28.2.11

bacem si hitam manis


tempe atau tahu bacem ini adalah makanan yang akrab sekali terutama untuk lidah jawa tengah, atau yang pernah tinggal di sana. kecenderungan masakan jawa tengah yang gemar dengan rasa manis diwakilkan oleh bacem-bacem ini. tapi meski saya hanya jawa tengah peranakan yang tak pernah menetap di sana, bacem juga sering muncul di meja makan keluarga saya.

bacem tak membosankan atau membuat kita lekas kenyang meski rasanya manis. bisa jadi karena rasa manis itu berasal dari gula aren (gula merah) kali ya. jika dibandingkan dengan gula pasir, maka gula merah tak terlalu membuat pankreas kita kelelahan mengolahnya menjadi energi.

26.2.11

cook free day 4: rujak kangkung


yakin ini rujak? hehehe... saya sendiri agak aneh dengan nama 'rujak kangkung'. kangkung ya kangkung, rujak ya rujak. memangnya bisa gitu ya mereka bersatu? mulanya saya ragu ketika suami saya -seperti biasa di hari bebas memasak- menawarkan menu ini. tapi ternyata bisa lho. dan kalau sudah mencicipi rasanya yang pedas segar, pasti langsung akur deh dengan embel-embel 'rujak'-nya.

sepintas, bumbu rujak kangkung agak mirip dengan rujak cingur karena keduanya mengandung petis. campuran makanan (terutama dari jawa timur) yang bentuknya semacam karamel, terbuat dari udang, kupang, atau pindang. untuk rujak kangkung dan rujak cingur, petis wajib ada hukumnya.

22.2.11

eksperimen puding alpukat

memasak itu bukan sekedar memasak. kalau dapur diibaratkan sebagai sebuah lab, maka meracik masakan adalah sebuah eksperimen. memasak juga mengajarkan bahwa sebuah eksperimen tak serta merta langsung berhasil. dia juga mengenal "kegagalan". seperti eksperimen saya membuat PUDING ALPUKAT ini :D eksperimen pertama gagal, dan dari sini saya jadi tahu bagaimana membuatnya menjadi puding yang enak dan berhasil!!


dalam cerita ini, saya banyak cerita soal gagalnya yaa..karena koleksi foto yang lengkap saat eksperimen pertama yang gagal, hahaha...tak punya kamera saat mencoba eksperimen kedua.

tomat berdaging sapi


baiklah, saya menepati janji untuk mengunggah resep mabok tomat yang telah saya janjikan di posting tomat sebelumnya. ternyata sampai sekarang tomat masih murah lho. kalau malas ke pasar, coba deh naik KRL ekonomi ke Bogor (eh sama kayak pasar juga ya? hehe). di atas kereta, harga tomat sama jatuhnya dengan di pasar. satu plastik tomat berisi sekitar 8 buah tomat ukuran sedang dihargai Rp 2 ribu. Jika membeli tiga plastik, harganya dibanting jadi Rp 5 ribu. ck, ck, ck...

resep ini, nama umumnya adalah tomat isi daging. dulu waktu masih kecil, saya pernah baca sepintas lalu di buku resep koleksi ibu saya (saat ibu masih muda dan menjadi perempuan yang bekerja, saat senggang di kantornya dipakai untuk membuat kliping resep masakan atau menyalinnya dengan mesin tik). tapi entah dimana buku resep tebal itu kini berada:(

21.2.11

roti bakar selimut telur

ini juga masakan sekitar dua minggu lalu. kondisi fisik yang lagi ga mendukung membuat saya lama mengunggahnya :D roti-rotian selalu jadi alternatif penyelamat saat bingung ingin menyediakan sarapan apa buat wak arie dan saya sendiri. nah, "roti bakar selimut telur" ini bisa-bisanya saya aja. tapi kata wak arie, "enak kok". jadi, saya pede saja membagi ceritanya disini :)



biasanya, kalau lagi males masak yang berat-berat untuk sarapan, saya selalu mengolah roti. entah itu roti selai kacang, roti tabur coklat keju, roti bakar, etc. suatu pagi, saya ingin membuat olahan roti yang lain. kebetulan, wak arie seneng banget segala olahan telur. akhirnya, saya bikin deh roti bakar yang dibalur telur. caranya??


