29.1.11

"nachos pangsit tuna keju", di suatu pagi...

ah, belakangan ini, kalau bangun pagi selalu latah dan pengen makan yang macem-macem. setelah berhari-hari pengen bikin nachos ga jadi-jadi, akhirnya direalisasikanlah di suatu pagi. resepnya nyontek resep yang ada bungkus keju :D jadilah pagi itu "NACHOS TUNA KEJU" jadi camilan pagi yang mengenyangkan untuk saya dan wak arie...


saya juga tau makanan ini namanya nachos, dari resep yang saya contek itu. tidak hanya tuna, toppingnya juga bisa dari ayam atau daging. rasanya? enak lo, berasa makan kerupuk pizza..hahaha..cara bikinnya? ini diaaaaa...

26.1.11

semur daging rawon

semur? daging rawon? sebenernya semur atau rawon sih? tepatnya sih SEMUR tapi pake DAGING RAWON :D rasanya? tetep roso!

berawal dari keinginan semur daging. ketika ke swalayan, nemunya dan ngilernya liat bungkusan daging rawon. begitu menggoda. ah, beli saja. pasti sama saja. bener sama saja? ikuti saja ceritanya :D

25.1.11

ceker bumbu rujak


dulu saya tak suka ceker. rasanya geli-geli gimana gitu deh kalau mau makan ceker ayam. tapi sekarang yang terjadi adalah sebaliknya: saya jadi suka ceker gara-gara ketularan suami. ternyata ceker itu memang enak ya, dagingnya lembut, tulangnya lunak, kres kres... bikin nagih juga... biasanya saya mencampurkan ceker pada sop atau mi. sebab kalau digoreng, daging ceker jadi susut. apanya yang dimakan dong? hehehe...

kemarin, saya iseng-iseng beli dua kantung ceker karena tiba-tiba terbayang ayam bakar bumbu rujak 'bu jujuk' di daerah pasar minggu. selain bagian paha, dada dan sayap, ceker ayam dengan lumuran bumbu rujak juga dijual. jadi penasaran deh pengen menjajalnya...

24.1.11

tebak bumbu cumi asin


seringkali saya agak menyesal kalau beli makanan mateng di warteg saat tak sempat atau malas masak. penyesalannya standar saja sih: kok mahal amat ya? padahal kalau bikin sendiri dengan uang segitu, saya bisa dapat porsi yang lebih banyak dan kualitasnya lebih terjamin. sebab bahan yang dipilih tentulah yang terbaik dan jelas tanpa vetsin. cuma ya itu tadi, rasa malasnya mesti dikalahkan dengan semangat empat lima.

cerita penyesalan itu terulang saat saya membeli tumis cumi asin cabe hijau di warteg dekat rumah. setiap empat ekor cumi asin yang kecil dihargai dua ribu rupiah. padahal kalau beli mentahnya pasti dapat dua kali lipat bahkan lebih. hmmm... kalau begitu saya harus bikin sendiri dong. bumbunya? asal tebak saja deh, hehehe...

empal klasik

 

tak setiap hari saya masak daging sapi. tapi setiap saya masak daging sapi dan kepentok rasa malas jika harus ribet mengolah, maka resep empal klasik dari ibulah pilihan saya. dulu waktu saya kecil, ibu saya sering mengomel jika anak-anaknya (termasuk saya) menghabiskan empal daging sebagai cemilan, bukan lauk kawan nasi. ya gimana dong, enak sih. hehehe...
 
ndilalah, sekarang saya kena batunya, suami saya sering menjadikan empal daging sebagai cemilan. senang sih senang karena masakan saya laris manis. tapi saya jadi mesti masak lagi dong kalau empalnya habis sekali makan. kapan saya mengunggah ceritanya di blog nih kalau masak melulu. hehehe...

cook free day 3: sakanjang


ini bukan kata saya lho: lelaki yang jago masak adalah lelaki yang seksi, lebih peka, dan romantis. benarkah begitu?

wah saya tidak mau komentar yaa.. yang jelas, suami saya (cak dopir) dan suaminya inggried (wak arie) tampaknya termasuk dalam kalangan lelaki suka memasak. maka, kita para istri bisa rehat dulu dari dapur untuk bermalas-malasan. asyik kan? hehehe...

