18.11.12

rahasia menjes

 
ssttt, ini rahasia. jangan sampai ketahuan ibu saya. dulu waktu saya masih sekolah dasar, saya sering jajan tempe menjes (atau menjos, atau ada juga yang menyebutnya tempe gembus). kalau sampai ibu saya tahu bahwa anaknya sering jajan menjes (lengkap dengan cocolan sambal petis), wah beliau dijamin marah besar.

banyak banget alasan ibu saya. pertama, dari warnanya yang kehitaman sudah mutlak status tempe yang berasal dari limbah, ampas pengolahan tahu/tempe yang menurut ibu saya lebih ampas dari oncom. jadi, dari mana gizinya? kedua, kalau masih bisa makan tempe, kenapa harus beli menjes? ketiga, sambal petisnya kan kotor. keempat, tahu nggak kalau banyak kasus keracunan tempe menjes?

sementara alasan saya bandel makan menjes tak lain tak bukan adalah: karena enak! :-)

saat kemarin berbelanja, saya berpapasan dengan salah satu tetangga yang orang jawa timur. kantongnya berisi beberapa blok tempe menjes. selama ini saya sering melihat menjes diantara item dagangan tukang sayur langganan. tapi saya masih ragu untuk membeli. batin saya meneteskan liur (emang bisa?). lalu dengan polosnya saya bertanya pada tetangga saya itu, "menjes di sini enak nggak bu? bikin mendem (mabuk/keracunan) nggak?" 

tetangga saya tertawa. "nanti aku coba dulu mbak, kalau aku nggak mendem, aku anterin buat sampeyan," ujarnya bercanda. tapi dia meyakinkan saya, selama ini dia sering beli menjes di tukang sayur itu dan belum pernah mendem. lagipula, menjes van depok ini tidak berwarna kehitaman seperti umumnya menjes di jawa timur. "kayaknya yang ini lebih bagus karena lebih putih." jelas tetangga saya meyakinkan.


siang harinya, dia datang dengan sepiring menjes hangat dan beberapa butir cabe rawit. sekejap, tempe menjes yang diantar tetangga saya itu langsung ludes. saya dan suami (yang langsung meracik sambal petis demi lengkapnya momentum nostalgia masa kecil saya itu) langsung menyerbu dengan agak kalap.

karena kurang puas, hari ini saya belanja tempe menjes dan menggorengnya lagi. cara mengolahnya cukup simpel. cukup diiris tipis lalu ditepungi ala bumbu tempe mendoan. atau kalau lagi malas kayak saya hari ini, ya celupkan saja ke dalam tepung bumbu instan (yang bervetsin itu). sesekali deh nyampah di perut, hehehe...


sambalnya? ulek kasar satu siung bawang putih, cabe rawit (sesuai selera), dua sendok makan petis, lalu tambahkan sedikit air matang, tapi jaga agar tetap kental. aduk dan masak sebentar. jadilah sambal petis yang membuat rasa menjes akan paripurna.

aaahh, sungguh, makan makanan sampah ala kampung yang membawa ingatan pada masa kecil ini membuat saya melayang-layang. hahahaha... bukan karena mendem, perut saya baik-baik saja. rasa melayang ini karena bahagia menemukan jajanan rahasia saya dulu...

adegan selanjutnya, suami melotot: "cukup ya, nggak boleh nambah lagi."

5 comments:

  1. aku melu melayang moco iki *tiba2pengenmenjes ;)

    ReplyDelete
  2. lah di malang kan gampang nggolek menjes buuuuu...

    ReplyDelete
  3. wah.. aku juga suka banget sama gembus mbak.. untungnya ibuku juga suka, jadi kami sering banget beli gembus.. *glegg..jadi pengen gembus

    ReplyDelete
  4. mba Piqa...mau dunk dikirimin menjes-nya ke Cimanggis

    ReplyDelete
  5. Menjes ga bikin mendem bu. Tempe bongkrek yang bikin mendem

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...