15.12.12

insiden banana on cup (cake)



sebentar ya, jangan tertipu. buah stroberi itu sama sekali tidak berkaitan dengan konten cake dalam cup itu. serius. penampakannya mirip cupcake, atau mungkin muffin. oh padahal mah bukan. sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan stroberi.

ini cuma cake pisang versi sedikit beda saja dari resep cake pisang yang dulu pernah saya bikin, yang kemudian diidam-idamkan hans, temannya dapurduaistri, yang sayangnya belom kesampean (dan ditukar schotel). jadi, judulnya tetap cake pisang. lalu kenapa dia nangkring dalam cup-nya cupcake meski bukan berasal dari resep cupcake?

begini ceritanya. cake dalam cup-nya cupcake ini adalah ekses sebuah insiden konyol yang terjadi beberapa saat lalu: loyang cake bundar (yang bolong tengahnya) yang baru saya beli ternyata saya nggak muat dalam oven. padahal adonannya sudah siap tuang loh.

sementara itu, loyang kotak yang dulu saya pakai untuk bikin cake pisang sebelumnya, ada di rumah ibu saya. nah masa saya mesti ngangkot dulu demi sepotong loyang? jalan singkat: pinjem tetangga. dan tetangga yang baik hati meminjamkan dua loyang brownies dan satu loyang cake bundar (yang juga bolong tengahnya) dan tampak lebih kecil.

hasilnya? adonan cuma muat di satu loyang brownies. sisanya tak sampai separuh loyang brownies yang kedua. waduh, kayak mana bentuknya itu kalau cuma sekian sentimeter saja. sedangkan loyang cake bundar yang tampak lebih kecil itu, rupanya tetap saja tak mau masuk oven.


saya langsung teringat cup yang masih gres di laci dapur saya. jadi begitulah, akhirnya saya bikin cupcake jadi-jadian. dengan iseng, saya menambahkan royal icing sisa membuat cookies alfabet beberapa saat lalu, dan menyematkan stroberi, buah yang hampir selalu ada di kulkas saya. jadilah cupcake jadi-jadian :)


resep cake pisang kali ini saya pinjam dari ibu sisca soewitomo. agak sedikit beda komposisinya (juga porsinya juga lebih besar) dibandingkan dengan cake pisang yang dulu. tapi tidak 100 persen pakai resep itu, karena margarin saya lelehkan dan masuk paling akhir. sedangkan untuk pemanggangannya, saya gunakan oven listrik.

bahan-bahan:
- 250 gram margarin
- 100 gram gula pasir
- 100 gram gula palem (saya ganti dengan 50 gram gula pasir, karena tak punya gula palem)
- 250 gram terigu
- 5 butir telur
- 1sdt baking powder
- 1/2 sdt soda kue
- 1 sdm bumbu spekuk (saya cuma gunakan 1 sdt, karena khawatir aroma pisangnya tertutup spekuk)
- 6 buah pisang ambon
- 100 ml susu cair plain
- 1 sdm jeruk nipis (saya tidak pakai)

cara membuat versi asli resep:
- blender pisang ambon dengan susu cair, sisihkan
- kocok margarin dan gula hingga mengembang
- masukkan telur satu persatu
- kecilkan kecepatan mixer
- masukkan tepung terigu, bumbu spekuk, baking powder, dan soda kue
- masukkan pisang yang telah diblender, kocok sebentar
- tuang dalam loyang yang telah dioles margarin dan diberi tepung terigu
- panggang dalam oven mula-mula dengan suhu 190 derajat Celcius, kemudian kecilkan suhu menjadi 145 derajat Celcius, panggang selama 45 menit
- untuk memastikan kematangan, tusuk dengan tusuk sate, jika tidak lengket berarti sudah matang



versi saya, yang dikocok duluan adalah gula pasir dan telur. margarin masuk paling akhir menjelang masuk loyang, dan margarin juga dilelehkan terlebih dahulu. kenapa demikian? karena penampakan resep versi asli bu sisca tampak agak bantet, hehehe... sedangkan resep saya dulu, ngembangnya oke. tapi ya terserah sih mau ngikut yang mana.

selanjutnya saya tak sanggup memotret step by step lagi. ribet. hehehe... lihat saja, ada bocah yang jadi chef saya nih...


demikian cake pisang kali ini. hasilnya terus terang saja, lebih oke jika dibandingkan dengan memanggang dengan double pan. sisi luarnya krenyes-krenyes, dan bagian dalamnya lembuuuut sekali, namun tidak gembus seperti cake spons. coba ya!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...