23.1.11

sop daging enak tenan!

suatu hari, saya kepengen banget sop daging. kebayangnya, sop daging dengan bumbu lengkap kayak kapulaga, kembang lawang dan teman-temannya. selalu mengusahakan, kalau ingin sesuatu memasaknya sendiri, daripada beli diluar. tapi ga punya persediaan daging. berhari-hari menunggu, tukang sayur enggak lewatlah, enggak bawa daging lah. akhirnya keinginan itu tertunda terus. hingga akhirnya, terbeli lah itu daging sengkel (kata mbok tukang sayur, daging bagian paha). tiba-tiba, mau masak kok males. "aku itu pengen sop daging, tapi pengennya masak sendiri. cuma kok males masaknya ya mas," kata saya ke wak arie, suami saya, saat akan berangkat kerja. pulang kantor, kira-kira jam 10 malam, pas masuk rumah, hmmm..kok wangi sop ya? ahaaa..ternyata dia memasakkannya untuk saya! dan sop ini jadi SOP DAGING paling enak sedunia :D beneran ENAK TENAN!



kebetulan, paginya saya memang sudah menyiapkan bumbunya. tapi ya itu, tiba-tiba rasa malas mendera. jadi enggak jadi dieksekusi. rupanya, wak arie pinter juga mengolah bumbu-bumbu itu, tanpa bertanya...kita lihat, bagaimana dia "mengeksekusinya" :D

21.1.11

lemet pisang keju "tak ada daun, aluminium pun jadi"

cerita tentang si lemet pisang ini (lagi-lagi) bermula saat bangun pagi, saya pengen makanan yang satu ini. oya, kebetulan saya lagi hamil muda, hehe (doakan sehat-sehat ya! :D). ga tau, apakah ini bagian dari ngidam atau enggak. yang jelas, prinsipnya, ga mau merepotkan orang lain. tapi merepotkan diri sendiri, hahaha..nah, kebetulan (alhamdulillah), saya punya pisang kepok yang udah mateng banget di kulkas. tapi...tiba-tiba kepikiran, beli daun dimana? ah, daripada enggak jadi, saya akhirnya memutuskan untuk membungkusnya dengan aluminium foil..hasilnya? not bad..sebut saja namanya "ALMET PISANG KEJU" ya..almet alias "aluminium lemet" :D

ini dia "almetnya :)



nah, setelah memastikan ada pembungkusnya, mulai deh proses "eksekusinya". yuk!!

19.1.11

"ujug-ujug" pancake saus coklat

krrriiinnggg...kriiinggg...*kira-kira gitu deh bunyi jam wekernya*..grubak grubuk, waduh udah jam 6 pagi..bangun2 perut terasa keroncongan. makan apa ya? eitz, tepatnya, "masak apa ya?". sambil bolak balik rumah mini dr depan ke belakang, akhirnya menemukan apa yang dimau buat ganjel perut di pagi hari. yap! ini diaaa : PANCAKE SAUS COKLAT yang sekonyong-konyong alias ujug-ujug alias tiba-tiba dipengenin :D


setelah sesaat tanya mbah google, dapet deh resepnya. sebenernya, saya menemukan banyak resep. dibuka semua, akhirnya memilih satu resep yang gampang. ga pake harus mixer-mixer segala. milih resep yang cuma pake diaduk-aduk...hahaha...come on, inilah proses brojolnya si pancake saus coklat...

17.1.11

acar kuning ikan selar

ini masakan bener-bener pas lagi "latah". cuma baca judul postingan terbaru mbak retno di kedai hamburg "ikan acar kuning", ga pake diklik langsung ngacir ke dapur. liat persediaan. kebetulan pas lagi ada ikan selar. ga punya kunyit, ngacir ke tetangga depan. "bu, punya kunyit ga? boleh minta dikit aja?". thanks God, si ibu tetangga punya. jadilah ini..."acar kuning ikan selar"


resepnya, karena saking udah pengen banget, saya telepon ibu yang sebenarnya baru saja pulang dari rumah saya. see, bahan dan cara bikinnya gampang  banget..ayo kita sreng-sreng!!

16.1.11

ayam jowo-londo


dalam pilihan santapan, maka lidah akan merdeka dan jujur. merdeka, maksud saya, latar belakang sang penikmat tak bisa turut campur dengan selera makanan. jujur, sebab kadangkala selera sangat polos mengurai asal-usul. contohnya, yang dekat saja, kawan saya ara -yang sering dieksploitasi dalam cerita-cerita dapurduaistri-, yang jago bahasa inggris dan bekerja di surat kabar berbahasa inggris. tetap saja dia lebih doyan pepes tongkol, sayur asam, perkedel jagung, krupuk dan sambel terasi ketimbang makanan yang kebule-bulean. dia pun tak doyan-doyan banget dengan makanan berkeju.

teladan lainnya yang indera perasanya lokal meskipun bicaranya keminggris, tak lain adalah presiden republik ini, susilo bambang yudhoyono. biarpun amerika serikat dicintainya dan disebut sebagai negeri keduanya, namun soal makanan, tahu sumedanglah kegemarannya. terbukti kan, lidah begitu independen dan jujur soal rasa.

ih ngomong apa sih saya? ini kan blog masakan, bukan pencitraan. hehehe...

