23.12.14

Puding Coklat Banget


Puding salah satu dessert yang paling sering saya buat, walau pun si Aga kurang suka cemilan ini. Nah, beberapa waktu lalu, kakak sepupunya Aga ulang tahun. Pengen bawa sesuatu buat sajian. Kepikirannya bikin puding, lebih mudah dan ga pusing mikir kemasannya. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada, jadilah Puding Coklat Banget ini. Kenapa pake "banget"? Ya, karena pake susu coklat, dark chocolate, sama bubuk coklat.

Penasaran?

Asinan Mangga


Yay! Menjelang akhir tahun itu, waktu yang menyenangkan bagi penggemar mangga. Yep, sekarang lah saat-saat mangga bertabur di mana-mana dengan harga yang bikin sumringah. Enggak cuma bertabur di pasar atau pinggir jalan, tapi juga di halaman rumah tetangga. Hahahaha. Sebagai mantan pemilik pohon mangga yang dulunya rajin berbagi, sekarang menuai hasilnya. Kebagian mangga dari tetangga yang lagi panen. Mangga mudaaa banget. Akhirnya, dibikin Asinan Mangga. Emm, dulu, waktu masih tinggal jauh dari orangtua dan lagi panen mangga, diolah menjadi asinan juga salah satu favorit saya.


Tapi, kali ini yang bikin ibu saya, hehe. Resepnya tetap sama, tapi dengan takaran kira-kira, karena sesuai selera. Baik manis-manis asam yang diinginkan, juga tingkat pedasnya :)

22.12.14

Banana Oat Cake


Olahan cemilan dengan telur dan susu cair menjadi andalan saat ada bahan makanan yang bingung mau dibikin apa. Termasuk yang satu ini: Banana Oat Cake. Cemilan ini dibuat ketika menemukan pisang kepok yang udah kematengan. Mau dikukus udah kelembekan, apalagi digoreng. Akhirnya, dikukus campur oat, asal pisangnya dalam kondisi hancur. Gampang banget bikinnya.


Yuk monggo dicoba :)

20.12.14

Penasaran Banana Cake


Banana Cake. Sekitar dua tahun lalu, saya teringat pernah bikin banana cake kukus yang enak banget, moist. Nah, saya lupa pake resep yang mana. Ubek-ubek mbah google, mencoba mengingat-ingat dulu pake keyword apa hingga menemukan resep itu, masih belum ketemu. Ya sudahlah, coba resep lain aja. Masih dari ngubek-ngubek resep Mbak Nina :) Yes, saya fave banget dengan blog si Mbak Nina ini. Directions yang dibaginya gampang diikuti, hehe... Thanks for sharing, Mbak!

Oya, saya ini lemah baking, tapi ga putus asa. Katanya, ala bisa karena biasa. Jadi, banyak-banyak praktik biar makin mahir. Semoga ya, jangan pernah kena kutukan: gagal baking! Hahaha ... *amit-amit sambil getok meja*

Mie Kangkung dari Kebun Sendiri


Dari dulu, selalu punya mimpi punya kebun sendiri, metik sayur langsung, diolah dan dinikmati. Selalu membayangkan kenikmatan dan kepuasan menikmati hasil dari kebun sendiri. Beberapa waktu lalu, akhirnya ngerasain juga. Walau kebunnya masih mini. Teramat sangat disyukuri, dikasih kesempatan mewujudkan mimpi. Nah, panen perdana dari mini kebun saya: kangkung! Alhamdulillaaaahhh...

Kangkungnya saya olah jadi Mie Kangkung :)

20.11.14

Hongkong Egg Tart


Sebenarnya, saya bukan penggemar pie susu atau sejenisnya. Doyan, tapi biasa aja. Suatu saat, melihat resep "Hongkong Egg Tart" yang dishare Mbak Nikmatul Rosidah di Cookpad. Tertarik me-recook-nya. Dari tampilannya kayak pie susu. Tetapi, menurut saya, hasil akhirnya beda, terutama filling-nya.

Ternyata, bikinnya juga enggak pake ribet. Yuk, dicoba!

18.11.14

Aroma Menggoda dari Ayam Goreng Bumbu Kare


Setelah lebih dari enam bulan kembali ke Jogja Berhati Nyaman, saya menemukan sebuah rutinitas baru yang selalu saya lakukan setiap minggunya: mengunjungi dan berbelanja di pasar organik. Pasar organik Jogja diadakan di sejumlah tempat sebanyak empat kali dalam satu minggu. Biasanya, saya menyambanginya sekali dalam seminggu dengan sejumlah bahan yang menjadi incaran rutin, di antaranya tempe kacang ijo dan minyak kelapa. Suatu kali, melihat jejeran bumbu-bumbu bubuk dan tertarik saat mencium aroma bumbu kare. Tulisan pada kemasan botol kecilnya: Bumbu Vegetarian Organik Kare. Menarik! Beli ah...

Nah, salah satu yang membuat saya tertarik adalah aroma kare-nya. Entah kenapa aromanya membawa saya ke tahun 2010, saat sekitar sebulan mengikuti pelatihan di negeri jiran, Malaysia. Rasa-rasanya, sependek ingatan saya, selalu ada makanan beraroma kare seperti itu yang saya jumpai di sana. Aroma kare-nya beda dengan aroma kare biasa. Saya suka! Dan yang terlintas adalah mengolahnya menjadi bumbu ayam goreng.

Maka, jadilah ini: AYAM GORENG BUMBU KARE :)

20.10.14

Pizza Tempel

 
Iya, mengisi kotak bekal anak sekolah itu menyenangkan. Semacam ada tantangan untuk membuat santapan yang akan disuka si bocah. Tapi tahulah, situasi pagi tak selalu sempurna untuk menyiapkan bekal yang dapat kita anggap sempurna.

