4.1.11

jengki jodohnya pare


"nanti masak sayur apa ya?" inilah pertanyaan yang selalu muncul di pagi hari. masak sayur standar seperti sayur bening atau tumis yang itu-itu saja pasti membosankan. ketika sampai di tukang sayur dan melihat seorang ibu memilih pare, saya jadi tergoda untuk ikut-ikutan mengambilnya. dimasak apa ya?

ini pertama kalinya saya masak pare, sayur nan pahit namun banyak khasiatnya itu. makanya saya juga belum ngeh betul bagaimana cara memilih pare yang pas untuk disayur. asal saja saya comot pare panjang yang kelihatannya segar itu. padahal seharusnya saya memilih yang agak bulat dan kulitnya relatif halus, tak banyak bintil-bintilnya.

karena sudah terlanjur beli, ya sudahlah kita olah saja. mula-mula buang biji pare. lalu iris dan remas-remas dengan garam sampai layu.


kalau sudah layu, cuci lagi pare agar tak terlalu asin, lalu tiriskan.


bumbu-bumbunya standar saja dan tidak terlalu repot: cabe merah, bawang merah bawang putih, dan kemiri, semuanya diulek halus.


eits... bumbunya jangan pakai garam lagi ya, kan parenya tadi sudah diremas-remas pakai garam. selain itu, si pare akan saya jodohkan dengan ikan teri jengki yang akan memecah rasa pare agar tak dominan pahitnya.


memasaknya gampang, bumbu uleknya ditumis sampai harum, masukkan teri jengkinya, tambahkan sedikit air, lalu masukkan pare. jadi deh.


juru icip (maksudnya suami saya) mengatakan rasanya sudah pas. enak. tapi kok saya masih merasa parenya terlalu pahit ya? ah sudahlah, seperti biasa, saya akan menyenangkan hati dengan semboyan: yang penting habis. biar pahit, yang penting masakan saya laku keras di rumah, hehehe...

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...