1.10.10

oven baru!! *jingkrak-jingkrak*



saya punya oven! saya punya oven! hehehe, saya lagi seneng banget nih. baru saja mendapat hadiah istimewa dari Ara, sahabat saya dari jaman ababil (hehehe), sampai kuliah meski beda jurusan, sampai jadi wartawan Jawa Pos, dan sekarang dia jadi wartawan The Jakarta Globe.

tentu saja istimewa karena oven adalah impian saya sejak mulai membuka dapurduaistri. bukan cuma saya, tapi juga Inggried. kami sama-sama berpikir, sebuah oven pasti bisa membuat dapur kami jadi lebih semarak. dapur kami bukan hanya diramaikan masakan yang diolah dengan cara digoreng-direbus-dikukus melulu, tetapi juga dipanggang. saya membayangkan akan membuat makaroni panggang dan lasagna. saya juga membayangkan nantinya, isi dapur juga bukan hanya lauk pauk kawan makan nasi, tapi juga kue-kue.

maka, betapa beruntungnya saya bisa mendapat kado yang sangat istimewa dari Ara sebagai penebus dosa besarnya pada saya: tak datang pada resepsi pernikahan saya tahun lalu dan tak sempat menengok si kecil Aqil (sungguh tante yang durhaka, hahaha). tentu saja itu dosa becanda-becandaan yang bisa dimaafkan tanpa tebusan apapun. saya yang pernah jadi wartawan tahu persis betapa mahalnya waktu luang. maklumlah, wartawan tak mengenal jam kerja seperti pegawai pada umumnya. di tengah-tengah hari libur, suatu peristiwa bisa membuat rencana pribadi yang sudah disusun rapi jali seketika porak poranda. jam kerja yang berantakan juga membuat wartawan sering memiliki perut yang bermasalah. apalagi kalau liputan tak membawa bekal, terpaksa makan di mana saja yang mungkin tak terjamin kebersihannya. itulah kenapa banyak wartawan punya penyakit maag, tipus, ataupun radang lambung. loh kok jadi curhat tentang hidup wartawan ya?

kembali ke oven, sebenarnya sih saya belum berstatus darurat oven karena sejujurnya, saya tidak bisa membuat kue. satu-satunya resep kue yang saya kuasai dan pernah saya bikin sendiri adalah cake tapai, atau ada yang menyebutnya prol tape. tapi itupun sudah lamaaa sekali dan kalau disuruh bikin lagi, pasti saya akan cengar-cengir menggeleng. jadi, resmi sudah saya sebagai pemula dalam dapur kue-kuean. meski begitu, saya tetap punya tekad kuat belajar bikin kue. siapa tahu juga saya dan Inggried (di tengah kesibukannya sebagai wartawan) bisa berbisnis kue, hehehe...

hari ini, rencananya saya mau kembali mencoba membuat resep lama saya, si keik peyeum yang fenomenal itu, hehehe. segala bahan sudah siap, ada terigu, margarin, telur, gula, dan tentu saja peyeum. tapi saya barusan sadar, ternyata saya belum punya mixer. hahaha... saya mesti nabung dulu nih. atau mungkin ada yang mau nyumbang? :)
*

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...