19.2.11

romantisme rawon


makanan ini sangat romantis buat saya. selalu membuat saya jadi rindu dengan kampung masa kecil hingga remaja saya di trawas, jawa timur, yang berada di seputar kaki gunung welirang. di trawas yang selalu dingin meski hutan dan sawahnya semakin hari semakin minim, luar biasa nikmatnya menyeruput kuah rawon nan panas.

rawon muncul dari segala penjuru peristiwa keseharian di sana. sebagai menu sarapan di rumah, di warung-warung sederhana, di restoran yang biasa jadi tempat makan wisatawan dari luar kota, juga sebagai menu lazim yang dinikmati tatkala bowoh alias kondangan. yang selalu saya ingat dari rawon khas trawas adalah rawon yang dimasak di atas tungku, hingga menyertakan harum asap kayu bakar yang menelusup dalam aroma kuahnya. hmmm....

lain dapur, lain pepesnya

resep itu bisa jadi tercipta karena tradisi. maka, lain dapur, bisa lain juga resepnya. karena setiap keluarga, setiap dapur, punya resep yang berbeda, sesuai tradisi di keluarga. meskipun, nama masakannya sama. ini masakan "pepes ikan" dua minggu lalu. baru kali ini sempat mengunggahnya. setelah dilihat-lihat, ternyata beda dengan resep pepes tahu dan pepes jamurnya piqa..ah, itulah kekayaannya. berbeda, tapi saya yakin sama yummy-nya :) pepes saya warnanya kuning karena pake kunyit :D



pepes yang saya bikin : PEPES IKAN GEMBUNG DAUN SINGKONG. pepes yang biasa dibikin oleh ibu saya dan jadi kegemaran keluarga. apa bedanya dengan pepes piqa? 

pepes ini dan pepes ala piqa, secara garis besar sama. cuma, pepes piqa enggak pake kunyit. kalo saya, pake kunyit. nah, bedanya sih cuma di warna dan isinya :) enggak ada perbedaan signifikan. tapi, bisa dicoba dua-duanya...hehe...yuk, intip pepes ala saya!!

17.2.11

ulang tahun

makanan bukan semata sesuatu yang dilahap mulutmu untuk membuatmu merasa kenyang sampai perut berkerucuk lagi. makanan adalah benang merah setiap budaya dunia. ia melampaui bahasa yang menjadi penghalang. dan saat seseorang memasak makanan rumahan untukmu, maka ia sedang membagi kisah hidupnya. (*Anthony Bourdain - chef dan penulis kuliner)

hari ini setahun yang lalu, rupanya saat itulah pertama kali kami mengunggah cerita dapurduaistri. kalau baca posting pertama saya dan posting pertama inggried itu, rasanya lucu-lucu takjub gitu deh. lucu karena kami memang sepasang pemula yang masih polos nan lugu dalam dunia masak-memasak, namun dengan percaya diri membuka isi dapur kami kepada dunia, hehehe.

takjubnya karena bisa konsisten ngeblog selama setahun ini. makin hari kami semakin produktif membuat makanan macam-macam dengan hasil yang macam-macam juga: ada yang sukses, ada yang kurang sukses, ada yang belum beruntung :)

16.2.11

positivisme resep?


apa yang dapat kita baca dari potret di atas? para pemasak pemula seperti saya, mungkin hanya mengartikannya sebagai sepotong puding coklat -sebab diberi garnish irisan coklat blok- dan vla vanila yang tampak segar.

tapi bagi ahlinya, tak perlu lama menebak bahwa puding itu adalah puding yang gagal. vla yang pecah menandakan kesalahan mengolah. puding yang tampak kaku menunjukkan volume air minimal dari yang seharusnya. sementara itu sang kreator -saya- adalah pemula yang selalu sok-sokan ingin bereksperimen dengan resep yang telah tegas mengatur komposisi.

apa artinya itu semua? apakah menentang hukum resep adalah hal yang salah?

14.2.11

pemberontakan (isi) tahu


gorengan, entah kenapa bagi saya tak pernah membosankan. mungkin karena porsinya sebagai cemilan dan rasanya akrab di lidah. gorengan juga pas di segala suasana. saat hujan, gorengan menjadi kudapan sempurna untuk dinikmati ketika baru diangkat dari wajan. di tengah hari yang terik, gorengan disertai sambal atau cabai membuat kita sulit berhenti mengunyahnya.

satu hal lagi, bahan-bahannya sederhana, murah meriah, dan proses membuatnya tak perlu ruwet. bahkan dari satu resep, bisa jadi dua jenis gorengan. misalnya tahu berontak yang saya bikin ini, terafiliasi dengan bakwan alias ote-ote alias weci alias bala-bala. singkat kata, gorengan ini makanan yang memudahkan. mudah dibuat dan mudah dihabiskan :)

hikayat cabai dan tomat


saya adalah awam dalam pengetahuan ekonomi. itu sebabnya saya selalu punya banyak pertanyaan mengenai mekanisme pasar. saya memulainya dari dapur saya yang memiliki relasi erat dengan para figuran (bukan aktor) perekonomian, diantaranya adalah bakul sayur dekat rumah saya di perbatasan citayam-bojonggede dan para bakul sayur pasar minggu.

