19.2.11

romantisme rawon


makanan ini sangat romantis buat saya. selalu membuat saya jadi rindu dengan kampung masa kecil hingga remaja saya di trawas, jawa timur, yang berada di seputar kaki gunung welirang. di trawas yang selalu dingin meski hutan dan sawahnya semakin hari semakin minim, luar biasa nikmatnya menyeruput kuah rawon nan panas.

rawon muncul dari segala penjuru peristiwa keseharian di sana. sebagai menu sarapan di rumah, di warung-warung sederhana, di restoran yang biasa jadi tempat makan wisatawan dari luar kota, juga sebagai menu lazim yang dinikmati tatkala bowoh alias kondangan. yang selalu saya ingat dari rawon khas trawas adalah rawon yang dimasak di atas tungku, hingga menyertakan harum asap kayu bakar yang menelusup dalam aroma kuahnya. hmmm....

lain dapur, lain pepesnya

resep itu bisa jadi tercipta karena tradisi. maka, lain dapur, bisa lain juga resepnya. karena setiap keluarga, setiap dapur, punya resep yang berbeda, sesuai tradisi di keluarga. meskipun, nama masakannya sama. ini masakan "pepes ikan" dua minggu lalu. baru kali ini sempat mengunggahnya. setelah dilihat-lihat, ternyata beda dengan resep pepes tahu dan pepes jamurnya piqa..ah, itulah kekayaannya. berbeda, tapi saya yakin sama yummy-nya :) pepes saya warnanya kuning karena pake kunyit :D



pepes yang saya bikin : PEPES IKAN GEMBUNG DAUN SINGKONG. pepes yang biasa dibikin oleh ibu saya dan jadi kegemaran keluarga. apa bedanya dengan pepes piqa? 

pepes ini dan pepes ala piqa, secara garis besar sama. cuma, pepes piqa enggak pake kunyit. kalo saya, pake kunyit. nah, bedanya sih cuma di warna dan isinya :) enggak ada perbedaan signifikan. tapi, bisa dicoba dua-duanya...hehe...yuk, intip pepes ala saya!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...