1.2.11

menaklukkan lele


ada tiga kata yang menurut saya menggambarkan proses memasak ikan lele segar: pertama, ribet. kedua,  ribet. ketiga, ribet. hehehe...

sungguh, mengolah lele ribetnya ampun-ampun. kalau sang penjual tak melayani penyiangan ikan, jadilah itu lele mesti dibunuh dahulu dengan menggetok kepalanya. ugh, mengerikan dan kasihan... setelah itu, potong moncong kumisnya, dan bongkar isi perutnya. itu juga bukan perkara mudah sebab kulit lele bukan main licinnya.

ujung-ujungnya kadang jadi menyerah, beli matengnya aja deh... padahal memasak sendiri lebih banyak kelebihannya. paling tidak, lebih murah dan lebih bersih. meski begitu, kalau sudah rindu dengan lele goreng, lewatlah semua keribetan itu, jadilah tantangan baru buat saya: menaklukkan lele.

selamatkan nasi kemarin!


ketika nasi putih yang umurnya lewat 12 jam telah tak lagi membuat kita berselera, maka inilah cara yang jamak untuk menyelamatkannya: menjadikannya nasi goreng. alasannya tentu saja karena mudah, cepat, bisa dimodifikasi dengan berbagai lauk pauk, dan termasuk dalam kategori menu sejuta umat :)

saya juga suka memasak nasi goreng untuk memberdayakan nasi putih kemarin yang sebenarnya masih layak makan, namun citarasanya jelas telah berubah. apalagi jika disimpan dalam magic-com. kadang-kadang nasi berubah warna jadi kekuningan, adakalanya jadi lebih lembek dan adakalanya juga menjadi karak alias mengering. dibuang sayang, tak dibuang siapa yang mau makan?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...