pertanyaannya adalah, mengapa harga cabai masih juga mahal tak masuk akal? ceu etin, sang pedagang sayur masih ogah menjual cabe rawit merah. dia bahkan tak melayani pembelian cabai hijau jika hanya disodori selembar seribuan. "nggak dapet kalo segitu neng!"

baiklah, cuaca masih tak menentu, dan masih bisa dijadikan kambing hitam: curah hujan berlebih-gagal panen-cabai sebagai komoditi mudah busuk dan alasan-alasan serupa. tapi pertanyaan selanjutnya, ketika mahalnya cabai masih bertahan, mengapa sebaliknya harga tomat (yang juga mudah busuk) kini justru anjlok tak masuk akal?

9.2.11

nasi merah digoreng..enak??

sejak menikah, saya mengikuti wak arie, menjadi penikmat nasi merah. saat membaca postingan piqa soal "menyelamatkan nasi kemarin" dengan mengolahnya menjadi nasi goreng, saya jadi kepengen :D (latah!!). tetapi, nasi yang saya harus saya "selamatkan" warnanya merah. enak ga ya, kalo digoreng? jawabannya nanti..sekarang, liat fotonya aja dulu...


apakah sama mengolah nasi putih goreng dengan nasi merah? ternyata enggak. karakter nasi putih dan nasi merah beda, jadi untuk masaknya pun ada beberapa hal yang saya pelajari. trus, enak ga? nantiiii...komen wak arie kita masukin di akhir yaa, untuk testimoni tentang nasi goreng ini...hahaha

8.2.11

rindu rindu bubur sumsum


ini bunyi mention twitter saya suatu pagi di bulan januari:

freudian83 : I HAVE THE BEST FRIENDS IN THE WORLD!! makan kolak bikinan @inggriedewe THX A LOT, Git, after bubur sumsum, now kolak :D muahh! cc @rafiqa

sepagi itu saya sudah dipameri makanan enak yang dinikmati ara yang sama-sama liputan di DPR bersama inggried. sebalnya, saya sudah lama merindukan bubur sumsum dan belum sempat membuatnya. "mana hayo postingnya?" protes saya pada inggried. tapi sayang sekali, sebelum inggried memotret, si bubur sudah keburu habis duluan. begitulah kalau makanan terlalu laris, hehehe...

7.2.11

asam pedas panasnya tom yam...

 

lagi-lagi terjebak hujan ya? cepat pulang saja deh, hehehe... maaf saya memprovokasi nih. tapi serius, cepat pulang lalu siapkan makanan yang asam pedas panas membara, misalnya tom yam seafood ini. lumayanlah buat menghangatkan badan yang letih.

kalau resep tom yam ala inggit menggunakan daging, mie, dan tofu, maka saya memilih komposisi tom yam yang umum, yaitu seafood. idealnya, terdiri dari cumi, fillet kakap, dan kerang. kalo udang kan dari tambak ya? jadi nggak masuk golongan seafood dong:)

tapi meski saya cuma punya udang dan cumi, tapi cukuplah untuk menciptakan aroma lautan dalam sup khas Negeri Siam itu. yang penting, asam, pedas dan panas :)


6.2.11

tumis "baybro" tahu kuah

memasak itu kadang bisa bosan juga ya, kalo yang dimasak itu-itu aja :D nah, setelah hampir seminggu saya masak bening bayam terus, suatu hari mulai terasa bosan. saya memang sedang dalam kondisi yang harus mengkonsumsi sayur-sayuran yang kaya zat besi. entah kenapa, senengnya cuma bayam aja dan selalu dibening. mau dilodeh, disarankan untuk tidak banyak mengkonsumsi makanan bersantan. akhirnya, jadilah sayur jadi-jadian ini. saya menumis bumbunya dan memberinya kuah : isinya tetap ada bayamnya, plus brokoli, dan tahu kuning. hemm..enakk..saya namakan saja "TUMIS BAYBRO TAHU KUAH" ..baybro = bayam brokoli :D



duh, meng-upload cerita masakan ini membuat jadi ngiler lagi (kebayang segernya), hehe...beneran seger!! ga percaya? coba bikin deh...caranya?? yuuuukkk :D

sambal ati-terong "merah bukan, ijo bukan"

ini masakan wak arie. keterbatasan cabe membuatnya mencampur semua stok cabe yang ada di kulkas : cabe merah, cabe ijo, rawit ijo, hehe... setelah jadi, bingung juga ini sambel apa ya? merah bukan, ijo juga bukan :D mungkin karena percampuran cabe-cabe itu, warnanya jadi ga jelas, hehe...but dont worry, rasanya, menurut saya tetap oke ..oya, ini yang disambel adalah ATI AYAM dan TERONG :)


hari itu, saya sedang mengalami krisis selera makan. sebenarnya, gejala ini bisa ditandai dengan semangat memasak yang menurun. untungnya, disaat seperti ini, wak arie, suami saya, menawarkan diri untuk mengolah masakan. karena dia tahu, saya lagi ogah jajan. saya memberikannya direction, apa yang harus dia kerjakan. dan hasilnya? not bad! terima kasih wak :)

