28.7.13

gorengan sayuran



#spoiler alert: ini masakan orang malas. kenapa saya jadi malas tak perlu dicurhatkan di sini lah ya. yang jelas biar malas toh saya tetap masak. bukan semata tuntutan profesi, tapi karena entah kenapa makanan-makanan yang dijual di warteg, di kaki lima, bahkan di resto, pokoknya yang luar sana kok mendadak jadi tak sedap lagi. padahal kan mereka (umumnya) sudah pakai penyedap rasa?

saya langsung curiga sama dua menteri: gita wirjawan dan suswono. saya (sepertinya juga ibu-ibu seantero nusantara) pastinya kesal dengan dua menteri itu. bayangkan, berapa banyak jenis komoditas yang harganya melonjak tak terkendali juga langka di pasaran. jengkol -kegemaran inggried- yang tidak perlu impor saja harganya sudah setara dengan daging! hal yang sama juga terjadi pada cabe rawit!

aduh duh duh, kok saya jadi orasi begini? hahaha...

19.7.13

mimpi tengah ndapur

di sela-sela keriuhan dapur mungil saya, ada jeda yang kadang membuat saya bisa senyum-senyum sendiri. di tengah menanti rebusan kaldu, di antara rasa perih mata yang tersirap uap irisan bawang, atau saat menanti gorengan berubah warna keemasan. saat-saat demikian, adakalanya lamunan membawa saya ke masa lalu yang tak jauh-jauh dari kenikmatan ndapur. salah satunya adalah punya warung.

iya, punya warung. beneran, saat itu saya masih SMA kelas tiga (atau kelas XII kata anak zaman sekarang). kedudukan saya di sana adalah pemegang saham sekaligus pengelola (kadang jadi tukang masak, jadi peracik minuman, kadang juga jadi kasir dan pelayan *tapi tidak pernah mau jadi tukang cuci piring).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...