25.11.12

gudeg tanggung


sebenaranya, lebih afdol jika inggried yang menulis cerita tentang gudeg. sebagai orang jogja tulen, tentu beliau lebih paham tetek bengek pergudegan yang lezat mantap. sedangkan saya? saya cuma keturunan jogja (yang tidak tinggal di jogja), lahir di jakarta, dengan campuran aceh, namun banyak menghabiskan masa kecil hingga remaja di jawa timur. *jadi saya orang mana nih??

tapi ya tidak ada salahnya juga kan kalau saya coba-coba resep gudeg sebagaimana yang biasa dibikin ibu saya. agak ragu juga sih menyebutnya gudeg, karena gudeg ala ibu saya ini nggak kering banget, warnanya juga tidak terlalu pekat. tapi dibilang gulai nangka (seperti yang biasa dimasak orang padang itu) juga bukan, karena rasanya manis. juga tak termasuk sayur tewel ala orang jawa timuran. jadi, kita sebut saja gudeg tanggung :)

23.11.12

akibat gemas pada paprika


paprika itu lucu ya? hehehe... kalau melihat paprika nongol diantara dagangan mas-mas tukang sayur di komplek sebelah, saya suka agak lebay. kalau nggak saya beli (setelah itu keriput dalam kulkas, tak tersentuh karena bingung mau dimasak apa), biasanya saya towel-towel. seandainya saja paprika ini semacam buah manis krenyes-krenyes...

suatu hari berjumpa dengan paprika lagi, saya membelinya (lagi). tapi kali itu, saya sudah punya misi masakan apa yang akan saya masak dengan si merah centil ini.

22.11.12

tim bawal


masih dalam rangka memanjakan kemalasan, masakan ini tergolong sederhana. tak aneh-aneh mengolahnya. iris-iris cemplung dan selesai. eits, jangan meremehkan yang sederhana. buktinya anak saya suka kok. hehehe...

masakan yang minim bumbu seperti masakan ini tentu saja ada syaratnya. sebagai tim ikan bawal, maka ia harus ikan bawal yang segar. kalau ikannya sudah segar, hanya dilumuri garam saja, pasti tetap terasa lezat. itu sudah hukumnya seafood (gaya!).

21.11.12

kebab malas


akhir-akhir ini saya jarang sekali menjajal resep yang terlalu heboh. alasannya banyak, mulai dari bawaan perut yang ogah-ogahan berjumpa bau bawang, kesibukan ini itu yang mengada-ada (hahaha) dan paling utama: karena malas.

okelah, malas. tapi biar malas, banyak alternatif mengolah makanan sendiri dengan tetap peduli gizi. misalnya kebab ala saya ini. lumayan sehat lho, ada sayurnya, ada proteinnya, ada karbohidratnya. rasanya juga segerrr...

20.11.12

makanan mewah zadul



walah! ternyata banyak sekali posting lama yang belum saya unggah dan tersimpan rapi di folder draf. yang satu ini salah satunya (lihat saja, watermark fotonya masih tahun 2011). tapi, tak ada resep yang tak ketinggalan zaman. kalaupun menunya terhitung zaman dulu, atau dibuatnya sudah lama, tetap penting didokumentasikan. apalagi, masakan ini adalah salah satu masakan khas yang sering nongol di banyak momen hajatan.

konon, sambal goreng hati adalah makanan zaman dulu yang cukup mewah (bagi orang-orang yang bukan berduit seperti keluarga saya tentunya). mungkin karena proses membuatnya agak ruwet, tidak salah juga jika makanan ini terasa mahal di lidah (eh, ada gitu ya rasa 'mahal'??).

19.11.12

tergoda tortilla


suatu hari saya melewati rak makanan beku dan mendapati roti tortilla impor yang membuat saya penasaran. sepertinya lucu juga sesekali memakai bahan yang berbeda. pilihan resepnya, seperti biasa, mengacu pada stok dalam kulkas. saya menemukan: daging sapi giling, tomat dan paprika.

setelah berburu mencari kira-kira mana resep yang cocok dengan bahan-bahan yang ada di kulkas, akhirnya saya menemukan pilihan resep majalah femina yang saya comot dari sini.

18.11.12

rahasia menjes

 
ssttt, ini rahasia. jangan sampai ketahuan ibu saya. dulu waktu saya masih sekolah dasar, saya sering jajan tempe menjes (atau menjos, atau ada juga yang menyebutnya tempe gembus). kalau sampai ibu saya tahu bahwa anaknya sering jajan menjes (lengkap dengan cocolan sambal petis), wah beliau dijamin marah besar.

banyak banget alasan ibu saya. pertama, dari warnanya yang kehitaman sudah mutlak status tempe yang berasal dari limbah, ampas pengolahan tahu/tempe yang menurut ibu saya lebih ampas dari oncom. jadi, dari mana gizinya? kedua, kalau masih bisa makan tempe, kenapa harus beli menjes? ketiga, sambal petisnya kan kotor. keempat, tahu nggak kalau banyak kasus keracunan tempe menjes?

sementara alasan saya bandel makan menjes tak lain tak bukan adalah: karena enak! :-)

16.11.12

hai hai fuyunghaiiii...



membayangkan fuyunghai ini rasanya nostalgia banget buat saya. karena sepertinya sudah jaraaaaaang sekali saya makan fuyunghai. masa-masa melahap fuyunghai adalah enam tahun lalu, saat saya masih kuliah S1. lokasinya adalah kantin fakultas ekonomi yang tampaknya sekarang sudah bukan kantin lagi.

kenapa selama enam tahun terakhir saya nyaris tidak pernah makan fuyunghai, ya karena saya bukan penggemar berat fuyunghai, hehe... dulu sih sering beli karena kadang bosan dengan menu-menu yang lain. tapi sekarang, mau beli fuyunghai kok males ya. rasanya kayak beli telur dadar doang (masa bikin telur dadar sendiri nggak bisa?)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...