4.2.11

mie rebus "ijo-ijo"

pengen makan mie instant yang sehat? diolah sendiri aja :D kayak yang saya bikin kali ini, mie rebus ijo-ijo...simple, cepet, mengenyangkan, bisa berkreasi sesuka hati dan yang pasti menyehatkan! siapa tau bisa menginspirasi :) saya namakan saja, "MIE REBUS 'IJO-IJO'"...

tapi hati-hati ini, di balik hijaunya, ada "hijau" ranjau alias rawit hijau!! cocok ni, buat sarapan atau kalo pas lagi iseng :D mengkreasinya juga membuat kita mengurangi konsumsi mie instant yang (katanya) sih sebaiknya dihindari :) ..mari mengintip bagaimana si "mie rebus ijo-ijo" dibuat....

3.2.11

gembung sambel ijo...kering!! :D

cerita si gembung ini seru juga. saat belanja bulanan, melihat ikan yang gemuk-gemuk. tanya sama mas-mas yang jaga, "bisa dibeteti (dibersihkan) sekalian mas?". ketika dia mengganggukkan kepala, langsung deh ambil 8 ekor yang ginuk-ginuk. 

"enaknya dibikin apa ya mas?," kali ini nanya ke wak arie.
"bikin balado gembung aja," katanya.
"enggak ah, di-SAMBEL IJO aja ya," kata saya *lho, ngapain nanya ya? hehe...


kebetulan, di rumah juga punya banyak stok tomat ijo yang kecil-kecil itu lo..enak banget kalo dibikin sambel ama cabe keriting ijo+rawit ijo...manteeppp..tapi berhubung lagi males nggiling, wak arie dapet jatah nggiling cabe :D

2.2.11

hangatnya hari hujan


hujan adalah momen yang kerap berkonflik dari balik jendela kendaraan pada hari kerja ibukota. hujan membawa emosi yang menggelegak: lengkingan klakson, genangan nan menjebak, deretan panjang kendaraan mampat, asap karbon... tak hanya tubuh, jiwa pun bisa lungkrah.

adakalanya memang kita tak bisa memilih dimana kita saat hari hujan. jika boleh, tentu pilihan yang paling mewah adalah hujan dari balik jendela rumah pada hari yang malas. hujan pada saat dan tempat yang tepat memberdayakan segenap indera untuk menikmati sekitar: pantulan titik air, bumi yang basah, dan aroma segar udara. dengan latar yang sempurna itu, makanan sederhana seperti singkong goreng hangat adalah kudapan yang juga sempurna.

1.2.11

menaklukkan lele


ada tiga kata yang menurut saya menggambarkan proses memasak ikan lele segar: pertama, ribet. kedua,  ribet. ketiga, ribet. hehehe...

sungguh, mengolah lele ribetnya ampun-ampun. kalau sang penjual tak melayani penyiangan ikan, jadilah itu lele mesti dibunuh dahulu dengan menggetok kepalanya. ugh, mengerikan dan kasihan... setelah itu, potong moncong kumisnya, dan bongkar isi perutnya. itu juga bukan perkara mudah sebab kulit lele bukan main licinnya.

ujung-ujungnya kadang jadi menyerah, beli matengnya aja deh... padahal memasak sendiri lebih banyak kelebihannya. paling tidak, lebih murah dan lebih bersih. meski begitu, kalau sudah rindu dengan lele goreng, lewatlah semua keribetan itu, jadilah tantangan baru buat saya: menaklukkan lele.

selamatkan nasi kemarin!


ketika nasi putih yang umurnya lewat 12 jam telah tak lagi membuat kita berselera, maka inilah cara yang jamak untuk menyelamatkannya: menjadikannya nasi goreng. alasannya tentu saja karena mudah, cepat, bisa dimodifikasi dengan berbagai lauk pauk, dan termasuk dalam kategori menu sejuta umat :)

saya juga suka memasak nasi goreng untuk memberdayakan nasi putih kemarin yang sebenarnya masih layak makan, namun citarasanya jelas telah berubah. apalagi jika disimpan dalam magic-com. kadang-kadang nasi berubah warna jadi kekuningan, adakalanya jadi lebih lembek dan adakalanya juga menjadi karak alias mengering. dibuang sayang, tak dibuang siapa yang mau makan?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...