27.5.11

harumnya pete... #hoax

what's in a name? that which we call a pete, by any other name would smell as sweet. -(shakespeare palsu)-
begitulah, kekuatan pete ada di harumnya. dan pete tanpa harum -eh maksudnya baunya- yang tajam semerbak, bagi saya bukanlah pete sejati. seandainya pete tak berbau, lantas apa yang bisa dibanggakan darinya? hehehe...

saya dan inggried cukup kompak dengan makanan bau-bau itu. saya penggemar pete, inggried juga suka pete (meski tak ada yang mengalahkan kecintaannya pada jengkol, hehehe). memang aneh ya si pete ini, sudah jelas bau, demikian pula residunya amit-amit minta ampun, tapi penggemarnya tetap banyak.


para penggemar pete punya banyak cara menikmatinya. ada yang menjadikannya sebagai pelengkap makanan, misalnya inggried memadukannya dengan ayam sambel ijo. saya juga sering mencampurkannya dengan sambel goreng ati dan kentang (nanti ya ngunggah ceritanya :).

yang tampak ajaib mungkin yang membakarnya lalu menjadikannya sebagai lalapan. pemandangan ini gampang ditemui di rumah makan sunda. tapi ada pula yang lebih ekstrim lagi, lalapan pete benar-benar menggunakan pete mentah, tanpa terlebih dahulu menggoreng atau membakarnya. gimana rasanya? "enak, krenyes-krenyes," kata salah satu tante saya yang gemar melahap pete mentah.

diantara berbagai gaya melahap pete, bagi saya sambal goreng pete adalah juaranya. bahannya murah, membuatnya mudah, tapi sensasi petenya, wihhh... merasuk pada indera perasa! hehe hiperbolis banget. tapi boleh dicoba kalau nggak percaya. bahan-bahannya cukup dihapal saja: pete, bawang merah, bawang putih, cabe rawit, tomat, gula, garam dan kecap.

cara membuatnya, tumis irisan bawang merah dan bawang putih sampai harum, masukkan pete, irisan cabe rawit dan tomat, gula, dan garam. tambahkan kecap dan sedikit air. dan selesai! ringkas banget kan?


salah satu alasan saya menyukai masakan ini, karena saya hanya perlu nasi putih hangat saja. saya tak perlu bantuan makanan lain. saya hanya perlu memusatkan pengecap pada nasi dan sambal goreng pete nan pedas.


menghayati makanan ini juga membawa ingatan pada masa kecil saya di trawas, jawa timur. rupanya ikatan batin saya dengan pete memang terbangun sejak kecil, masa yang paling  membebaskan hasrat menjelajah alam sekitar dengan penuh suka cita sebagaimana umumnya anak yang tinggal di desa.

salah satu fragmen ingatan itu adalah masa-masa bermain di kebun-kebun yang tak berpagar dan sarat belukar, lalu memunguti bunga pete yang berjatuhan sebab urung menjadi buah (teman-teman saya mengistilahkannya dengan pentol). bunga pete gagal ini bisa menjadi mainan feminin dan maskulin.

  *karena belum punya foto bunga pete, sementara pinjam dari flickr dulu :)

bunga pete dapat menjelma boneka dengan mencabut sebagian kuntumnya. ambil bolpoin lalu bikin gambar mata, hidung dan bibir di bagian dalamnya, jadilah sosok berambut kribo. sisi bagian dalam atau 'hati' bunga pete juga merupakan salah satu bahan bermain 'pasaran', 'masak-masakan' atau sejenisnya.

bunga pete yang ukurannya besar dan cukup berat, paling seru dipakai bermain perang-perangan. ayunkan tangkainya dan 'tung!' biarkan pentolnya menghajar kepala musuh dan kuntum luarnya runtuh jadi remah-remah. tenang saja, digetok bunga pete tidak sakit kok. hanya membuat kita kelihatan konyol saja, hehehe..

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...