12.12.12

cook free day 5: jantung pisang dari jantung hatiku

 

sebelumnya, mohon maaf jika judul posting ini lebay, hehehe... udah lamaaaa banget ya nggak ada posting cook free day. padahal mah saya masih sering dimasakin sama bojo, cuma ya itu, motretnya kadang males. maklum, kamera sudah uzur dan mulai bermasalah. dikit-dikit minta ganti baterai (padahal baru diisi alkaline baru). setiap mau memotret, saya mesti mengumpulkan semangat empat-lima.

namun, kali ini menu racikan suami cukup ajaib bagi saya. bahan utama masakannya adalah jantung pisang, atau dalam bahasa jawa timur akrab disebut dengan ontong. bukan hal baru sih, karena saya sering mendengar jantung pisang ini bisa dijadikan lauk. tapi ibu saya belum pernah membuatnya, makanya saya juga jadi penasaran. jadi ya okelah saya bela-belain bongkar pasang baterai kamera.

ada alasannya kenapa saya iseng menelepon bojo saat menemukan ontong di tukang sayur komplek sebelah. itu karena saya ingat beliau pada masa mudanya dahulu (duile), sering memasak sayur ini di pondoknya. alasannya, karena dapatnya gratisan, cocok mengatasi kebokekan. menurut ceritanya, ontong mudah ditemukan di kebun dekat pondok.

"eh, ini ada ontong di bakul sayur. kalau aku beli, sampeyan mau masakin nggak?" ontong bersambut, dan selanjutnya suami saya merinci bahan pelengkap lainnya, yaitu bumbu dasar seperti bawang merah, bawang putih, cabe merah, dan santan.


menurut abang tukang sayur, jantung pisang ini berasal dari pisang kepok. ah, saya nggak paham deh pisang mana yang enak ontong-nya. pokoknya, kali ini tugas saya cuma belanja, hehehe...


sesampainya di rumah, bojo beraksi mengupas jantung pisang hingga muncul kelopak warna putih. nah, bagian jantung terdalam itulah yang bisa dimasak. sedangkan kelopak berwarna ungu yang di dalamnya ada bakal pisang yang tak jadi berkembang (seperti foto yang paling atas), tidak digunakan alias dibuang saja.


seperti biasa, memasak ala bapak-bapak ini umumnya sederhana, cenderung minimalis. bumbu dihaluskan (cabe merah, bawang merah, bawang putih, dan cabe rawit kalau suka pedas), kemudian tumis sampai harum. ontong dimasukkan, tambahkan santan. jangan lupa garam dan gula secukupnya.


bagaimana rasanya? hehehe... sekali lagi, masih terasa ajaib. enak, mirip lodeh, krenyes-krenyes. tapi lucu. aduh, saya sulit menjelaskannya, mungkin karena waktu kecil dulu saya sering bermain masak-masakan dengan menggunakan ontong, benar-benar tidak terpikir kalau bisa dimasak jadi makanan beneran :)

1 comment:

  1. hahahaha ini sayur favorit suami saya.. udah nyoba 3x masak ini tp blm pernah yg bener2 sukses, hehehe

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...