14.1.11

gorengan paling enak di dunia :)

inilah jenis gorengan yang paling enak di dunia, menurut saya sih, hehehe. dan kayaknya suami saya juga akur soal itu:) setiap minggu, pasti si gorengan ini ada dalam daftar menu saya, dan biasanya tak pernah ada sisanya, tak ada yang masuk tempat sampah pula. kalau kebetulan kami sedang jajan di luar dan menemukan gorengan ini, wah pasti dia yang masuk kantong paling banyak. gorengan apakah gerangan?

kita sebut saja gorengan jagung, sebab saya dan suami masih belum bermufakat perihal namanya. saya bersikukuh, namanya adalah 'perkedel jagung', sebagaimana yang diperkenalkan oleh ibu saya, sedari saya kecil dulu. sementara itu suami saya bertahan dengan nama 'dadar jagung', sesuai dengan sebutan makanan itu di kampung halamannya, di jawa timur sana. tapi begitu kami menetap di ibukota, muncullah nama baru: 'bakwan jagung'. 

jadi, siapa sejatinya namamu wahai gorengan jagung? *bertanya pada rumpun jagung yang bergoyang*

13.1.11

kentang jagung keju panggang (panjang beneerrr)

eh, namanya enggak "eye catching" banget ya. soalnya bingung, ngasih nama apa. hahaha. cuma makanan yang dibikin dengan iseng, saat bingung mengolah kentang yang sudah teronggok berbulan-bulan di dalam kulkas. tapi masih awet lho!! akhirnya, jadilah ini : "kentang jagung keju panggang"...


tampilannya menggugah selera kan? asli, ini cuma dibikin dengan iseng aja, nyampur-nyampur dan ternyata enak..hehe..ada kentangnya yang  bikin kenyang, ada jagung yang kasih rasa manisnya, ada keju yang menyumbang rasa gurih. hmm..kebayang rasanya kan? bikinnya? yuukk...diintip!!

pisang dadu keju

pisang dadu keju. itu saja lah nama untuk makanan ini..padahal sih, cuma pisang goreng biasa. hahaha..siapa tau, bisa jadi pilihan kalo bosan bikin pisang goreng model kipas :D


wah, kayanya bentuk dadunya enggak keliatan :D tak apa lah..disimak saja ceritanya yaa...hehe

12.1.11

off mangut lele asap *nyontek inggit*


sungguh ikan asap ini jelek sekali! rupanya gosong dan kerempeng -apanya yang akan dimakan nih? baunya, duh, aroma asap yang terasa aneh, mirip bau sirih. dulu, saya tak pernah tertarik dengan ikan asap, entah itu tongkol asap, lele asap, maupun pari asap alias ikan pe. namun karena ibu saya sering memasaknya, lama-lama saya menemukan juga sisi nikmatnya, yang tak lain adalah bau gosongnya itu. hehehe...

11.1.11

menjajal "ati & tempe kecap" ala mbak eha

siapa itu mbak eha? mbak eha, adalah si mbak yang buka warung makan disebelah kantor saya, di kawasan palmerah. kalau makan disana, menu favorit saya, "ati dan tempe kecap". sebenernya ini semur, berhubung mbak eha bilangnya bukan semur, ya saya amini saja. kali ini, coba memasaknya sendiri. bukan ala mbak eha, tapi ala saya :D sama enaknya...*lhoo??*

"ati dan tempe kecap" nyontek mbak eha...
awalnya, agak ga yakin juga ini bikinnya sama kayak masak semur. mau nanya mbak eha, kok ga enak. takut tar dikira saya mau nyaingin dia, hahaha...akhirnya ya dikira-kira saja. rasanya sama kok. cuma, kata wak arie, "hmm...kurang palanya". emang ga pake, karena ga punya...hahaha...

bosen "mbening"

suatu hari, melihat seikat bayam di dalam kulkas. bosen euy, bayam dibening terus. kata wak arie, "dilodeh aja. pake tahu enak". berhubung ga ada tahu, akhirnya dibikin polosan aja..jadilah "lodeh bayam"..

