9.6.11

tongseng


sering memerhatikan penjual tongseng? cara membuatnya tampak sederhana tapi membuat kepala saya jadi bolak-balik menengok. pertama, karena memasaknya pakai anglo, bukan kompor minyak atau gas, dan itu membuat cara memasaknya jadi kelihatan unik. kedua, karena tak sabar. matangnya memang nggak sebentar, dan kalau antrean pembeli banyak, masa penantian pun semakin panjang:(

sering menjajal tongseng membuat saya penasaran pengen bikin sendiri. makanya kali ini, saya mau mencontek resep tongseng ala warung sate jawa tengahan yang banyak tersebar di ibukota. tak ada anglo, tak masalah :)

hasil pencontekan saya, yang menjadi bahan dasar tongseng adalah daging yang sama dengan daging sate kambing. jadi tak melulu daging, melainkan juga lemaknya. langsung saja potong-potong daging kambing seukuran potongan daging sate, lebih besar juga nggak apa-apa.

selanjutnya, biasanya tukang tongseng memakai kuah gule sebagai kuah tongseng. hmm, artinya saya harus bikin gule dulu ya? baiklah, bumbunya bisa diintip di sini nih.


kalau kuah gule sudah tersedia, bisa langsung tancap gas deh masaknya. bumbu-bumbunya juga gampang kok:

-bawang merah dan bawang putih dikeprek
-cabe rawit diulek kasar atau diiris
-tomat hijau diiris
-lada bubuk atau lada butir yang dihaluskan
-garam
-kecap


mula-mula, tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum, masukkan potongan daging kambing, cabe rawit, lada, garam, dan kecap. kalau sudah setengah matang, tuang kuah gule dan masukkan irisan tomat hijau dan irisan kubis. tak sampai sepuluh menit, kubis pun layu, tongsengpun siap dihidangkan. pasangannya, nasi hangat yang teksturnya agak kering.


saya pernah mencoba tongseng ala warungan ini dengan kuah gule yang encer. hasilnya memang beda, jadi agak kesemur-semuran. lain kali, tentu saya akan mencoba resep tongseng yang tanpa kuah gule tapi tetap maknyus rasanya. ada yang mau menyumbang resepnya?

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...