2.5.10

Yang Enak Ya Dipenyet…


Wah, si Mbok Piqa lagi rajin upload masakannya…saya sampe ngiler2 membayangkan rasa masakannya, saat melihat rupa di tulisannya ^_^…Ternyata, diam-diam, ahli juga dia…hehe…Jadi minder ni, masakan Mbok Inggit very-very simply (atau krn males ya?) :p …jujur aja, saya paling males bersentuhan dengan ikan-ikanan yang amis…termasuk malas juga menyiangi ikannya...hehe…

Nah, makanan favorit dan andalan saya, yang juga di sukai Wak Ndut/Wak Arie …tempe memang selalu tersedia di lemari pendingin. Seakan, makanan dari kedelai itu menjadi penyelamat kala saya atau Wak Arie mulai merindukan masakan rumah. Bikinnya guampang banget…rasanya tak perlu lah saya bagi resepnya disini, karena saking simplynya…Bumbunya, liat saja di tulisan “Jengki Teki” ya…almost sama, Cuma di tempe penyet emang lebih enak kalo agak pedes..


pindang bandeng? jangan kuning? asam pade?



kenangan apa yang pernah diberikan bandeng? kenangan saya akan bandeng melulu jelek. yang paling sering adalah keselek durinya.

beberapa hari yang lalu, saat saya bosan masak ikan laut, si bandeng ini saya lirik juga akhirnya.bingung mau dimasak apa, ibu saya menyarankan saya masak pindang bandeng atau suami saya bilang jangan (sayur) kuning karena kuahnya kekuningan. bumbunya tidak merepotkan, tinggal iris-iris saja zonder mengulek.

MMLL


judul resep kali ini terpaksa harus disingkat karena panjang betul: martabak mungil langsung ludes. ini adalah salah satu cemilan kegemaran suami saya yang pecinta gorengan. walaupun status gorengan bikinan saya adalah lauk, tetap saja dia akan melahapnya sebagai cemilan: nggak ada stopnya.

meski akhirnya saya jadi cuma bisa garuk-garuk kepala karena harus memikirkan masak lagi lauk untuk makan malam, tentu saja saya senang melihat dia lahap menyantap masakan saya. dengan (sok) bijak, saya pun kembali ke dapur (sok) mengalahkan rasa malas. hehe...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...