17.12.10

cook free day 2: lempeng


selain ahlinya mie, suami saya juga ahli membuat lempeng (dibaca dengan e taling). kalau di rumah saya sedang ada stok pisang, dan kalau hari itu suami saya sedang rajin, maka hari bebas memasak juga akan dilengkapi dengan cemilan yang namanya terdengar agak aneh di kuping saya. sebenarnya makanan apakah gerangan si lempeng itu?

lempeng dikenal suami saya di banjarmasin-kalimantan selatan, tempat dia lahir dan melewati masa kecilnya. setelah kembali ke jawa, resep makanan khas banjar ini jadi ikut serta pula dibawa keluarganya. kalau saya bilang sih, kue ini mirip pancake alias kue dadar yang sekarang tengah jadi tren di mal-mal ibukota. rasanya manis-manis gurih karena adonannnya sama-sama pakai tepung terigu dan telur. cara mengolahnya juga hampir mirip. hanya saja, lempeng mutlak mengandung irisan pisang.
kebetulan pisang yang sering ada di rumah saya adalah pisang kepok, pisang nangka, dan kalau lagi makmur biasanya juga ada pisang tanduk. jenis-jenis pisang itu yang paling enak untuk dibikin pisang goreng, dan tentu saja buat lempeng.

adonan dasar lempeng, tepung terigu dan telur dicampur dengan air, lalu tambahkan gula dan sedikit garam. setelah dikocok sampai merata, masukkan pisang yang telah diiris tipis, aduk lagi. kadang-kadang suami saya bereksperimen dengan melumatkan pisang terlebih dahulu sehingga aroma pisang dalam adonannya lebih terasa.

kalau adonan sudah jadi, siapkan wajan, boleh wajan biasa atau wajan teflon yang diolesi dengan minyak goreng atau margarin, lalu panaskan. tuang adonannya dan ratakan, bagusnya sih dibentuk lingkaran penuh dan tidak terlalu tebal. tunggu sampai kecoklatan, balik agar sisi lainnya matang. jangan lupa, memasaknya harus dengan api kecil biar tidak langsung gosong.


gampang kan? kalau sudah hampir matang, biasanya suami saya akan mengoles permukaannya dengan margarin dan ditabur gula pasir bak tukang martabak. kalau mau bereksperimen lagi, boleh juga ditambah susu kental manis, atau madu. tinggal pilih saja.

si lempeng bisa jadi cemilan gurih dengan menaburkan keju parut. tapi bisa juga belagak sebagai banana pancake dengan topping es krim blueberry. yang penting dibikinin suami, dan saya tinggal memotret dan tunggu matangnya saja, hehehe...

Ps.
baru saja Annisa, teman saya yang punya suami orang Banjar asli, mengabarkan pada saya kalau 'lempeng' yang dia tahu cara bacanya adalah 'limping'. lalu, ada versi lain mengolahnya yaitu pisangnya dilumat halus dan ditambah santan supaya gurih. thanks infonya ya nies!

5 comments:

  1. huaaaa... patut dicoba nih mba... Haura doyan banget pisang :)
    DI Berau juga banyak orang Banjar tapi saya baru denger 'lempeng'.. kalau di bahasa sunda artinya 'lurus' :)

    ReplyDelete
  2. hehehe itu lempeng-nya pasti yang pake e pepet... sekarang tinggal di berau kah? jangan lupa bagi cerita dan foto haura makan lempeng ya;)

    ReplyDelete
  3. Emang enak nih kue mba.. Nenek ama Ibuku suka bikinin ni keu Lempeng (baca:Limping) klo lagi hujan.. sambil minum teh hangat rasanya ajiiib bangeet...!!

    ReplyDelete
  4. Saya banjar dari berau sejak kecil sudah sering buat limping (lempeng)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...