27.12.12

cupcake pertama saya


taraaaa... akhirnya saya bikin cupcake beneran. pakai resep cupcake beneran, bukan jadi-jadian seperti cake pisang dalam cup yang kemaren itu. kesan pertama pada cupcake beneran ini adalah bikin gemes. alasannya sederhana: karena cup-nya lucu-lucu dan frostingnya berpenampilan menggoda.

nah kalau soal rasa, yang kali ini saya bikin kayaknya cocok banget untuk penggemar keju karena benar-benar penuh dengan keju luar dalam. kalau saja rumah saya tak jauh dari apartemen inggried, pastilah dia orang pertama yang akan saya kirimi cupcake ini.

26.12.12

macaroni schotel pelangi keju untuk #aga (edisi bayi 8+)

sejak aga (jagoan saya) mulai mpasi (makanan pendamping asi) tiga bulan lalu, jadi semangat bikin aneka makanan bayi. tapi karena belum sempet-sempet, cerita dan resepnya belum juga dibagi :). kali ini, ketika aga sudah memasuki usia 8 bulan, makanannya sudah bervariasi. sudah bisa kenalan dengan keju dan kawan-kawannya, produk turunan olahan sapi. ah, senangnya. ini salah satu cerita olahan masakan untuk aga.

saya beruntung terhubung dengan sebuah komunitas, mamaperah, ibu-ibu yang masih konsisten memberikan asi untuk anaknya, walau pun bekerja. biasanya, mereka juga lanjut memberikan makanan yang sehat dan alami sebagai pendamping asi. jadi seringlah berbagi pengalaman. saat cerita bayi saya sudah 8 bulan, salah seorang ibu mengingatkan, "wah, baby-nya udah bisa kenalan dengan pasta mom". oh iya! sebelumnya, padahal saya sudah mengingat-ingat, masuk delapan bulan, aga sudah bisa kenalan dengan pasta dan plain cheese.

pas libur minggu kemarin, akhirnya kepikiran membuat schotel ini. makanan favorit saya dan suami, andalan juga sih, hahaha...tapi, karena untuk bayi yang masih di bawah satu tahun, rulesnya: no gula garam, dan mencari sumber-sumber yang lebih sehat untuk menghadirkan rasa manis dan gurih di dalamnya :)

15.12.12

insiden banana on cup (cake)



sebentar ya, jangan tertipu. buah stroberi itu sama sekali tidak berkaitan dengan konten cake dalam cup itu. serius. penampakannya mirip cupcake, atau mungkin muffin. oh padahal mah bukan. sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan stroberi.

ini cuma cake pisang versi sedikit beda saja dari resep cake pisang yang dulu pernah saya bikin, yang kemudian diidam-idamkan hans, temannya dapurduaistri, yang sayangnya belom kesampean (dan ditukar schotel). jadi, judulnya tetap cake pisang. lalu kenapa dia nangkring dalam cup-nya cupcake meski bukan berasal dari resep cupcake?

12.12.12

cook free day 5: jantung pisang dari jantung hatiku

 

sebelumnya, mohon maaf jika judul posting ini lebay, hehehe... udah lamaaaa banget ya nggak ada posting cook free day. padahal mah saya masih sering dimasakin sama bojo, cuma ya itu, motretnya kadang males. maklum, kamera sudah uzur dan mulai bermasalah. dikit-dikit minta ganti baterai (padahal baru diisi alkaline baru). setiap mau memotret, saya mesti mengumpulkan semangat empat-lima.

namun, kali ini menu racikan suami cukup ajaib bagi saya. bahan utama masakannya adalah jantung pisang, atau dalam bahasa jawa timur akrab disebut dengan ontong. bukan hal baru sih, karena saya sering mendengar jantung pisang ini bisa dijadikan lauk. tapi ibu saya belum pernah membuatnya, makanya saya juga jadi penasaran. jadi ya okelah saya bela-belain bongkar pasang baterai kamera.

