17.4.12

gulai ikan tanpa nama


saya tak tahu nama ikan ini. teteh bakul ikan stasiun citayam menyebutnya gabus laut. mungkin karena bodinya mirip gabus yang kulitnya cukup tebal. bedanya, warna ikan laut ini tidak segelap gabus sungai."jadi nama aslinya apa teh?" tanya saya pada si teteh tukang ikan. dia cuma mengangkat bahu sambil mesem.

okelah, ikan yang tanpa nama ini sepertinya boleh juga dijajal. "enaknya dimasak apa ya?" lagi-lagi saya bertanya pada si teteh yang kulakan ikan di angke sana. rekomendasinya, digulai. hmm, okelah... sebungkus ikan tanpa nama yang mirip gabus berhasil saya bawa pulang dengan harga masuk akal.


13.4.12

ini gara-gara chef karen carlotta!


yak, saya penasaran berat membuat rolade ayam kemangi ini gara-gara chef karen carlotta. saya bertemu chef cantik itu beberapa waktu lalu bersama inggried, dan sejumlah kawan blogger di salah satu resto di kawasan sudirman. chef yang biasa dipanggil KC itu mendemonstrasikan hidangan yang agak mirip chicken cordon bleu. 

dari dulu, saya sang pemasak rumahan belajaran amatiran nan sering gagal ini, selalu heran dengan: bagaimana seseorang bisa memasukkan keju ke dalam daging ayam untuk kemudian menguncinya dengan bread crumb, lantas matang hingga kedalaman, lantas... ah, bayangkan saja saat-saaat lelehan keju lumer di lidah.

tapi saya dan inggried langsung terinspirasi. "yuk, ntar kita bikin cordon bleu yuk?" walaupun chef KC menyebut nama masakannya rolade ayam kemangi, dan antara keduanya memiliki isian yang jauh beda. tetap saja kami terus-terusan menyebut cordon bleu. hihihi...

11.4.12

osengpay


oh tidak, ini bukan istilah baru saingannya kamseupay. ini bukan ngalay, tapi cuma singkatan dari oseng-oseng bunga pepaya, atau disebut tumis bunga pepaya juga boleh.

secara tidak sengaja saya berpapasan dengan si bunga pepaya yang tergantung pada sela-sela kantung sayur di gerobak tukang sayur komplek sebelah. ih lucu ya bunga pepaya ini. imut-imut dan kelihatannya segar banget *ada suara krenyes-krenyes yang menjadi musik latar*dan saya langsung jatuh cinta. mungkin karena perasaan lucu terkejut itu tadi, oh betapa bunga bisa jadi lauk...


seorang perempuan paruh baya yang langsing nan enerjik membeli dua kantung. "ini dimasak apa ya bu?" tanya saya. beliau pun menyarankan untuk dimasak oseng-oseng saja. "bumbunya sih kayak bikin tumis biasa." eh saya mendadak latah, membeli dua kantung juga.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...