26.2.10

Jengki Teki (baca : “Jengkol Tokok”)




Ups…bagi sebagian orang mungkin agak gimana ya mengakui gemar dengan makanan yang baunya ngujubile, jengkol. Saya lebih senang menyebutnya “jengki”. Kalo saya sih, jujur saya, seneng (pake banget ga ya?) dengan makanan yang satu ini. Terserahlah, mau diapain aja. Mau direndang, atau disambel balado campur teri. Rendang jengki bikinan mama saya, paling bikin makan enggak mau berhenti. Beneran ni…Pas pulang tugas dr negeri Londo yang Cuma 3 minggu aja, saya mintanya dimasakin rending jengki. Dan, tebaklah…saya makan tiga piring dengan porsi giant (versi saya)…sampai suami saya, yang panggilan sayangnya “Wak Ndut”, mlongo…hehe

Balado jengki campur teri juga enggak kalah sedapnya. Tapi, untuk yang satu ini lebih enak yang jengki muda. Jujur saja, kalau beli jengki saya pun enggak bisa membedakan mana yang tua dan mana yang muda ;p …Kalau lagi mujur, saya bisa mendapatkan jengki yang bener-bener bikin saya enggak mau berhenti makan. Enaknya itu, gimana ya menggambarkannya, pulen-pulen gitu deh…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...