11.12.12

cookie monster



cak mad (2 tahun 5 bulan), anak saya yang sulung itu, saat ini sedang seru-serunya belajar huruf alfabet. dia memang belum pernah ikut pre-school, PAUD, maupun sejenisnya, tapi selalu antusias saat diajak main tebak-tebakan huruf yang otomatis membuatnya jadi hafal ini huruf apa dan itu huruf apa. huruf favoritnya adalah A, B, C, H, O, P, S, T, U, X, dan Z. semuanya yang versi kapital.

tentu saja yang sueneng setengah mati adalah emaknya ini. anak yang mau belajar tanpa dipaksa tentunya bikin bangga. dan saking suenengnya si emak, lantas tercetus ide untuk bikin cookies alfabet. padahal, segala tetek bengek perkukisan (mulai dari bahan sampai cetakan), tak satupun tersedia di dapur.

8.12.12

terong bakar super gampang

kangen banget sama "rumah" ini. selama setahun, bisa dihitung dengan jari berapa cerita yang saya bagi. delapan bulan menerima kehadiran si kecil, menjadikan hari-hari lebih banyak bersamanya. memasak sih tetap, hanya menyisihkan waktu untuk berbagi cerita di sini, yang susah :D kalo libur maunya pegang anak terus, ga sempet buka laptop, hehehe

ini juga menyempatkan sesaat di sela macul. eh, udah prolognya ya! kali ini saya berbagi cerita lama. tentang si TERONG BAKAR.

ceritanya, sekitar september lalu, saya dan Piqa makan bersama seorang sahabat, ARA, yang akan berangkat ke Newcastle untuk menimba ilmu *ngiler. makan di resto yang harga kaki lima, rasa bintang lima ceritanya. kalo makan di sini, saya selalu pesan TERONG BAKAR. setelah beberapa kali, penasaran juga untuk nyoba bikin sendiri...

akhirnya, maaf ya, saya lagi agak males numbuk bumbu sendiri. jadi, pas ke pasar, beli bumbu ayam bakar aja :D spekulasi ini sih, namanya aja BAKAR, pasti pake ramuan BAKAR juga...beli bumbu seribu perak doang. bikinnya super gampang!

maaf juga, fotonya kurang ciamik. maklum, abis masak sekarang buru-buru maen ama si kecil. jadi ga sempet menghias atau nyiapin SLR. hahaha. pake kamera hape saja :)

25.11.12

gudeg tanggung


sebenaranya, lebih afdol jika inggried yang menulis cerita tentang gudeg. sebagai orang jogja tulen, tentu beliau lebih paham tetek bengek pergudegan yang lezat mantap. sedangkan saya? saya cuma keturunan jogja (yang tidak tinggal di jogja), lahir di jakarta, dengan campuran aceh, namun banyak menghabiskan masa kecil hingga remaja di jawa timur. *jadi saya orang mana nih??

tapi ya tidak ada salahnya juga kan kalau saya coba-coba resep gudeg sebagaimana yang biasa dibikin ibu saya. agak ragu juga sih menyebutnya gudeg, karena gudeg ala ibu saya ini nggak kering banget, warnanya juga tidak terlalu pekat. tapi dibilang gulai nangka (seperti yang biasa dimasak orang padang itu) juga bukan, karena rasanya manis. juga tak termasuk sayur tewel ala orang jawa timuran. jadi, kita sebut saja gudeg tanggung :)

23.11.12

akibat gemas pada paprika


paprika itu lucu ya? hehehe... kalau melihat paprika nongol diantara dagangan mas-mas tukang sayur di komplek sebelah, saya suka agak lebay. kalau nggak saya beli (setelah itu keriput dalam kulkas, tak tersentuh karena bingung mau dimasak apa), biasanya saya towel-towel. seandainya saja paprika ini semacam buah manis krenyes-krenyes...

suatu hari berjumpa dengan paprika lagi, saya membelinya (lagi). tapi kali itu, saya sudah punya misi masakan apa yang akan saya masak dengan si merah centil ini.

22.11.12

tim bawal


masih dalam rangka memanjakan kemalasan, masakan ini tergolong sederhana. tak aneh-aneh mengolahnya. iris-iris cemplung dan selesai. eits, jangan meremehkan yang sederhana. buktinya anak saya suka kok. hehehe...

masakan yang minim bumbu seperti masakan ini tentu saja ada syaratnya. sebagai tim ikan bawal, maka ia harus ikan bawal yang segar. kalau ikannya sudah segar, hanya dilumuri garam saja, pasti tetap terasa lezat. itu sudah hukumnya seafood (gaya!).

