11.4.12

osengpay


oh tidak, ini bukan istilah baru saingannya kamseupay. ini bukan ngalay, tapi cuma singkatan dari oseng-oseng bunga pepaya, atau disebut tumis bunga pepaya juga boleh.

secara tidak sengaja saya berpapasan dengan si bunga pepaya yang tergantung pada sela-sela kantung sayur di gerobak tukang sayur komplek sebelah. ih lucu ya bunga pepaya ini. imut-imut dan kelihatannya segar banget *ada suara krenyes-krenyes yang menjadi musik latar*dan saya langsung jatuh cinta. mungkin karena perasaan lucu terkejut itu tadi, oh betapa bunga bisa jadi lauk...


seorang perempuan paruh baya yang langsing nan enerjik membeli dua kantung. "ini dimasak apa ya bu?" tanya saya. beliau pun menyarankan untuk dimasak oseng-oseng saja. "bumbunya sih kayak bikin tumis biasa." eh saya mendadak latah, membeli dua kantung juga.

ada banyak versi memasak oseng-oseng bunga pepaya yang khas manado ini. ada yang memasaknya dengan daun pandan, maupun daun kunyit. tapi saya manut resepnya ibu saya. pakai bumbu yang paling akrab di lidah saja. maka jadilah saya hanya menyiapkan irisan cabe merah, bawang merah, bawang putih, dan cabe rawit.


mengolah bunga pepaya memang agak sedikit ribet dibandingkan tumisan lain. untuk mengurangi rasa pahit yang luar biasa, paling tidak saya harus merebusnya dua kali. selesai direbus untuk pertama kali, bunga pepaya ditiriskan sembari disiram dengan air dingin, kemudian direbus lagi. jangan lupa tambahkan sedikit garam saat merebus. dan jangan terlalu lama ya merebusnya supaya tak kehilangan nuansa krenyes-krenyes saat menyantapnya nanti.

nah, selesai merebus dua kali barulah bunga pepaya ini dapat diperlakukan sama seperti tumisan lain. langsung saja tumis bumbu-bumbunya lalu masukkan bunga pepaya. orang manado biasanya mencampurkan suwiran daging ikan cakalang untuk masakan ini. tapi saya cuma punya ikan teri medan di kulkas. jadilah si teri imut-imut ini yang jadi jodohnya bunga pepaya.


jangan lupa tambahkan sedikit air, setengah sendok makan gula pasir, dan dua helai daun jeruk. kalau suka aroma kuat, mungkin saat menumisnya bisa memakai irisan daun pandan dan daun kunyit.


tak usah lama-lama menumisnya ya. kan si bunga pepaya sudah direbus dua kali. langsung saja menikmati rasanya yang... pahit! hahaha... memang sudah tak sepahit saat masih mentah, tapi tetap saja ada sisa sedikit pahit yang memang sudah takdirnya bunga pepaya ini. tentu saja bukan pahit yang hanya pahit semata, melainkan pahit yang enak. seperti pahitnya pare gitu kali ya, tetap enak, krenyes-krenyes dan banyak manfaatnya bagi tubuh :)

4 comments:

  1. AAAAAH... ini masakan andalan mak gue nih! Dia bilang, ini ayam pohon!

    ReplyDelete
  2. manado ya piq,deket gorontalo kan,.. Coba ah,..

    ReplyDelete
  3. ngalor sitik, menggok, nyampe mojosari ;)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...