juga kue-kue.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...