21.11.12

kebab malas


akhir-akhir ini saya jarang sekali menjajal resep yang terlalu heboh. alasannya banyak, mulai dari bawaan perut yang ogah-ogahan berjumpa bau bawang, kesibukan ini itu yang mengada-ada (hahaha) dan paling utama: karena malas.

okelah, malas. tapi biar malas, banyak alternatif mengolah makanan sendiri dengan tetap peduli gizi. misalnya kebab ala saya ini. lumayan sehat lho, ada sayurnya, ada proteinnya, ada karbohidratnya. rasanya juga segerrr...

20.11.12

makanan mewah zadul



walah! ternyata banyak sekali posting lama yang belum saya unggah dan tersimpan rapi di folder draf. yang satu ini salah satunya (lihat saja, watermark fotonya masih tahun 2011). tapi, tak ada resep yang tak ketinggalan zaman. kalaupun menunya terhitung zaman dulu, atau dibuatnya sudah lama, tetap penting didokumentasikan. apalagi, masakan ini adalah salah satu masakan khas yang sering nongol di banyak momen hajatan.

konon, sambal goreng hati adalah makanan zaman dulu yang cukup mewah (bagi orang-orang yang bukan berduit seperti keluarga saya tentunya). mungkin karena proses membuatnya agak ruwet, tidak salah juga jika makanan ini terasa mahal di lidah (eh, ada gitu ya rasa 'mahal'??).

19.11.12

tergoda tortilla


suatu hari saya melewati rak makanan beku dan mendapati roti tortilla impor yang membuat saya penasaran. sepertinya lucu juga sesekali memakai bahan yang berbeda. pilihan resepnya, seperti biasa, mengacu pada stok dalam kulkas. saya menemukan: daging sapi giling, tomat dan paprika.

setelah berburu mencari kira-kira mana resep yang cocok dengan bahan-bahan yang ada di kulkas, akhirnya saya menemukan pilihan resep majalah femina yang saya comot dari sini.

18.11.12

rahasia menjes

 
ssttt, ini rahasia. jangan sampai ketahuan ibu saya. dulu waktu saya masih sekolah dasar, saya sering jajan tempe menjes (atau menjos, atau ada juga yang menyebutnya tempe gembus). kalau sampai ibu saya tahu bahwa anaknya sering jajan menjes (lengkap dengan cocolan sambal petis), wah beliau dijamin marah besar.

banyak banget alasan ibu saya. pertama, dari warnanya yang kehitaman sudah mutlak status tempe yang berasal dari limbah, ampas pengolahan tahu/tempe yang menurut ibu saya lebih ampas dari oncom. jadi, dari mana gizinya? kedua, kalau masih bisa makan tempe, kenapa harus beli menjes? ketiga, sambal petisnya kan kotor. keempat, tahu nggak kalau banyak kasus keracunan tempe menjes?

sementara alasan saya bandel makan menjes tak lain tak bukan adalah: karena enak! :-)

16.11.12

hai hai fuyunghaiiii...



membayangkan fuyunghai ini rasanya nostalgia banget buat saya. karena sepertinya sudah jaraaaaaang sekali saya makan fuyunghai. masa-masa melahap fuyunghai adalah enam tahun lalu, saat saya masih kuliah S1. lokasinya adalah kantin fakultas ekonomi yang tampaknya sekarang sudah bukan kantin lagi.

kenapa selama enam tahun terakhir saya nyaris tidak pernah makan fuyunghai, ya karena saya bukan penggemar berat fuyunghai, hehe... dulu sih sering beli karena kadang bosan dengan menu-menu yang lain. tapi sekarang, mau beli fuyunghai kok males ya. rasanya kayak beli telur dadar doang (masa bikin telur dadar sendiri nggak bisa?)

