4.7.11

ikan bakar yang tak dibakar


ikan bakar adalah makanan yang saya suka-suka-sukaaaa bangeeeet. seumur hidup saya nggak pernah dan nggak mau berpantang dengannya. waktu saya hamil dulu, banyak orang yang mewanti-wanti saya, jangan makan ikan bakar. tapi karena dokter kandungan saya mematok rumus 'asal tidak kebanyakan', maka saya pun dengan senang hati menjadikannya acuan :) kalau ibu hamil lain cuma bisa menelan ludah menahan diri dari nikmatnya ikan bakar, saya sebaliknya: serbuuuu!

tentu saja saya tidak menutup mata, bahwa makanan yang dibakar cenderung mengandung zat-zat karsinogen alias pemicu kanker. tapi ya ujung-ujungnya tentu soal pilihan. dan saya memilih tetap sehat dan tetap menikmati hidup dengan makan enak. hohoho maunyaaa... artinya, saya tetap tidak menolak makan ikan bakar, asalkan tidak menyantapnya tiap hari. hehehe...

masalahnya, setelah saya punya double-pan yang bisa dipakai membakar ikan itu, kok saya jadi pengen bikin ikan bakar tiap hari. sebabnya, membakar ikan jadi lebih gampang, nggak perlu heboh ngipasin dan nggak bau asap. proses paling lamanya cuma ngulek bumbu. sisanya bisa disambi dengan pekerjaan lain karena membakarnya nggak perlu ditungguin terus. tau-tau, "lho, sudah matang!" :)


hahaha... berlebihan banget sih. sebenarnya, yang namanya masak ikan selalu ada proses ribetnya. paling tidak, saat memulainya kita mesti membersihkan isi perut. membuat ikan bakar dengan double-pan hanya mengurangi sedikit keribetan pada satu tahapan saja: saat membakarnya. dan karena double-pan tidak menghasilkan aroma asap khas laiknya masakan bakar, harap maklum jika hasilnya tak selezat ikan bakar beneran. double-pan ini cuma menghasilkan efek seolah-olah dibakar, padahal mungkin hakikatnya ikan itu dipanggang.

tapi biarlah, saya akan tetap menyebutnya ikan bakar karena saya suka melihat hasilnya yang agak gosong menggoda itu. yuk, pasang celemek, mari mulai menyiapkan bahan-bahannya...


ikannya, saya pilih ikan kembung (inggried menyebutnya ikan gembung). ikan yang sudah dibersihkan, diberi perasan air jeruk nipis dan oleskan sedikit garam. ngomong-ngomong ikan kembung, saya selalu mendapat rekomendasi memilih jenis ikan kembung yang matanya tidak terlalu melotot, seperti ikan yang fotonya di paling atas posting ini. konon lebih enak. tapi saya juga sudah mencoba membakar ikan kembung yang matanya agak melotot dan ikan kembung yang tidak melotot. dan saya merasa tidak menemukan perbedaan rasanya

bumbu halusnya,
-7 siung bawang merah
-5 siung bawang putih
-10 buah cabe merah keriting
-terasi
-gula dan garam

siapkan juga:
-daun salam
-sereh
-kecap
-saus tiram
-saus tomat

jadi, bumbu halus ini ditumis sampai harum. selanjutnya, tambahkan daun salam, sereh kecap, saus tiram dan saus tomat. aduk-aduk sampai semakin harum. kalau sudah cukup matang, sisihkan.


sementara itu, siapkan double-pan. oles dengan sedikit margarin, panaskan sekitar lima menit. susun ikan, tutup double-pan, masak sekitar 15-20 menit dengan api kecil. lalu balik sisi lainnya hingga hampir matang. yang saya maksud hampir matang adalah ikannya udah mulai agak mirip ikan goreng dan tidak gosong loh yaaa. jadi ya patokan waktunya bisa disesuaikan saja dengan hasil mengintip ikannya, hehehe...

selanjutnya, oleskan bumbu yang sudah ditumis tadi ke seluruh permukaan ikan. tutup lagi double-pan dan masak sekitar... aduh saya lupa berapa menit. mungkin 5-10 menit. pokoknya kira-kira wujud si ikan sudah mirip ikan bakar, ada sedikit gosongnya gitulah. yang pasti jangan sampai mengakhiri membuat ikan bakar ini dengan mematikan kompor namun tidak membuka tutup double-pan-nya. bisa-bisa ikannya bakal gosong hitam legam karena kepanasan!


yang terakhir, siapkan sambalnya. paling gampang sedunia deh. tinggal iris-iris cabe rawit dan tomat. tambahkan kecap, air jeruk limau dan cemplungkan juga irisan jeruk limaunya. boleh juga ditambahkan irisan bawang merah, dan... sudah jadi lhooo...


coba, ikannya masih panas, sambelnya pedes seger. coba, siapa yang nggak ngiler? yakin mau berpantang tak makan ikan bakar?

4 comments:

  1. makasih share nya kawan, salam kenal.

    ReplyDelete
  2. siiiip, mantep deh,,ntar mau bikin aaaahhhh,,mksh yaa buuuu sharenya...

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...