27.10.11

bikin cake tanpa mixer tanpa oven?


saya adalah pemasak pemula. jadi jangan kaget kalau peralatan memasak saya pas-pasan. rak piring saya imut-imut, piring dan gelas pun bisa dihitung. saya punya satu penggorengan, satu wajan teflon, satu double pan, satu dandang, tiga panci -yang satu hitam legam akibat lupa mematikan kompor saat menghangatkan kaldu.

oiya, saya punya oven listrik hadiah dari kawan saya, anita. sayangnya, oven bagus itu belum bisa saya gunakan lebih optimal karena daya listrik di rumah saya yang cuma 900 VA. kalau saya mau pakai oven, mesti mengungsikannya ke rumah ibu saya, agar tak heboh menonaktifkan sejumlah perangkat elektronik (sekalian meminjam mixer). nah yang namanya mengangkut oven itu ribet saudara-saudara!

namun meski perkakas terbatas, saya juga tetap bisa seru-seruan bikin cake di rumah sendiri lho. misalnya cake pisang yang membuatnya gampang banget ini, tanpa memakai mixer dan tak mesti dipanggang di oven. seru kan?

25.10.11

moluska terlarang, menggoda iman


tentu saja sebagai pemasak rumahan, saya selalu berusaha untuk menyajikan makanan sehat. syarat mutlaknya: tanpa bahan adiktif semacam MSG maupun pewarna makanan. selain itu, tentu saja mengurangi pemakaian bahan-bahan instan yang menjanjikan kemudahan namun berisiko pada kesehatan. namun adakalanya, saya menjadi pemasak bandel saat menginginkan makanan yang tidak sehat, misalnya kerang hijau ini.

seumur hidup saya, bisa dihitung berapa kali saya menyantapnya. kerang hijau yang dipasok dari teluk jakarta ini tidak layak dikonsumsi karena telah tercemar logam berat. moluska yang sebenarnya banyak mengandung gizi ini dapat ditemui di pasar dengan kondisi sudah dipermak sedemikian rupa dengan pewarna oranye, demi memuaskan mata dan melenyapkan bau amis. maka, musnahlah gizinya dan status terlarang sudah mutlak tak terbantahkan :(

tapi mungkin justru karena terlarang itulah, godaan menyantap kerang semakin menjadi-jadi. aduuuh, saya tidak tahan. saya menyerah, saya harus membuatnya sekaliii ini saja...

7.10.11

oleh-oleh mudik


selalu ada makanan yang dirindukan setiap lebaran. di keluarga saya, biasanya ada rendang, opor ayam, dan ketupat bergandeng sayur sambel godok alias pepaya muda. di keluarga suami saya, mudik lebaran berarti rujak kikil, pentol, sate kelapa, tahu campur, sate pentol, kupang lontong, dan buanyaak lagi.

lebaran kemarin, saya mudik ke porong, sidoarjo, yang identik dengan lumpur lapindo itu (kampung suami berada sekitar 3 kilometer dari area semburan lumpur). di sanalah saya menjajal makanan jawa timur yang tidak gampang didapat di jakarta. kalaupun bikin sendiri, biasanya bahan-bahannya tak sekomplit di daerah asal. makanya selama di porong, tiada hari tanpa makan enak, mulai yang dibikin oleh ibu mertua, sampai yang jajan di pinggir jalan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...