22.4.11

brokoso-brokopap


ini nih sayur favorit saya: si keriting brokoli. masaknya pun gampang. jangankan ditumis, dikukus saja sudah menggugah selera. di-mix and match dengan sayuran lain juga seru. inggried misalnya, menjodohkan brokoli dengan bayam dan tahu kuning, yang hasilnya juga maknyuss. resepnya bisa diintip di sini.

kalau dari dapur saya, yang paling sering muncul adalah paduan brokoli dengan irisan bakso, jadilah brokoso alias brokoli bakso. cuma tumis biasa tapi bikin lahap makan. apalagi bumbunya juga tak repot, cukup bawang putih dan bawang bombay dicincang, serta lada bubuk.

semur jengkol antibau


komentar kembali ramai saat saya mengupload album foto "edisi JENGKOL" di facebook. olahan jengkol kayaknya memang belum jadi pilihan umum ya. mungkin karena baunya. untung saya dan piqa sama-sama suka jengkol :D jadi ga ada yang protes kalo upload cerita serba jengkol...hahaha..

nah, semur jengkol ini jadi olahan jenis keempat dalam eksperimen jengkol saya. sebelumnya, pernah bikin jengkol tokok, rendang jengkol dan sambel jengkol. monggo, mampir di album khusus "all about jengkol" :)

pertanyaan yang awam muncul, "ih, ga bau ya?". biasanya, kalo ada pertanyaan gini, saya dengan semangat njelasin trik supaya mengurangi bau jengkol ini. seperti pernah diceritakan di tulisan-tulisan sebelumnya, ketika merebus dicampur dengan daun jambu atau arang atau daun jeruk. tapi, kali ini saya coba trik lain yang saya dapet dari tetangga depan rumah ketika saya membeli sekantung jengkol dari tukang sayur yang lewat depan rumah.

"kalau saya, biar enggak bau, air rebusannya diganti bolak balik, mbak. buang, ganti, buang, ganti," kata si ibu.

wah, wah, boleh juga ni dicoba. dan untuk semur jengkol ini, saya pun mempraktikkannya. hasilnya? it works!! ga ada bau yang menyengat... (tapi sejujurnya, saya suka yang baunya menyengat, hahaha)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...