30.8.12

bukan sarden kalengan



siapa yang tak suka sarden kalengan? saya suka. bohong kalau saya bilang tidak suka. hampir semua makanan kalengan selalu punya godaan: praktis dan enak, rasanya pas. tapi godaan itu sepadan juga dengan risikonya yang seperti ini dan seperti ini.

terus terang, saya bukan orang yang saklek dengan makanan, harus benar-benar alami, harus benar-benar higienis, harus benar-benar bergizi, dll. adakalanya nafsu lidah ini saya akomodir dengan makanan yang kurang sehat. tapi tentu saja, sebisa mungkin mengurangi risiko-risiko dari makanan yang tidak saya ketahui persis asal-usul bahan dan proses membuatnya. salah satu caranya, dengan membuat sarden rumahan ini.

29.8.12

puding puding centil



puding ini centil sekali ya? ada buah stroberi yang merah menggoda di atas saus karamel. segarnyaaa... saya membuat puding yang gampang dilumat ini demi bocah kecil saya yang sedang sariawan dan susah makan. eh, dia doyan banget lho, sekali makan habis dua cup sekaligus! wah, bagi saya yang sedang pusing karena aksi mogok makan anak, dua cup itu sesuatu banget ;)

resep puding ini sebenarnya sudah pernah diunggah inggried waktu ikut tantangan klub berani baking edisi caramel in sugar cage. bahannya, pun cara membuatnya, semuanya serba simpel. saya hanya sedikit memodifikasi untuk tampilan akhirnya saja.

28.8.12

lasagna seadanya



lasagna selalu mengingatkan saya pada teman saya, heppy. dia adalah seorang birokrat muda lulusan universiteit van tilburg, di belanda yang jauh di sana. tapi sekarang sih dia sudah balik ke jawa, dan tinggal di gandul. dia teman main saya saat awal-awal berkarir (ciyeh, berkarir) menjadi jurnalis. saat itu dia masih bekerja di salah satu bank swasta, belum jadi birokrat. yang paling sering saya rindukan dari si nyonya rumpi itu adalah saat dia mentraktir haagen-dazs :) selain itu, saya juga rindu karena dia belum mengembalikan salah satu novel kesayangan saya, 9 dari nadira, karangan leila chudori.

secara kebetulan, heppy dengan nadira, tokoh novel itu, memiliki kesamaan yakni doyan makan lasagna. secara berlebihan (atau lebay, kata anak jaman sekarang), saya jadi berpikir mungkin itulah sebabnya buku saya belum juga dikembalikan: karena heppy demikian menghayati kesamaan makanan kesukaannya dengan nadira. dan saya dirugikan karenanya:(

26.8.12

siomay



sering jajan siomay yang penjualnya banyak bertebaran di ibukota? saya sering, karena siomay itu enak saudara-saudara. siomay favorit saya adalah siomay mas nur di kolong stasiun cikini, dan siomay seorang bapak tua yang dua tahun lalu mangkal di depan ccf salemba (sekarang sudah ganti namanya jadi institut français d'indonésie). tapi saya tak tahu lagi apakah kakek tukang siomay itu masih berjualan di sana.

siomay jalanan tidak higienis? sulit memungkirinya. yang kasat mata, siomay sering terbuka begitu saja dan dihinggapi debu dan kuman-kuman pastinya. yang tidak kasat mata, adalah proses pembuatannya. suatu hari di lapak ikan pasar minggu, saya mendapati tumpukan daging ikan yang tak segar, sebagian menjelang busuk. saya tanya penjualnya, dan ia menyebut tumpukan itu pesanan seorang tukang siomay. 

saya tidak menggeneralisir semua siomay jalanan dibuat dari bahan-bahan sejorok itu. meskipun, typhus saya pernah kambuh beberapa saat setelah makan siomay di kawasan timur jakarta. kapok? tentu tidak, hehehe... begitulah, kadang yang jorok-jorok itu memang lebih nikmat (tanpa kita tahu apakah peraciknya menggunakan pemutih, pengenyal, pengawet, dll)

23.8.12

ayam bakar sejati



sejak punya double pan, saya beberapa kali membuat masakan bakar-bakaran yang palsu. tidak dibakar sebagaimana arti harfiahnya, contohnya, ikan bakar yang ini. memang prosesnya jadi lebih sederhana, tak perlu repot dengan menyiapkan arang dan mengipas. tapi sudah pasti rasanya akan berbeda, karena tak ada proses itu, maka tak ada pula aroma sangit yang bikin sedap.

untungnya, saya punya juru kipas pribadi, hehehe... saat waktunya tak sedang disita oleh pekerjaan, saya pun menyanderanya demi memasak ayam bakar sejati ini, ayam bakar yang benar-benar dibakar di atas arang.

