13.3.12

mengapa kurang nendang?


resepnya dari pemasak kondang, bahan sudah komplit, demikian pula bumbunya, tapi kok hasilnya masih terasa ada yang kurang. seorang teman saya bertanya, "gimana ya supaya rasa masakan bisa nendang kayak di warung-warung atau restoran?" waduh, kalau mau disamakan dengan rasa masakan komersil, resepnya sederhana tapi sesat: pakai vetsin! hehehehe...

saya sendiri tak terlalu ambil pusing dengan kurang ini itu, juga kegagalan. tapi tentu saja setiap proses kreatif memasak menghasilkan temuan-temuan untuk hasil yang lebih baik. oh ini begini, oh ini seharusnya begitu. makanya, semakin intens saya memasak, semakin seringlah saya memakai jurus kira-kira alias tanpa menakar bumbu dengan serius. sebaliknya, saat saya sedang abai dengan dapur dalam kurun waktu cukup lama, mendadak menurun kualitas rasanya. istilahnya inggried, barangkali karena kehilangan sense of bumbu.

12.3.12

opor sang lauk simpanan


haruskah menunggu lebaran untuk menyantap opor ayam nan lezat ini? tentu saja tidak. kalau perut sudah terlanjur merengek, tak ada salahnya untuk mencoba memasak hidangan khas hari raya ini. apalagi, opor juga oke dijadikan lauk simpanan. maksud saya, bisa dijadikan lauk yang disimpan untuk selama dua sampai tiga hari ke depan. ini karena opor terasa lebih nikmat jika bumbu telah meresap lebih lama.

opor, berstatus masakan indonesia dengan banyak rempah dan bersantan pula, maka pastilah terbayang rumitnya memasak. padahal kenyataannya -berdasarkan pengalaman saya, memasak opor ternyata cukup mudah. bumbunya pun tak terlalu ruwet. modal utamanya adalah sabar. kok bisa?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...