27.10.11

bikin cake tanpa mixer tanpa oven?


saya adalah pemasak pemula. jadi jangan kaget kalau peralatan memasak saya pas-pasan. rak piring saya imut-imut, piring dan gelas pun bisa dihitung. saya punya satu penggorengan, satu wajan teflon, satu double pan, satu dandang, tiga panci -yang satu hitam legam akibat lupa mematikan kompor saat menghangatkan kaldu.

oiya, saya punya oven listrik hadiah dari kawan saya, anita. sayangnya, oven bagus itu belum bisa saya gunakan lebih optimal karena daya listrik di rumah saya yang cuma 900 VA. kalau saya mau pakai oven, mesti mengungsikannya ke rumah ibu saya, agar tak heboh menonaktifkan sejumlah perangkat elektronik (sekalian meminjam mixer). nah yang namanya mengangkut oven itu ribet saudara-saudara!

namun meski perkakas terbatas, saya juga tetap bisa seru-seruan bikin cake di rumah sendiri lho. misalnya cake pisang yang membuatnya gampang banget ini, tanpa memakai mixer dan tak mesti dipanggang di oven. seru kan?


bermula dari pisang matang yang teronggok bosan di atas meja. saya pun mencari resep yang tak terlalu sulit pembuatannya, dan saya menemukan cake pisang coklat dari detikfood berikut ini:

bahan:
3 buah (400 g) pisang ambon tua, haluskan
60 ml minyak sayur
200 ml susu segar
1 butir telur
½ sdt vanili bubuk

campur jadi satu:
280 g tepung terigu
2 sdm cokelat bubuk
100 g gula pasir halus
½ sdt garam 

taburan:
150 g chocolate button


cara membuat:
  • semir loyang loaf 20x10x8 cm dengan margarin lalu taburi tepung terigu.
  • campur pisang halus dengan minyak, susu dan vanili hingga rata. sisihkan.
  • aduk campuran pisang dengan campuran terigu hingga rata.
  • masukkan chocolate button, aduk rata.
  • tuang adonan ke dalam loyang lalu ratakan.
  • panggang dalam oven panas 180 C selama 30 menit hingga matang.
  • angkat, dinginkan.


sejumlah bahannya tak tersedia di dapur saya. dan jadilah saya mengotak-atik resep ini: meniadakan unsur coklat bubuk dan chocolate button. saya menggantinya dengan keju cheddar parut. dengan demikian, kelak ia bernama cake pisang keju :)


oiya, saya juga tidak memanggangnya di dalam oven, melainkan dengan double pan. ini juga dari rekomendasi google yang menyebut banyak pemasak membuat cake pisang dengan double pan, dan hasilnya lumayan juga kok.

cara memanggangnya, mula-mula double pan diolesi dengan margarin tipis dan ditabur terigu, lalu masukkan adonannya. berapa lama memanggangnya? nah, karena hitungan waktu memasak dengan double pan ini tidak seakurat oven, jadi saya pakai cara manual saja, menusuk cake dengan garpu atau tusuk sate. kalau masih lengket, berarti belum matang. saya juga membalik cake ketika satu sisi telah matang.


begitu cake ini matang, hmmm... harum pisangnya terasa. cuil sedikit, enak! sayangnya, tampilan tak sekinclong cake yang keluar dari oven. karena sempat dibolak-balik, keju cheddar parutnya jadi luruh ke adonan dan tak nongol sama sekali. untuk mengakalinya, saya olesi permukaan cake dengan margarin (kalau punya whipped cream tentu lebih seru). kemudian saya taburi keju cheddar parut lagi deh.

simsalabim, jadi cantik kan?

13 comments:

  1. sepertinya boleh dicoba bu?saya ijin masak dengan cara ini y bu-ibu?

    ReplyDelete
  2. saya udh cobain, tp kyknya loyangnya kurang lebar, jd bagian tengah gk semateng pinggirannya, agk lengket :( tp kata suami enak :S bingung jg saya heheeh

    ReplyDelete
  3. emangnya dipanggang di oven apa pake double pan? btw enak dong punya suami yang dimasakin apa aja doyan :)

    ReplyDelete
  4. lagi meratapi dosa gara-gara lupa ultah adek sendiri, terus search resep kue ultah buat menebus kesalahan. heeee.. nemu blog ini!hehengng... seru nih yang nulis. nggak cuma tertarik ambil resep,tp jg seru-seruan bca kyak lg nemenin ibuk-ibuk curhat sambil masak di dapur.
    aku pengen cobak deh, tante. di rumahku juga nggak ada oven *apalagi di kos TT___TT
    kalo nggak ada doublefan jg, bs pke teflon nggak?

    ReplyDelete
  5. Kok telurnya gak disinggung-singgung di proses pembuatan?????

    ReplyDelete
  6. - belom pernah nyoba pake teflon, mungkin bisa tapi ditutup rapet kali yaa
    - wah iya, thanks udah ngingetin. mohon maklum itu resepnya kan kopas detikfood sesuai asli gak pake diedit, hahaha... yg pasti telurnya saya aduk di sesi pertama mencampur pisang dengan minyak, susu, dan vanili

    ReplyDelete
  7. Klau gk pakek pisang bagaimana??

    ReplyDelete
  8. wah... enak nie, sya boleh cba ya untuk lebaran ntr? kn banyak tu kluarga yg pada dtang,

    ReplyDelete
  9. ikut blajaaaaaaaaaaaaaaaaar ya bu????

    ReplyDelete
  10. ngikut coba resepnya ya buuuu....

    ReplyDelete
  11. Kl lihat di toko, sekarang banyak oven yg mengklaim 'low watt', let's say under 500W. Kenyataannya tidak demikian menurut pengalaman saya : seringkali klaim daya itu adalah daya setelah oven running beberapa lama (temperatur oven sudah agak stabil), sedangkan 'tarikan awal'-nya bisa narik daya sekitar 2x lipatnya. Ini yg bikin masalah.
    Tp pabrik oven jg nggak kalah pintar, mereka berinovasi dgn oven yg memang tarikan awalnya cukup rendah (700-an W) dgn cara menggunakan heater/elemen pemanas yg lebih kecil. Konsekuensinya : waktu panggang akan lebih lama karena memang heat output oven tsb lebih rendah daripada yg semestinya. Ada plus minusnya sih memang. Begitu kata suami sy yg kerjaannya memang jd tukang insinyur pabrik alat dapur elektronik :-)

    ReplyDelete
  12. Saya coba membuat hasilnya oke bangeeeett

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...