20.4.11

sama tempenya, beda bumbunya


masih ingat posting inggried tentang saat-saat kami berjodoh soal menu dapur masing-masing? yang terakhir adalah cerita tentang inggried tempe mendoan medio maret kemarin. di hari yang sama, kami sama-sama bikin tempe mendoan dan melahapnya bersama sayur lodeh.

tentu saja kondisi demikian tak aneh juga. tempe kan makanan sejuta umat di indonesia. harganya sejuta umat, kecocokan rasanya juga sejuta umat. bahkan banyak juga yang mewajibkan tempe sebagai menu yang harus ada di meja makan setiap harinya. biarpun begitu, tempe nggak pernah membosankan karena lezat meski hanya digoreng biasa. tempe pun tak kalah pamor dengan makanan lain karena bisa diolah jadi berbagai menu.


salah satu olahan tempe yang banyak penggemarnya adalah tempe goreng tepung yang populer dengan nama lokalnya di jawa tengah sana, mendoan. aslinya tempe mendoan diiris tipis. kalau malas mengirisnya, bisa beli tempe tipis berbalut daun pisang di pasar tradisional. anehnya, suami saya lebih suka irisan tempe yang tebal. kalau begitu masih bisa disebut mendoan nggak ya?


meminjam kata inggried, lain dapur maka lain pula bumbunya. mendoan ala saya rupanya berbeda resep dengan mendoan inggried. kalau inggried memakai lada, maka saya memakai ketumbar untuk bumbu halusnya. selain itu saya juga menambahkan kunyit supaya warnanya kuning kinclong. bumbu lainnya: bawang putih, terigu, daun bawang, dan cara mengolahnya, semuanya tetap sama.


pilih resep yang mana? resep inggried boleh, resep saya juga boleh. karena kami berdua telah mengujinya, maka dijamin kedua resep ini meski bumbunya berbeda, tapi rasanya pasti tetap enak jua :)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...