8.6.12

Soun Goreng Ala Kadarnya

tok..tok..
lama sekali tak posting cerita di lapak ini :) banyak yang nanyain, mana update masakanmu? hahaha...saat hamil kmrn saya tetap masak, tapi malas mengabadikannya :D padahal banyak cerita menarik yang seharusnya bisa dishare. Salah duanya adalah pengalaman saya dan piqa ikut lomba masak dua kali :))

tapi sudahlah, cerita itu nanti saja ya...saya menuntaskan kerinduan berbagi cerita masakan dulu. ini sih masakan yang lama banget saya sreng2. pas buka file, menemukannya. sayang untuk tak dibagi. masakan sederhana saja, seperti biasanya...SOUN GORENG, dengan tambahan ala kadarnya :) cekidottt...

17.4.12

gulai ikan tanpa nama


saya tak tahu nama ikan ini. teteh bakul ikan stasiun citayam menyebutnya gabus laut. mungkin karena bodinya mirip gabus yang kulitnya cukup tebal. bedanya, warna ikan laut ini tidak segelap gabus sungai."jadi nama aslinya apa teh?" tanya saya pada si teteh tukang ikan. dia cuma mengangkat bahu sambil mesem.

okelah, ikan yang tanpa nama ini sepertinya boleh juga dijajal. "enaknya dimasak apa ya?" lagi-lagi saya bertanya pada si teteh yang kulakan ikan di angke sana. rekomendasinya, digulai. hmm, okelah... sebungkus ikan tanpa nama yang mirip gabus berhasil saya bawa pulang dengan harga masuk akal.


13.4.12

ini gara-gara chef karen carlotta!


yak, saya penasaran berat membuat rolade ayam kemangi ini gara-gara chef karen carlotta. saya bertemu chef cantik itu beberapa waktu lalu bersama inggried, dan sejumlah kawan blogger di salah satu resto di kawasan sudirman. chef yang biasa dipanggil KC itu mendemonstrasikan hidangan yang agak mirip chicken cordon bleu. 

dari dulu, saya sang pemasak rumahan belajaran amatiran nan sering gagal ini, selalu heran dengan: bagaimana seseorang bisa memasukkan keju ke dalam daging ayam untuk kemudian menguncinya dengan bread crumb, lantas matang hingga kedalaman, lantas... ah, bayangkan saja saat-saaat lelehan keju lumer di lidah.

tapi saya dan inggried langsung terinspirasi. "yuk, ntar kita bikin cordon bleu yuk?" walaupun chef KC menyebut nama masakannya rolade ayam kemangi, dan antara keduanya memiliki isian yang jauh beda. tetap saja kami terus-terusan menyebut cordon bleu. hihihi...

11.4.12

osengpay


oh tidak, ini bukan istilah baru saingannya kamseupay. ini bukan ngalay, tapi cuma singkatan dari oseng-oseng bunga pepaya, atau disebut tumis bunga pepaya juga boleh.

secara tidak sengaja saya berpapasan dengan si bunga pepaya yang tergantung pada sela-sela kantung sayur di gerobak tukang sayur komplek sebelah. ih lucu ya bunga pepaya ini. imut-imut dan kelihatannya segar banget *ada suara krenyes-krenyes yang menjadi musik latar*dan saya langsung jatuh cinta. mungkin karena perasaan lucu terkejut itu tadi, oh betapa bunga bisa jadi lauk...


seorang perempuan paruh baya yang langsing nan enerjik membeli dua kantung. "ini dimasak apa ya bu?" tanya saya. beliau pun menyarankan untuk dimasak oseng-oseng saja. "bumbunya sih kayak bikin tumis biasa." eh saya mendadak latah, membeli dua kantung juga.

