24.6.13

cook free day: pastel keju



cemilan kegemaran bocah sulung saya klasik sekali: pastel. kalau sedang belanja pagi di komplek sebelah, inilah oleh-oleh buat dia (juga buat bapaknya). saya berkompromi dengan jajanan ini karena relatif memenuhi kebutuhan gizi: ada karbonya, ada proteinnya, ada sayurnya juga. tapi sebagaimana umumnya anak kecil, pasti yang ludes duluan adalah bagian kulitnya.

sayangnya, dalam kondisi hectic pascamelahirkan, saya agak kurang berminat untuk masak yang terlalu heboh. pada hemat saya saat ini, pastel adalah salah satu cemilan yang agak rumit membuatnya. tapi masa sih cemilannya beli terus?


dan untunglah ibu saya sungguh baik hati. hari itu datang membawa sekresek sayur bakal membuat pastel. terigu selalu ada di laci dapur, telur pun tersedia di kulkas. ada pula daging ayam ungkep yang bisa dicampurkan dalam isiannya. horeee... semuanya lengkap. tak banyak menunda, langsung saja eksekusi. daging ayam, wortel dan kentang dipotong dadu, kemudian daun bawang diiris.

isian pastel ini ditumis dengan sedikit minyak, bumbunya bawang putih dan lada yang dihaluskan, serta garam. setelah matang, biarkan dingin. kalau suka efek kental ala ragout, boleh saja ditambahkan sedikit larutan maizena. tapi kali ini saya tidak pakai maizena.

untuk kulit pastel. bahan-bahannya adalah:
- 250 gram terigu
- 100 gram margarin
- 1 butir telur
- sedikit garam dan air

proses membuat adonan kulit ini manual saja alias cukup pakai tangan. campurkan semua bahan, tambahkan air sedikit demi sedikit sampai kalis. selanjutnya bentuk bulatan kira-kira berdiameter 5 cm. pipihkan, dan masukkan isiannya.


karena yang memasak ibu saya, saya cuma memotret sembari membantu alakadarnya (terutama bagian icip-icip). nah, saat mencermati isian pastel, iseng-iseng saya tambahkan keju mudah leleh (quick melt cheese) yang dipotong dadu sebagai kombinasi. dengan demikian, pastel ini bukan sekadar pastel biasa, hehehe...

proses membuat pastel secara manual alias tanpa cetakan sangat menarik di bagian mencubitnya. dulu saat tinggal di trawas, jawa timur, saya bertetangga dengan bakul jajanan pasar. seperti yang pernah saya ceritakan dalam posting-posting lawas, dari tetangga itulah saya mencermati cara membuat kue tradisional seperti klepon, onde-onde, dan segala macam kue lain, termasuk pastel. dan rupanya ingatan itu bekerja sama dengan jari-jari saya saat mengolah pastel.

caranya, kulit yang sudah diberi isian dirapatkan hingga membentuk setengah lingkaran. bagian pinggirnya dipipihkan, selanjutnya baru 'dicubit-cubit' hingga muncul motif ulir. mencubitnya harus serius, agak ditekan agar tak koyak saat digoreng nanti.



pastel digoreng dengan api kecil supaya tak cepat gosong. pastikan seluruh bagiannya terendam minyak goreng. untuk menikmati isian pastel yang gurih dan keju yang akan lumer di mulut secara paripurna, tak perlu repot-repot menyiapkan pelengkapnya, cukup dengan cabe rawit hijau saja. yummy!

1 comment:

  1. Jadi inget pastel Makchik di Kelapa Gading hehe

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...