28.12.10

(mirip) kroket


seperti pada umumnya hari-hari bokek, nafsu untuk makan enak biasanya sulit dibendung. bawaannya pengen jajan melulu, atau masak yang aneh-aneh, padahal isi kulkas tidak memberi banyak pilihan. yang kelihatan cuma ada dua butir telur, wortel, terigu, dan tepung roti sisa bikin nugget beberapa waktu lalu. mau bikin bakwan kok males. pengennya bikin sesuatu yang belom pernah dibikin sebelumnya. gimana kalau kroket kentang?

berbagai resep kroket gampang ditemui di google, tapi kali ini, saya bikin kroket versi bokek saja ya, hehe... jadi, harap maklum kalau komposisinya minimalis, tanpa daging dan tanpa susu.

baiklah, jalan sebentar ke warung sayur, belanja kentang yang harganya sudah menanjak mencapai Rp 9 ribu per kilogramnya. setengah kilogram saja sepertinya cukup.

setelah dicuci bersih, kentang dikukus. kalau sudah matang, kupas kulitnya dan hancurkan dengan ulek-ulek. tambahkan bumbu berupa ulekan bawang putih, lada dan garam. aduk-aduk agar merata. seharusnya, adonan ini dicampur dengan susu dan telur. tapi hehe... seperti saya bilang tadi, ini kan kroket versi bokek.

dari telur di kulkas saya yang cuma dua butir itu, saya sisihkan sebutir untuk celupan terakhir, dan sisanya direbus untuk dijadikan ragout bersama wortel sebagai isian si kroket. kalau saja masa bokek sudah berlalu, tentu saya lebih memilih daging sapi atau ayam daripada telur rebus untuk ragoutnya.

untuk membuat ragoutnya, wortel dan telur rebus diiris bentuk dadu. siapkan juga irisan bawang bombay dan daun seledri, dan bumbu halusnya terdiri dari bawang putih, lada dan garam. mula-mula bumbu halus ditumis hingga harum, masukkan bawang bombay, lalu wortel dan telur rebus. kalau sudah hampir matang, siapkan dua sendok tepung maizena yang dilarutkan dengan sedikit air. masukkan, aduk-aduk sampai agak kering, lalu tambahkan irisan daun seledri.

kalau ragout sudah jadi, tunggu dingin. ambil sekepal kecil adonan kentang, pipihkan, lalu masukkan ragout telur rebusnya. kepal-kepal dan bentuk kroket agak lonjong. jangan sampai si ragout kelihatan yaa..

sekarang, masuk ke tahap celup-celupan. agak mirip dengan bikin nugget, mula-mula digulingkan di tepung terigu, lalu dicelupkan ke telur yang sudah dikocok, dan terakhir, digulingkan di hamparan tepung roti. sepertinya tepung roti yang buat kroket itu yang warna agak kuning, sementara yang saya pakai adalah tepung roti warna putih. namanya juga pakai bahan yang ada kulkas, hehehe...



inilah penampakan si kroket setelah digoreng, agak mirip nugget kemarin ya? barangkali sebab bentuknya terlalu pipih. tapi biarlah... yang penting rasanya. bagaimana rasanya? "hmm, pas. tapi kayak perkedel kentang ya?" cetus suami saya.

hehehe, ya sudahlah. lain kali kalau ada rejeki, saya bikinkan kroket sejati deh, yang kulitnya pakai susu dan ragoutnya pakai daging;)

2 comments:

  1. aku kok lama2 iri yah? dibanding kamu aku gak punya keahlian... hiks...

    ReplyDelete
  2. preeeet... anita rachman gituloh

    "kombinasi yang lengkap. jurnalis, muda, cerdas, bernas, enak dipandang, punya pengetahuan politik yang lengkap, warga negara global, apalagi yang kurang dari Ara ;)"

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...