26.2.11

cook free day 4: rujak kangkung


yakin ini rujak? hehehe... saya sendiri agak aneh dengan nama 'rujak kangkung'. kangkung ya kangkung, rujak ya rujak. memangnya bisa gitu ya mereka bersatu? mulanya saya ragu ketika suami saya -seperti biasa di hari bebas memasak- menawarkan menu ini. tapi ternyata bisa lho. dan kalau sudah mencicipi rasanya yang pedas segar, pasti langsung akur deh dengan embel-embel 'rujak'-nya.

sepintas, bumbu rujak kangkung agak mirip dengan rujak cingur karena keduanya mengandung petis. campuran makanan (terutama dari jawa timur) yang bentuknya semacam karamel, terbuat dari udang, kupang, atau pindang. untuk rujak kangkung dan rujak cingur, petis wajib ada hukumnya.


inilah rupa petis. yang paling depan adalah petis ikan, warnanya hitam pekat dan rasanya cenderung manis. sedangkan yang belakang, warnanya agak kecoklatan, adalah petis udang yang rasanya lebih asin daripada petis ikan. petis udang juga lebih mahal. tapi biasanya petis udang hanya menjadi campuran minimal, sebaliknya petis ikan adalah campuran yang lebih banyak dipakai dalam suatu masakan. bukan karena mahalnya, tapi karena untuk mendapat rasa petis yang pas, komposisinya memang harus begitu :)


rujak kangkung yang resepnya berasal dari mama mertua saya ini, bukan jenis masakan yang repot. bahan utamanya cuma kangkung yang dipotong-potong, dibelah batangnya, lalu dikukus sampai layu. bumbunya juga gampang:

- cabe rawit
- gula aren/gula merah
- terasi
- garam
- air asam jawa
- petis ikan dan petis udang


semua bumbu ini diulek halus. tambahkan sedikit air hangat agar petis mudah larut. mirip bumbu rujak cingur kan? bedanya, rujak cingur memakai irisan pisang batu mentah yang diulek kasar.


masukkan kangkung yang telah dikukus. aduk-aduk agar bumbunya merata ke seluruh penjuru kangkung.


meski namanya rujak, tapi tetap maknyus lho kalau mau dijadikan lauknya nasi. jangan lupa sertakan kerupuk ya. nggak afdol deh pokoknya kalau nggak sama kerupuk :)

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...