19.4.11

rempah ajaib


salah satu bagian paling menarik saat memasak bagi saya adalah saat mengendus aromanya. apalagi kalau masakan itu menggunakan rempah yang berlimpah. biasanya sih, salah satu indikator makanan enak adalah keharumannya. dan penguasa aroma masakan adalah bumbu yang tepat, royal, tapi pas.

sebagai penggemar masakan nusantara, saya juga selalu punya stok rempah di dapur dan seringkali memperbaruinya meski belum tahu akan dijadikan bumbu masakan apa, hehehe... kadangkala, saya iseng membeli rempah hanya karena senang lihat bentuknya yang lucu atau baunya yang unik.

rempah yang paling sering saya gunakan tiap hari adalah lada butir, yang muncul di banyak masakan, terutama aneka tumisan. yang juga selalu tersedia di dapur adalah biji pala dan cengkeh. kedua bumbu ini sangat penting terutama saat memasak sop daging sapi maupun sop kambing. tapi tak hanya untuk sop, biji pala maupun cengkeh juga bisa muncul untuk masakan berbahan ayam seperti ayam kecap remix itu lho.

selanjutnya, ada kayumanis dan kapulaga. kayumanis, tentu semua sudah kenal bentuk dan harumnya. saya paling suka kayumanis saat menjelma dalam kue khas arab peranakan yang bentuknya seperti biskuit bayi itu lho (aduh, saya lupa namanya). kapulaga, yang dari kejauhan seperti bawang putih (padahal dari dekat jelas beda jauh), biasanya dipakai untuk membumbui sop dan gule. nanti deh saya akan saya unggah cerita si gule berkapulaga :) menurut inggried, kapulaga yang harum ini selain untuk sop, juga sedap sebagai bumbu semur daging lho.


ada juga rempah yang bentuknya cantik dan berstatus mutlak untuk memasak gule. inggried menyebutnya 'kembang lawang', tapi saya mengenalnya dengan nama 'pekak'. bentuknya memang mirip kelopak bunga yang kaku kering. saya nggak tahu pohonnya seperti apa.


rempah yang saya juga nggak tahu rupa pohonnya adalah jintan. pokoknya tahu-tahu sudah ketemu si jintan ini di tukang sayur dengan tampilan mirip biji padi yang kempes. saya memakai jintan untuk membuat rawon.


mungkin masih banyak sekali rempah menakjubkan pemberi citarasa berbeda dalam masakan, yang belum saya kenal atau saya berdayakan dengan optimal. akan tetapi, saya merasa beruntung karena rempah-rempah ajaib itu gampang ditemukan di pasar tradisional, toko jamu, sampai hypermarket di sekitar kita, dengan harga yang masuk akal, bahkan cenderung murah meriah.

karena kemudahan dan kemurahan itulah, mengeksplorasi resep-resep masakan indonesia nan royal bumbu itu terasa sangat mengasyikkan. nggak kebayang deh kalau misalnya harus bermukim di negara barat :(

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...