lodeh bayam...
sebenernya agak malu berbagi resep ini, hehe..soalnya gampang banget bikinnya. tapi tak apalah, siapa tau bisa jadi inspirasi untuk yang mencari ide mengolah bayam :D

puding roti keju kismis

 

konon, puding ini diciptakan oleh seseorang untuk menyelamatkan roti tawar yang nyaris kadaluarsa. dengan sedikit eksperimen, maka roti tersebut menjelma sebagai makanan yang naik kelas gengsinya (maksudnya, namanya jadi keren gitu lho): puding roti keju kismis dengan vla coklat.


di balik kopdar "duaistri"


aqil bermain lompat-lompat bersama ayahnya.
inggried sibuk memotret makanan utama dari rijstafel ala dapurduaistri: sayur asem, pepes tongkol, bakwan jagung, sambal terasi, lalapan, kerupuk.
dan ara sang penggembira tengah tercenung menahan air liur.

inggried membawakan saya schotel bikinannya yang top markotop.


inilah pepes tongkol pesanan ara.
 

9.1.11

macaroni schotel edisi 2

ini kali kedua saya masak macaroni schotel. serba dicoba. tapi, kali ini dibagi kemana-mana, biar dapet masukan kurangnya apa..hehe...setelah di edisi perdana pakai tuna, yang edisi dua ini pakai daging giling..kasih saja namanya "macaroni schotel edisi 2"...
  

setelah rencana kopdar bulat, piqa request dibikinin macaroni schotel, seperti macaroni "mitun" schotel :D berhubung ini kali kedua belajar masaknya, saya mikir harus ada yang beda dong..itung-itung buat percobaan, hahaha...makanya, tuna diganti daging giling. dan, kalo di edisi pertama saya manggangnya pake loyang, yang ini khusus beli aluminium foil cup, biar cantik buat jadi oleh-oleh...

kopdar "duaistri"

setelah sekian tahun, kami akhirnya bertemu. yihaaa..hari ini "duaistri" kopi darat loo :D hahaha...maksudnya si empunya "dapurduaistri" ini, saya dan jeng piqa. bayangpun, terakhir ketemu pas dia nikah lebih dari setahun lalu. itupun cuma cipika cipiki di pelaminan. lama ga ngobrol. "melahirkan" blog ini, februari 2010, juga hanya melalui perbincangan di dunia maya. dan setelah "dapurduaistri" berusia hampir satu tahun, hari ini kami  ketemu di rumah piqa, citayam, bogor..senangnya..tapi maaf, foto narsis saya dan piqa ada di kameranya, yang belum bisa diupload karena kendala koneksi yang senengnya putus sambung. jadi disini diupload makanan-makanan yang memeriahkan reunian aja ya :)

upsss..ini bukan saya atau piqa loo, dia adalah Ara, (kebetulan) sahabat kami berdua juga. jadi special guest yang ngabis-ngabisin makanan :D







yap! di reunian ini, ada Ara, temen liputan saya yang ternyata juga sahabat piqa. hmm, dunia kecil ya :D ara memang sengaja diajak, maksudnya sih mau dijadiin nanny saat saya dan piqa diskusi soal blog. kenyataannya?? hmm, ngabis-ngabisin makanan...hahaha...piss, Ra! enggak ding, saya juga makannya banyak :D sayangnya, wak arie ga bisa ikut..kalo ikut pasti juga jadi "penyapu bersih" makanan...hahaha

8.1.11

dari mana datangnya pepes?


saya selalu bertanya-tanya, siapa gerangan penemu pepes? dari daerah mana sebenarnya cara memasak ini mula-mula berasal?

dengan berbagai ragam bumbu, bahan-bahan makanan yang dibuntal dengan daun pisang ini selalu menguarkan aroma khas yang menerbitkan selera. pepes minim kolestrol karena tak memerlukan minyak sawit. dan bagi saya, memepes adalah seni memasak yang memerlukan ketekunan ekstra. mulai dari membuat bumbunya sampai menyiapkan bungkusnya. bumbu yang melimpah akan lebih nikmat jika dihaluskan dengan ulek-ulek. daun pisang untuk bungkusnya mesti dilayukan di atas api agar lebih steril dan mudah ditekuk pula.

