26.8.12

siomay



sering jajan siomay yang penjualnya banyak bertebaran di ibukota? saya sering, karena siomay itu enak saudara-saudara. siomay favorit saya adalah siomay mas nur di kolong stasiun cikini, dan siomay seorang bapak tua yang dua tahun lalu mangkal di depan ccf salemba (sekarang sudah ganti namanya jadi institut français d'indonésie). tapi saya tak tahu lagi apakah kakek tukang siomay itu masih berjualan di sana.

siomay jalanan tidak higienis? sulit memungkirinya. yang kasat mata, siomay sering terbuka begitu saja dan dihinggapi debu dan kuman-kuman pastinya. yang tidak kasat mata, adalah proses pembuatannya. suatu hari di lapak ikan pasar minggu, saya mendapati tumpukan daging ikan yang tak segar, sebagian menjelang busuk. saya tanya penjualnya, dan ia menyebut tumpukan itu pesanan seorang tukang siomay. 

saya tidak menggeneralisir semua siomay jalanan dibuat dari bahan-bahan sejorok itu. meskipun, typhus saya pernah kambuh beberapa saat setelah makan siomay di kawasan timur jakarta. kapok? tentu tidak, hehehe... begitulah, kadang yang jorok-jorok itu memang lebih nikmat (tanpa kita tahu apakah peraciknya menggunakan pemutih, pengenyal, pengawet, dll)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...