2.2.11

hangatnya hari hujan


hujan adalah momen yang kerap berkonflik dari balik jendela kendaraan pada hari kerja ibukota. hujan membawa emosi yang menggelegak: lengkingan klakson, genangan nan menjebak, deretan panjang kendaraan mampat, asap karbon... tak hanya tubuh, jiwa pun bisa lungkrah.

adakalanya memang kita tak bisa memilih dimana kita saat hari hujan. jika boleh, tentu pilihan yang paling mewah adalah hujan dari balik jendela rumah pada hari yang malas. hujan pada saat dan tempat yang tepat memberdayakan segenap indera untuk menikmati sekitar: pantulan titik air, bumi yang basah, dan aroma segar udara. dengan latar yang sempurna itu, makanan sederhana seperti singkong goreng hangat adalah kudapan yang juga sempurna.



meski tampaknya sederhana, membuat singkong goreng tak bisa diremehkan juga. mengolah singkong agar empuk, buat saya gampang-gampang susah. apalagi kalau singkongnya agak tua. makanya saya selalu penasaran kenapa singkong goreng yang dijual tukang gorengan bisa sangat empuk sekali. kalau ditanya rahasianya, mereka bilang cuma direbus sampai pecah, direndam air es, lalu digoreng lagi. tapi pernah suatu hari saya mencoba, hasilnya tak seperti yang mereka punya :( hiks

beberapa hari lalu, saya mendapat sekresek singkong hasil panen dari kebun ibu saya. lagi-lagi singkongnya setengah tua. tapi biarlah, ini berarti saatnya mencoba lagi membuat singkong goreng dambaan lidah, hehehe...

kali ini, saya memulainya dengan instruksi ibu saya: singkong dikukus terlebih dahulu sampai pecah.


kalau sudah dingin, rendam dengan air es. jangan lupa beri sedikit bumbu supaya gurih: bawang putih yang dihaluskan dan garam. tunggu kira-kira satu jam, lalu goreng dengan minyak panas.


sajikan hangat-hangat dengan minuman yang hangat juga...

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...