5.1.11

cuma di-"orak arik"

saya paling suka masak sayur yang satu ini. very easy, sangat mudah (niru-niru gaya pidato pak presiden, pake penekanan :D). cuma "diorak arik", jadi!! yes, karena namanya juga sayur ORAK ARIK...


sayur orak arik ini hitungannya paling sering saya bikin, karena saking mudahnya. dan kebetulan wak arie, suami saya, juga suka :) kenapa namanya orak arik? saya juga ga tau :D mungkin karena bikinnya diorak arik gitu aja dengan telur, hehe...mau tahu gimana "ngorak-ngariknya"? yuuuukkkk...

4.1.11

jengki jodohnya pare


"nanti masak sayur apa ya?" inilah pertanyaan yang selalu muncul di pagi hari. masak sayur standar seperti sayur bening atau tumis yang itu-itu saja pasti membosankan. ketika sampai di tukang sayur dan melihat seorang ibu memilih pare, saya jadi tergoda untuk ikut-ikutan mengambilnya. dimasak apa ya?

ini pertama kalinya saya masak pare, sayur nan pahit namun banyak khasiatnya itu. makanya saya juga belum ngeh betul bagaimana cara memilih pare yang pas untuk disayur. asal saja saya comot pare panjang yang kelihatannya segar itu. padahal seharusnya saya memilih yang agak bulat dan kulitnya relatif halus, tak banyak bintil-bintilnya.

3.1.11

tetap 'huh hah' meski tak merah


ketika harga cabe sedang menggila, para konsumen sambal seperti saya jadi tak berdaya. bayangkan saja, cabe rawit merah sudah mencapai Rp 80 ribu per kilogram, ngalah-ngalahi harga seekor ayam kampung atau sekilo daging sapi. mlijo alias tukang sayur kini tak asal raup saat melayani pembeli cabe, melainkan menghitungnya satu persatu. demikian pula saya, kalau nemu cabe rawit nyelip di kulkas, rasanya seperti nemu harta karun.

maunya sih memasak tanpa cabe. tapi rasanya lidah kurang semangat menyantap makanan yang tak pedas. lalu bagaimana? harga cabe rawit terus melonjak hingga harganya jadi tak masuk akal. mesti putar otak nih supaya makan tetap 'huh hah', istilahnya inggried. jadi gimana caranya? kata tukang rujak dekat rumah saya: "semut item aja diulek." waduh, maap-maap ya mpok, kita-kita mending dijejelin cabe daripada semut...

2.1.11

kolak pisang lain lagi


resep kolak pisang lagi? bukannya inggried baru saja bikin kolak pisang? hohoho... tunggu dulu. ini kolak pisang yang lain lagi, resepnya saya contek dari dapurnya mbak julia dan berbeda dengan kolak pisang yang pernah saya masak zaman dahulu kala. kenapa berbeda? karena kolak pisang ini mengandung susu dan keju, serta tanpa gula merah. katanya mbak julia, saat itu dia sedang kehabisan gula merah. tapi siapa tahu tanpa gula merah, rasanya akan jadi berbeda. mari kita coba...

meat tofu tomyam mie

hi semua! selamat tahun baru yaa...semoga tahun ini saya dan anda semua makin sukses, amieenn :D hari kedua di tahun baru ini, saya nyoba masak tomyam..yihaaa..selama ini kalo tomyam selalu beli, belum pernah bikin sendiri..kali ini, nama yang saya kasih untuk si tomyam ini : "meat tofu tomyam mie"..kenapa? karena isinya ada daging sapi, tofu goreng, dan mie :)


oya, tomyam ini hasil percobaan setelah saya sempat membeli bumbu "tomyam cube" saat ke malaysia bulan lalu. dipromosiin temen disana, katanya enak dan praktis. saya juga membeli beberapa bungkus mie tomyam. jadi dicampur aja...

 ini dia bumbu tomyam cube-nya...

tapi jangan khawatir, saya juga mengantongi resep untuk bumbu tomyam yang dibikin sendiri kok :D mulai ya!!

1.1.11

bubur spon eh... sagu

 *foto oleh abdil mughis

sepulangnya dari ambon, suami saya mendapat sekardus oleh-oleh makanan khas kota itu dari keluarga putuhena. salah satu oleh-oleh yang membuat saya mengernyit adalah kepingan sagu yang kerasnya alaihim. gimana makannya nih? tapi kata suami saya, cara memakannya ya tinggal dicelupkan ke air hangat, dan dimakan bersama lauk pauk layaknya nasi. dia pun mempraktikkan cara memakannya. ketika saya yang mencoba... pffffh, ampun deh, makanan apa pula ini kok rasanya aneh. yaa namanya juga lidah biasa ketemu nasi. disodorin sagu berasa makan spon. hehe...


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...