7.3.11

kejutan klepon


satu lagi makanan yang membawa romantisme masa kecil saya: klepon, jajan pasar berisi gula merah nan mengejutkan. adakalanya, klepon berisi gula merah yang banyak hingga muncrat cukup ekstrim saat kita mengunyahnya.

adakalanya, klepon terasa lowong karena gulanya minimal. mungkin sang pembuatnya mengondisikan demikian. atau mungkin sebab kulitnya tak rapat sempurna hingga isiannya bocor. tentu saja saya lebih suka klepon yang berlimpah gulanya. biarlah muncrat kesana-kemari saat melumatnya asalkan manisnya optimal.


ohya, makanan ini cukup dekat dengan saya tatkala masih bersekolah dasar. bu kasiyan, tetangga belakang rumah saya adalah penjual klepon. sore hari adalah jadwal pembuatannya. dini hari, klepon-klepon itu dijual di pasar kesiman.

saya sering berada di rumah bu kasiyan untuk bermain. dapur hitam penuh jelaga, aroma asap, kayu bakar, sungguh atmosfir klop untuk menghangatkan diri dari hawa desa trawas yang kerap menggigilkan badan.

tak hanya berjongkok dekat perapian, saya juga sering ikut-ikutan membuat klepon. saya paling senang membuat bulatan-bulatan klepon dan mencemplungkannya ke dalam panci besar. plung! kadang saya kena omel bu kasiyan juga kalau bereksperimen dengan adonan: membentuk klepon dengan bentuk semau saya. hahaha...

 

demi melepaskan kerinduan saya akan klepon, yuk ikutan membuat jajanan pasar itu bareng saya. bahan-bahannya adalah:
- 500 gram tepung ketan
- 50 gram tepung beras
- 8 lembar daun suji
- 1 sdt kapur sirih
- 1 sdm garam
- gula merah
- kelapa parut (kukus sekitar 30 menit supaya tak cepat basi)

seperti halnya daun suji yang menjadi pewarna bubur sumsum, maka daun suji untuk klepon juga berfungsi sebagai pewarna. cara membuatnya juga sama, daun suji diblender dengan 1,5 gelas air lalu saring. selanjutnya, masukkan kapur sirih. aduk-aduk sampai merata.


campurkan tepung ketan dengan tepung beras, beri garam, lalu aduk-aduk sampai rata. masukkan air daun suji yang telah diberi kapur sirih.


uleni adonan ini sampai merata dan tak ada tepung yang bergumpal. oiya, jangan pula terlalu lembek ya. sebab nanti si klepon akan jadi peot, hehehe...


adonan sudah jadi, siapkan panci lalu didihkan air. sambil menunggu air mendidih, ambil adonan kira-kira sebiji kelereng, pipihkan, kemudian masukkan irisan gula merah. rapatkan dan bentuk bulat seperti kelereng. langsung cemplungkan klepon ke dalam panci berisi air mendidih.


klepon yang telah mengapung berarti matang. gunakan saringan untuk mengambilnya. tiriskan sejenak lalu gulingkan di atas kelapa parut yang sudah dikukus.


jadilah klepon kenyal lembut yang menyembunyikan magma manis di dalamnya. hmmm....

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...