25.6.13

cilok! cilok! cilok!



saat membaca posting julia tentang cilok (singkatan dari aci dicolok), wah saya langsung mupeng berat pengen bikin sendiri. dari saya masih sekolah dasar, sampai saya kuliah, bahkan sampai sekarang pun saya masih menjadi penggemar cilok lho. kalau nemu cilok yang terkenal lezat, langsung deh saya bernafsu memburu.

waktu saya kuliah di Malang, saya sering membeli cilok dekat Fakultas Peternakan UB. sayangnya saat kuliah lagi di UI, saya tak menemukan cilok yang enak dan meyakinkan di kawasan Salemba. sedangkan di UI Depok ada beberapa yang saya temukan, tapi kurang nendang rasanya. nah, baru beberapa minggu lalu, akhirnya sensasi jajan cilok yang mantap jaya tersalurkan.

penemunya adalah suami saya (yang juga seorang penggemar cilok). saat itu dia sedang wira-wiri di balaikota Depok untuk mengurus akte kelahiran si kecil. dia heran dengan kerumunan di samping kantor walikota. penjual apa gerangan yang mayoritas dikerubuti para pegawai balaikota itu. mengintip sebentar, rupanya cilok! spontan dia pun menjadi bagian dari kerumunan itu. dan tak ketinggalan, membelinya juga untuk saya yang di rumah.

di kampung halamannya di porong, sidoarjo sana, suami saya punya cilok favorit. cilok di daerahnya lebih akrab disebut pentol. dan menurutnya, penjual pentol paling nikmat di kampungnya adalah cak muk. ini dia cak muk yang memamerkan cilok bikinannya. foto ini diambil pada lebaran tahun lalu.
 

saya tahu cilok bukan jajanan sehat, nyaris tanpa gizi, belum lagi cocolannya saos nan merah menyala itu. waduh, kalau pas kondisi perut tidak fit, mengonsumsi cilok berpotensi menimbulkan kontraksi, hehehe... yang kelihatan saja, kebanyakan cilok dijual di pinggir jalan berdebu. soal komposisinya, wallahua'lam deh. tapi kalau sudah nafsu bicara, agak repot mengeremnya.

makanya saat saya punya waktu luang beberapa saat lalu, saya langsung mengagendakan produksi cilok buatan sendiri. kebetulan pula ada resepnya di blognya julia. ini kopas resepnya.

Bahan : 

Adonan cilok :
- 250 gram tepung terigu
- 500 gram tepung kanji / sagu
- air panas secukupnya (kira-kira saja tidak tau takarannya tapi jangan terlalu banyak)
- garam, gula, merica secukupnya
- irisan daun bawang
- isian : gajih sapi/ abon / sosis / keju

Bumbu :
- 3 siung bawang putih
- 3 siung cabe merah keriting (sesuai selera)
- 150 gram kacang tanah yang sudah digoreng
- gula merah secukupnya
- garam secukupnya

Cara Membuat :

 Adonan
 - Tepung terigu, garam, gula, merica dicampur dengan air panas sampai basahnya merata (tidak menjadi cairan ya )
 - Setelah menunggu agak dingin masukkan tepung kanji daun bawang lalu diuleni
 - Setelah kalis siapkan air untuk merebus yang sudah diberikan garam dan sedikit minyak untuk merebus.
 - Bentuk adonan menjadi bulatan (bisa diisi gajih/abon/keju/sosis/daging ayam/daging sapi) dan masukkan pada air yang mendidih jika telah mengapung dan berwarna mengkilat angkat lalu tiriskan.

Bumbu Kacang
- Semua bahan diblender lalu didihkan sampai mengental


saya cukup patuh dengan resep tersebut, kecuali bahwa saya mengurangi komposisi tepung sagu dan menggantinya dengan daging ikan tenggiri yang sudah dihaluskan. jadinya, cilok yang terasa banget ikannya.

walaupun cilok buatan saya tak kenyal sempurna seperti cilok-cilok jalanan yang pernah saya cicipi, tapi menyadari bahwa saya akhirnya bisa membuat cilok sendiri, rasa takjub dan bahagia melingkupi hati saya hari itu. and i think to myself, what a wonderful cilok...  :-)


ps.
baru saja dikasih tahu sama teman saya, risna, kalau bakul cilok tak lagi mangkal di Fapet UB karena pedagang kaki lima sudah tak bisa masuk kampus. dan baru saja inget kalau cilok paling enak sedunia ada di depan SMA 8 Malang (dan sampai sekarang si abangnya masih berjualan).

memang saya tak sering beli cilok di sana karena lokasinya agak jauh dari kampus FH. mesti nebeng motor atau ngangkot atau ngos-ngosan jalan ke jalan veteran. nah, dulu kalau beli cilok SMA 8 ini saya (juga teman saya, si risna dan si nopi) kayak orang mabok, maunya nambah terus.

demikian update posting ini. maafkan kepikunan saya ya!

3 comments:

  1. Ciloknya enak banget. Boleh dicoba nih. ma kasih ya resepnya. Kalau ada waktu mampir dong dibloq ku dan jangan lupa follow back ya.
    Link : http://free-advertising-ey.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. iya jeng, bener bakul ciloknya masih di depan sma 8 malang. Beberapa waktu lalu pas lewat sana, sama adik diberi tahu kalo ciloknya disana uenaak buangetss... pas baca blog ini jadi klop inpoh nya.. kapan ke malang n cicipin cilok sma 8, sebelum jualan di depan skul dilarang, hehe... #jadi pengen buat cilok sendiri :) thanks ya. salam kenal paramita (anggota grup fb ini)

    ReplyDelete
  3. thanks ya kakak resepnyaaaaaaa
    aq sudah coba ,, hmmmmmmmmmm maknyusss :D

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...