28.8.12

lasagna seadanya



lasagna selalu mengingatkan saya pada teman saya, heppy. dia adalah seorang birokrat muda lulusan universiteit van tilburg, di belanda yang jauh di sana. tapi sekarang sih dia sudah balik ke jawa, dan tinggal di gandul. dia teman main saya saat awal-awal berkarir (ciyeh, berkarir) menjadi jurnalis. saat itu dia masih bekerja di salah satu bank swasta, belum jadi birokrat. yang paling sering saya rindukan dari si nyonya rumpi itu adalah saat dia mentraktir haagen-dazs :) selain itu, saya juga rindu karena dia belum mengembalikan salah satu novel kesayangan saya, 9 dari nadira, karangan leila chudori.

secara kebetulan, heppy dengan nadira, tokoh novel itu, memiliki kesamaan yakni doyan makan lasagna. secara berlebihan (atau lebay, kata anak jaman sekarang), saya jadi berpikir mungkin itulah sebabnya buku saya belum juga dikembalikan: karena heppy demikian menghayati kesamaan makanan kesukaannya dengan nadira. dan saya dirugikan karenanya:(

ah, kenapa pembukaan posting serius amat ya? ini kan cuma blog memasak, hehehe... dan toh, ketika akhirnya saya memasak lasagna untuk pertama kali, alasannya bukan karena heppy. melainkan karena iseng belaka. libur lebaran yang panjang, rasanya sayang jika tidak digunakan untuk menjajal resep aneh-aneh (baca: masakan ribet).

bagi saya, membuat lasagna cukup merepotkan karena saya harus mengeluarkan oven yang tersimpan di tempat yang cukup terpencil (maksudnya dari kardus yang tersimpan di bagian dalam lemari dapur). untunglah ada asisten pribadi (maksudnya suami) yang membantu menyiapkan perlengkapan, memotret, dan menjaga bocah kecil yang selalu ingin nimbrung dengan aktivitas ndapur saya.


(sang penggembira saat menyiapkan bahan lasagna: aqil yang sedang membuat puding roti panggang)
 

ada beberapa resep lasagna yang saya temukan. tapi saya memutuskan untuk meminjam resep dari blog mbak ria. tapi tidak semua bahan-bahan yang saya gunakan sama persis. demikian pula jika menurut pada resep lasagna pada umumnya yang memakai keju parmesan atau mozarella. wah, terlalu berat di ongkos, hehehe... itulah sebabnya saya namakan lasagna ini lasagna seadanya, bahan-bahannya yang saya punya, tidak ngoyo harus lengkap semua.

bahan:

- 12 lembar pasta lasagna (saya beli lasagna instant merk san remo)
- 3 sdm minyak zaitun (olive oil)

saus daging
- 500 gram daging giling
- 1,5 buah bawang bombay (cincang)
- 2 siung bawang putih (cincang)
- 2 sdm minyak zaitun
- garam
- 3 buah tomat (cincang)
- 4 sdm pasta tomat
- garam, gula, lada bubuk, oregano
>> seharusnya dilengkapi basil, tapi saya nggak punya, jadi diganti mixed herbs deh.

saus keju
- 3 sdm margarin >> seharusnya butter
- 3 sdm terigu
- 180 gram keju cheddar dan 180 gram keju melt (diparut) >> seharusnya keju mozarella dan parmesan
- 500 cc susu UHT plain
- oregano >> seharusnya dengan basil juga


seperti instruksi resep, saya mulai merebus pasta dengan air mendidih yang sudah ditambah sedikit garam dan minyak zaitun. tapi rupanya saya kebanyakan mencemplungkan lasagna, walhasil jadi lengket deh. di kemudian hari saya baru ngeh bahwa sekuel posting mbak ria mengingatkan, merebus lasagna sebaiknya tidak lebih dari empat lembar.


selanjutnya, saya menyiapkan saus dagingnya. kelihatannya sih seperti membuat saus bolognaise-nya spagheti. tumis bawang putih dan bawang bombay dengan minyak zaitun, masukkan daging giling, tambahkan tomat dan pasta tomat, garam, lada, oregano, dan mixed herbs. tambahkan sedikit air ---seharusnya sih air kaldu.


saus putihnya dibuat dengan cara menumis terigu, hehehe... maksudnya melelehkan margarin dengan api kecil, lalu memasukkan terigu sedikit demi sedikit, seperti membuat sup krim. lalu tuang susu UHT sedikit demi sedikit sambil terus diaduk-aduk dan masukkan keju yang sudah diparut. aduk terus sampai tercampur rata.


akhirnya tibalah saat untuk memanggang. panaskan dulu ovennya sekitar 10 menit dengan suhu 170 derajat. siapkan loyang pirex, oles dengan margarin. susun dua lembar lasagna di dasar pirex, tuang dengan saus daging, tutup dengan dua lembar lasagna, tuang lagi saus daging, tutup lagi dengan lasagna, saus daging lagi, dan lasagna. terakhir, siram dengan saus keju lalu taburi dengan oregano. langsung panggang


sekitar 30 menit dipanggang, saus keju lasagna ini sudah keliatan meletup-letup seperti lava. kelihatannya yummy sekali. langsung saja angkat. awas panas yaa...


hasilnya, hohohoho... rasa sih oke, tapi penampakan masih belum memuaskan. lasagna kurang lengket menyatu. saat diiris, lasagna mudah terpisah satu sama lain. akibatnya, susunan layer-nya jadi berantakan dan tak elok lagi.

ada dua catatan penting saya:

- merebus lasagna harus sedikit demi sedikit, meskipun air rebusan sudah mengandung minyak, tapi pasta ini gampang lengket dan susah dipisahkan. kalau sudah lengket berat, direbus lagi pun tak mengubah keadaan :(
- sebagai pemasak amatiran blajaran, saya tak boleh kapok membuat lagi, meski modalnya aduhai lumayan juga *setara belanja lauk untuk 3-4 hari. bisa jadi dengan resep lain, terutama yang menyisipkan saus kejunya diantara lapisan pasta dengan saus daging. sepertinya akan lebih lekat satu sama lain. sepertinya... *kan belum saya coba ;p


sebagai orang ndeso, saya agak sulit membedakan rasa lasagna dengan spagheti bolognaise maupun macaroni schotel, maupun jenis masakan pasta lainnya yang bernuansa keju dan tomat. maafkan, saya jadi sok tau dan berkesimpulan bahwa orang italia ini miskin rempah sehingga rasa masakannya gitu-gitu aja.. IMHO, masakan barat selalu kalah deh dibandingkan masakan nenek moyang kita :) >>dasar lidah ndeso!

2 comments:

  1. ckckckckckck.....ini napa bawa2 nama heppy banyak2 ya?bener ya belom balikin buku?hahahahaha maap lupita....kalau balikne buku sekalian suguhan lasagna ne lo,,

    ReplyDelete
  2. itu tanda cinta, biar profesor hepi makin ngetop. hahahahaha...

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...