25.11.12

gudeg tanggung


sebenaranya, lebih afdol jika inggried yang menulis cerita tentang gudeg. sebagai orang jogja tulen, tentu beliau lebih paham tetek bengek pergudegan yang lezat mantap. sedangkan saya? saya cuma keturunan jogja (yang tidak tinggal di jogja), lahir di jakarta, dengan campuran aceh, namun banyak menghabiskan masa kecil hingga remaja di jawa timur. *jadi saya orang mana nih??

tapi ya tidak ada salahnya juga kan kalau saya coba-coba resep gudeg sebagaimana yang biasa dibikin ibu saya. agak ragu juga sih menyebutnya gudeg, karena gudeg ala ibu saya ini nggak kering banget, warnanya juga tidak terlalu pekat. tapi dibilang gulai nangka (seperti yang biasa dimasak orang padang itu) juga bukan, karena rasanya manis. juga tak termasuk sayur tewel ala orang jawa timuran. jadi, kita sebut saja gudeg tanggung :)


saya tidak perlu repot-repot belepotan getah nangka karena pelayanan para tukang sayur komplek sebelah cukup oke. mereka siap sedia memotong-motong nangka muda yang saya beli. dan karena saya juga selalu malas memarut kelapa, jadilah saya membeli sekantung kelapa parut bungkusan (Rp.3000). walaupun memang kualitas santannya tak sebaik saat memarut sendiri. tapi lumayanlah jika dibandingkan dengan rasa santan instan.


bumbu-bumbu yang dihaluskan:
- 7 siung bawang putih
- 1,5 sdm ketumbar
- 6 butir kemiri
- gula dan garam

siapkan juga:
- 1/2 kg tulangan sapi (daging juga boleh, tapi lebih sedap yang mengandung tulang). kalau tak ada tulangan sapi, boleh juga diganti dengan potongan ayam.
- lengkuas dimemarkan
- 3 helai daun salam
- gula merah


saya mendapatkan referensi dua cara untuk mengolah gudeg. versi pertama, merebus potongan nangka muda sampai empuk lalu memasukkan tulangan sapi (atau ayam). versi kedua, merebus potongan nangka muda sampai empuk lalu air rebusan itu dibuang, tulangan sapi (atau ayam) direbus dengan air baru hingga empuk, lalu masukkan nangka muda yang telah direbus sebelumnya.

dua-duanya sama-sama oke. versi pertama praktis, sedangkan versi kedua efektif mengurangi rasa sepat nangka muda. silakan pilih yang mana saja. tahapan selanjutnya sama, masukkan bumbu halus dan bumbu pelengkap lainnya. masukkan santan, aduk-aduk agar tak pecah. kalau punya stok santan kental, bisa dimasukkan saat kuah mulai susut separuh dari awal memasak.


gudeg ini lebih sempurna tak langsung disantap. maksudnya, sebaiknya menunggu sehari dua hari. Biasanya saya memanaskannya tiga kali sehari: pagi, siang, malam. tujuan utamanya untuk mencegah basi, namun efek sampingnya, gudeg akan makin kering dan rasanya makin gurih. saat itu, insya Allah rasanya sudah makin mirip gudeg beneran, hehehe...

begitu saja yak, selamat mencoba. kalau punya banyak waktu, siapkan juga sambel goreng krecek untuk menemani gudeg tanggung ini, supaya si gudeg nggak sendirian :)

2 comments:

  1. seperti gudeng di sini mba, yg biasa saya makan juga. tidak terlalu merah dan tidak terlalu manis :D

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...