24.6.11

daur ulang burjo 1


ini adalah cerita nafsu menggebu membuat bubur kacang hijau, alias burjo. berhari-hari saya memendam hasrat pengen makan bubur kacang hijau. tapi apa daya, abang penjual burjo tak pernah lewat depan rumah. maka jadilah saya bertekad membuat burjo sendiri.

saya membeli seperempat kilogram kacang hijau, merebusnya bersama daun pandan dan jahe, lalu menambahkan gula pasir saat kacang hijau mulai pecah. saya siapkan santan kental yang terpisah untuk dituangkan saat melahap burjo. hmmm... memang luar biasa rasanya kalau hasrat sudah kesampaian. hehehe...

eh tapi apa benar begitu? awalnya sih iya. tapi kok setelah santapan burjo sesi kedua, saya jadi agak malas melanjutkan pada keesokan harinya. mungkin karena bubur-buburan ini legit, maka rasa bosan seketika datang. hari ketiga, burjo di atas panci saya hangatkan saja karena belum termakan. hari keempat pun demikian. lama-lama, kuah burjo semakin susut dan nyaris lenyap. o o... apakah burjo ini akan saya buang? tentu saja tidak.


simsalabim, saya menyulapnya jadi es mambo. gampang bangetlah itu bikinnya. ambil sebagian sisa burjo yang sudah kental, tambahkan santan encer dan gula pasir, lalu aduk-aduk, rebus lagi dalam panci, matikan kompor, lalu biarkan mendingin. selanjutnya, tinggal masukkan dalam plastik es. gunakan corong biar gampang. ikat ujungnya dengan karet, kemudian bekukan dalam freezer.


es mambo tanpa perasa dan pemanis sintetis ini langsung digemari suami saya yang biasanya tak terlalu doyan burjo. setiap pulang kerja, yang pertama ditengok adalah freezer. tak sampai seminggu, ludeslah setumpuk es mambo zadul nan segar ini dari kulkas :)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...