30.5.10

Oh…Oh…I Love You, TEMPE!



Ada apa dengan Tempe? Ini dia ceritanya....


Minggu pagi ini, sengaja mengajak jalan misua a.k.a Wak Arie. Biasanya, minggu pagi saatnya bangun siang. Tapi tidak untuk minggu ini. Sabtu malam, tiba-tiba pengen belanja di pasar sambil sarapan lontong Padang yang warungnya enggak jauh dari pasar. Kebetulan, kulkas lagi kosong. Cabe, tomat sama sekali enggak punya stok. Bawang juga. Lauk pauk juga. Beberapa hari ini, Kang Sayur yang biasa lewat di depan rumah, selalu mangkal dengan gerobaknya yang udah kosong. Bikin kesel.
Sampai di pasar, olala…enggak nyangka, ternyata harga-harga luar biasa tingginya. UDah lama memang enggak belanja di pasar. Kalau tak sempat ke pasar pagi-pagi, saya atau Wak Arie biasanya suka belanja di sepanjang Jalan Palmerah pas malam hari. Jam 8 malam biasanya sudah pada mangkal. Tapi, sebulan terakhir, aktivitas berdua memang lagi hectic. Udah capek duluan untuk masak atau sekedar belanja buat stok.

menjeng ajur

ini adalah cerita kegagalan saya membuat menjeng. tau menjeng nggak? kalau orang jawa timur, atau pernah tinggal di jawa timur, pasti tidak asing dengan olahan tempe ini. umumnya menjeng berbentuk lonjong, tapi ada juga yang bulat. biasanya si menjeng ini salah satu bagian dari sego empok alias nasi jagung, makanan yang sering saya rindukan kalau mudik ke trawas, di mojokerto sana.

maka ketika suatu hari saya mengidamkan menjeng yang sulit ditemukan di jakarta sini, seperti biasa, tak ada jalan lain selain membuatnya sendiri. pikir saya, halah cuma tempe diemek ae (dikepalkan saja).
dengan percaya diri, sambil membayangkan kepulan nasi hangat dan sambel yang akan menjadi kawan makan si menjeng, saya pun penuh semangat menyiapkan bahan-bahannya. dua potong tempe bonus dari abang tempe keliling yang baik hati, serta bumbu halus berupa bawang merah putih, ketumbar dan garam. tempe ikut diulek juga lalu diemek-emek alias dikepalkan. hehehe...


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...