13.3.12

mengapa kurang nendang?


resepnya dari pemasak kondang, bahan sudah komplit, demikian pula bumbunya, tapi kok hasilnya masih terasa ada yang kurang. seorang teman saya bertanya, "gimana ya supaya rasa masakan bisa nendang kayak di warung-warung atau restoran?" waduh, kalau mau disamakan dengan rasa masakan komersil, resepnya sederhana tapi sesat: pakai vetsin! hehehehe...

saya sendiri tak terlalu ambil pusing dengan kurang ini itu, juga kegagalan. tapi tentu saja setiap proses kreatif memasak menghasilkan temuan-temuan untuk hasil yang lebih baik. oh ini begini, oh ini seharusnya begitu. makanya, semakin intens saya memasak, semakin seringlah saya memakai jurus kira-kira alias tanpa menakar bumbu dengan serius. sebaliknya, saat saya sedang abai dengan dapur dalam kurun waktu cukup lama, mendadak menurun kualitas rasanya. istilahnya inggried, barangkali karena kehilangan sense of bumbu.

12.3.12

opor sang lauk simpanan


haruskah menunggu lebaran untuk menyantap opor ayam nan lezat ini? tentu saja tidak. kalau perut sudah terlanjur merengek, tak ada salahnya untuk mencoba memasak hidangan khas hari raya ini. apalagi, opor juga oke dijadikan lauk simpanan. maksud saya, bisa dijadikan lauk yang disimpan untuk selama dua sampai tiga hari ke depan. ini karena opor terasa lebih nikmat jika bumbu telah meresap lebih lama.

opor, berstatus masakan indonesia dengan banyak rempah dan bersantan pula, maka pastilah terbayang rumitnya memasak. padahal kenyataannya -berdasarkan pengalaman saya, memasak opor ternyata cukup mudah. bumbunya pun tak terlalu ruwet. modal utamanya adalah sabar. kok bisa?

24.2.12

bulgalbi


ini adalah posting yang tertunda sangat lama sekali, yang seharusnya sudah terunggah satu semester lalu, saat saya sering sekali memasak iga sapi. saat itu, menu MPASI anak saya tak jauh-jauh dari kaldu iga. sisa rebusan iga itulah yang saya olah, antara lain menjadi gule, iga panggang, sampai serundeng.

satu dari sekian serba iga sisa yang pernah saya bikin itu adalah bulgalbi, atau ada pula yang menyebutnya bulgogi. aduh saya nggak paham betul bedanya. yang jelas, resep makanan korea itu boleh nemu di buku resep dalam kemasan double pan. konon, si bulgalbi yang jamaknya dipanggang dengan arang ini oke juga dimasak di atas double pan. benarkah?

23.2.12

kulit lumpia untuk segalanya


sekali lagi, ini cerita tentang kulit lumpia yang banyak membantu saat mati gaya mengolah makanan. si kulit lumpia ini gampang dijumpai di pasar maupun gerobak sayur keliling dan gampang sekali diakali untuk berbagai menu, meski cara mengolahnya akan nggak jauh dari penggorengan -mungkin suatu hari saya harus bereksperimen dengan metode lain.

beberapa menu yang pernah saya bikin dengan si kulit lumpia ini bukan hanya berjudul lumpia. ada juga martabak telur mungil, martabak tahu yang tak sempat saya potret, dan kali ini lumpia-lumpiaan yang saya comot resepnya dari kemasan keju cheddar. saya sebut lumpia-lumpiaan karena isiannya manis, tak seperti pada umumnya lumpia yang gurih.

9.2.12

obsesi sambal goreng krecek


di salah satu sudut terminal manggarai jakarta yang sumuk dan selalu terlihat letih, ada sepetak surga kecil untuk perut saya. surga kecil itu tak lain warung gudeg yang berada di seberang timur pasaraya, di samping sebuah minimarket. syahdan, warung yang saya lupa namanya itu sudah ada sejak ibu saya masih kecil. juaranya tentu gudegnya. tapi sambal goreng kreceknya juga pendamping yang sempurna.

santapan nan lezat itu seringkali melahirkan obsesi untuk mencobanya di rumah. penasaran, apalagi setelah tante saya menghidangkan sambal goreng krecek saat saya menyambanginya. "masa sih saya nggak bisa bikin?" suatu ketika saat ngobrol ngalor ngidul dengan ibu, saya baru tahu kalau masakan ini tak serumit yang saya bayangkan. yuk deh cobain resep ala ibu saya ini.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...