16.1.11

ayam jowo-londo


dalam pilihan santapan, maka lidah akan merdeka dan jujur. merdeka, maksud saya, latar belakang sang penikmat tak bisa turut campur dengan selera makanan. jujur, sebab kadangkala selera sangat polos mengurai asal-usul. contohnya, yang dekat saja, kawan saya ara -yang sering dieksploitasi dalam cerita-cerita dapurduaistri-, yang jago bahasa inggris dan bekerja di surat kabar berbahasa inggris. tetap saja dia lebih doyan pepes tongkol, sayur asam, perkedel jagung, krupuk dan sambel terasi ketimbang makanan yang kebule-bulean. dia pun tak doyan-doyan banget dengan makanan berkeju.

teladan lainnya yang indera perasanya lokal meskipun bicaranya keminggris, tak lain adalah presiden republik ini, susilo bambang yudhoyono. biarpun amerika serikat dicintainya dan disebut sebagai negeri keduanya, namun soal makanan, tahu sumedanglah kegemarannya. terbukti kan, lidah begitu independen dan jujur soal rasa.

ih ngomong apa sih saya? ini kan blog masakan, bukan pencitraan. hehehe...

baiklah, kali ini saya ingin membagi cerita tentang memasak ayam yang jowo dan bule alias londo. ayamnya sih ayam broiler biasa saja, tapi cara mengolah dan penampilannya kelak bisa berbeda. yang satu eksotis kecoklatan, yang lainnya lebih terang dengan baluran tepung ala resto ayam amerika.


seperti biasa setiap mengolah ayam, saya selalu mengungkepnya. ini adalah cara memasak ayam yang umum dilakukan orang jawa, walaupun mungkin berbeda dalam proses mengolah dan varian bumbu. tapi pada prinsipnya, mengungkep adalah merebus ayam dengan bumbu-bumbu ungkep hingga meresap ke dalam daging ayam. setelah itu, ayam ungkep bisa digoreng atau dibakar, bahkan kalau malas boleh langsung dimakan kok. kan sudah matang, hehehe...

kalau malas mengulek, cari saja bumbu ungkep banyak dijual di pasar tradisional maupun modern. tapi saya lebih sreg kalau mengolahnya sendiri, dengan komposisi: bawang merah, bawang putih, ketumbar, kunyit, jahe, lengkuas, daun salam, dan sereh. kalau ditambah air kelapa akan lebih nikmat lagi, namun konsekuensinya, warna ayam akan semakin gelap.


setelah bumbu-bumbu dihaluskan (kecuali daun salam dan sereh yang cukup dimemarkan) dan dicampurkan dengan ayam, jangan langsung merebusnya. didiamkan sekitar satu jam supaya lebih meresap.


tambahkan sedikit air, rebus dengan api sedang sampai airnya surut dan ayam terasa empuk.



sudah matang, bisa langsung jadi lauk, tapi lebih afdol jika digoreng terlebih dahulu. bagi saya, pasangan yang cocok untuk ayam goreng adalah sambel korek, yaitu ulekan cabe rawit merah dengan sedikit bawang putih dan jelantah panas sisa menggoreng ayam.


di tengah-tengah penantian mengungkep ayam, saya kok tiba-tiba tergiur dengan crispy fried chicken bikinan mbak Retno. ayam goreng tepung itu memang selalu membuat penasaran karena saya belum bisa menghasilkan yang tepungnya kriwul menggoda, padahal itulah kekuatan dari si ayam kentucky.

walaupun ayam saya sudah terlanjur diungkep, saya cuek saja membuat ayam londo ini. sayangnya, lagi-lagi saya harus menyimpang dari resep mbak Retno karena keterbatasan isi kulkas. saya tak punya bawang putih bubuk, cayenne pepper dan merica hitam. jadilah saya membuat bahan pencelup ayam dengan bumbu lada, bawang putih, cabe merah dan garam.

semua bumbu dihaluskan, lalu dicampur dengan tepung terigu, tepung maizena, baking powder, garam, dan air es. sedangkan bahan tepung crispy-nya adalah tepung terigu, tepung maizena, baking powder, dan garam. mula-mula ayam dicelupkan ke bahan celup, lalu digulingkan ke bahan crispy. tekan-tekan supaya tak rontok saat digoreng.


sajian ini agak boros minyak goreng karena membutuhkan minyak yang cukup banyak sampai ayam terendam supaya bagian dalam ayam matang sempurna, tidak jemek (basah) di bagian dalam sebab mentah sebagian. tapi karena tadi saya sudah mengungkepnya, maka saya tak perlu khawatir soal itu.

beginilah tampilan si ayam londo. hmm, crispy-nya masih kurang banyak dibandingkan dengan yang dijual di restoran atau fastfood kaki lima. apa ya rahasianya supaya tepungnya bisa tebal kruwel-kruwel dan krenyes-krenyes.


akhir kata, mau pilih ayam yang jowo atau yang londo sekali lagi soal selera dan tak bisa disalahkan. boleh juga suka dua-duanya seperti saya, yang penting halal, sehat, dan enak! ;)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...