25.1.11

ceker bumbu rujak


dulu saya tak suka ceker. rasanya geli-geli gimana gitu deh kalau mau makan ceker ayam. tapi sekarang yang terjadi adalah sebaliknya: saya jadi suka ceker gara-gara ketularan suami. ternyata ceker itu memang enak ya, dagingnya lembut, tulangnya lunak, kres kres... bikin nagih juga... biasanya saya mencampurkan ceker pada sop atau mi. sebab kalau digoreng, daging ceker jadi susut. apanya yang dimakan dong? hehehe...

kemarin, saya iseng-iseng beli dua kantung ceker karena tiba-tiba terbayang ayam bakar bumbu rujak 'bu jujuk' di daerah pasar minggu. selain bagian paha, dada dan sayap, ceker ayam dengan lumuran bumbu rujak juga dijual. jadi penasaran deh pengen menjajalnya...


setelah googling, saya menemukan resep ayam bumbu rujak yang cukup komplit. komposisi bumbunya memang banyak banget. bumbu halusnya terdiri dari:
- cabe merah
- bawang merah dan bawang putih
- kemiri
- jahe
- kunyit
- terasi matang
- garam
- gula aren atau gula merah yang dihaluskan
- asam jawa dilarutkan dalam air

 

menurut resep tersebut, bumbu yang tidak diulek adalah daun salam, daun jeruk, serai dan lengkuas yang dimemarkan. tetapi karena saya suka aroma lengkuas dalam bumbu ayam, saya menambah sedikit lengkuas yang dihaluskan juga bersama bumbu halus lainnya.


rempahnya banyak banget ya? lumayan juga tuh menguleknya, bikin otot tangan jadi kekar kayak Madonna, hehehe... kalau malas, bisa saja sih beli bumbu halus di pasar lalu tinggal di-mix saja. tapi kita tak pernah tahu apa yang sejatinya terkandung di dalamnya...

selanjutnya, siapkan santan kental sekitar 500 ml. santan instan juga boleh. oiya, jangan lupa ceker ayamnya tadi dilumuri dengan jeruk nipis dulu.


kalau bumbu halus sudah jadi dan santan sudah siap, tinggal cemplang-cemplung deh. bumbu halus bersama daun salam, daun jeruk, serai dan lengkuas yang dimemarkan ditumis dengan minyak goreng. setelah harum, masukkan ceker, kemudian santan, lalu aduk aduk. menunggu sampai kuahnya mengental dan berminyak lumayan lama juga. jadi saya tinggal kesana kemari deh itu masakan. yang penting api kompornya tidak terlalu besar menyala.


dua jam kemudian, jadilah ceker bumbu rujak yang diidam-idamkan. sayang, saya keburu capek untuk membakar atau memanggangnya. tapi begitu saja sudah enak kok.

ngomong-ngomong, kenapa nama masakan ini 'bumbu rujak' ya? padahal kan bumbunya beda dengan bumbu yang digunakan pada rujak pada umumnya.bumbu rujak buah atau rujak cingur mutlak mengandung kacang tanah, tapi rujaknya si ayam ini malah tak menyertakan kacang sama sekali.

ah biarlah, apapun bumbu dan namanya, yang sedap-sedap ini mari kita santap sekarang selagi hangat;)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...