Suatu pagi saya tidur lebih awal dan saking puasnya terlelap, saya bangun kesiangan. Adegan selanjutnya adalah kepanikan dengan bekal si bocah yang akan berangkat 30 menit lagi. Kalau untuk sarapannya, tentu saya tak pernah repot karena ia selalu memulai pagi dengan buah segar. Tapi untuk isian kotak bekalnya?

12.10.14

Oranje Cerah Ceria [Puding Wortel]


Lebih dari setahun ini saya bergabung sebagai salah satu member di situs tempat berbagi berbagai resep masakan, Cookpad (sebelumnya Dapurmasak). Salah satu bagian yang menyenangkan adalah "recook" alias memasak ulang olahan dapur yang dishare member lainnya. Nah, seringkali juga ada event-event menarik. Beberapa bulan lalu, ada event "recook" masakan dengan bahan wortel.

Saya pun memilih untuk merecook Puding Wortel milik Bu Siswaty, salah satu member yang sangat aktif di Cookpad.


Mari dicoba!

Cemilan Kala Iseng

 

Segala sesuatu itu memang harus diawali dari niat. Iya, niat berbagi cerita di sini sudah sejak berbulan-bulan lalu. Eksekusinya jadi seperti mahal harganya. Hahaha. Ternyata, adaptasi dari pola kerja kantoran dengan model mobile yang saya jalani sekarang, tak semudah yang dibayangkan #kemudiancurcol. Kadang di Jakarta, kadang di Jogja, membuat waktu luang itu jadi semakin mahal untuk "me time", salah satunya dengan ngeblog ini. 

Yang jelas sih ya, dengan rutinitas baru yang saya jalani selama tujuh bulan terakhir, jadi punya lebih banyak waktu dengan si Aga. Dan kadang, ikut melibatkan dia dalam aktivitas "ndapur", karena ga terkejar waktu harus buru-buru, dan sebagainya. Jadilah beberapa cemilan kala iseng yang kami buat bareng-bareng *walau si Aga lebih banyak bantuin nambah bikin berantakan :D* but, it was fun! Lebih seringnya sih, kalau lagi di Jakarta.

11.6.14

Cookies Galau



Kali ini saya berbagi cerita tentang kegalauan saya dengan cookies alias kue kering dan pasangan hiasannya: icing warna warni. Cerita dimulai ketika suatu hari saya mendapat oleh-oleh  cookies hias warna warni yang rasanya oh lezat nikmat sekali, mendadak saya lupa dengan sumpah tidak mau bikin cookies sampai anak-anak saya sudah melewati masa rewelnya. Mendadak saya nawaitu mau bikin cookies lagi.

Lalu saya mulai mengumpulkan bahan-bahan cookies jika kebetulan mampir di hypermarket ataupun toko bahan kue. Sembari menengok berbagai laman yang berbagi cerita tentang pengalaman para pembuat cookies yang amatir, juga pengalaman para senior yang sudah dalam tahap master. Sambil mencari alokasi waktu, saya juga merancang strategi bagaimana supaya tidak ada kerusuhan dapur seperti pembuatan cookies alfabet beberapa waktu lalu itu.

6.6.14

Yang Sederhana, Yang Menggugah Selera



Ini adalah cerita tentang menu yang simpel. Tidak macam polah prosesnya, tapi relatif banyak penggemarnya. Sudah semacam takdir bahwa ayam goreng selalu mudah diterima lidah. Apalagi jika bumbunya moderat, tak berat namun hasil akhirnya mendekati lezat.

Begitu pula dengan ayam goreng yang satu ini. Bagi saya, ayam yang digoreng dengan wujud apapun (dengan tepung, tanpa tepung, dengan kremes, dengan bumbu ungkep, dengan bumbu bacem, dan segala versi lainnya) adalah ayam goreng. Namun kebanyakan orang punya nama lain. Ayam goreng yang saya sajikan dengan kelengkapan karbo, sayur, dan saus jamur ini lazim disebut sebagai steak ayam.

1.6.14

Belajar Gagal dari Resep Antigagal

"Learn how to cook -- try new recipes, learn from your mistakes, BE FEARLESS and above of all have fun!" [Julia Child]


Sebagian besar (mungkin) beranggapan, kalau orang suka masak, pasti pinter masak. Saya mengalaminya. Saat melihat resep, dan nyeletuk, "Wah, kayaknya enak nih". Seringkali, teman yang kebetulan bersama pasti akan bilang, "Kan pinter masak, gampanglah buat kamu". Ups. And, here are the stories.

Dalam dunia persilatan dapur, saya seringkali gagal saat mencoba resep-resep. Sering. Untungnya punya suami yang mengutamakan rasa, bukan penampakan. Jadi, seperti apa pun wujudnya, alhamdulillah selalu kandas. I love u, wak arie! :p


7.5.14

Panna Cotta, atau Apapun Itu...


what's in a name?
that which we call a panna cotta
by any other name would smell as sweet.

Sepotong santapan penutup dengan citarasa manis biasanya sulit ditolak sekalipun perut sudah terasa sesak. Tapi bagi saya, apa yang disebut dessert pun tak selalu berada dalam kedudukannya sebagai penutup santapan utama. Begitupula dengan si ungu manis yang lembut membelai lidah ini.

Orang menyebutnya panna cotta. Berasal dari tangan para peracik makanan Italia, panna cotta dianggap berbeda dengan agar-agar karena tekstur yang lebih lembut dan creamy. Itu karena kandungan gelatin dan heavy cream di dalamnya. Namun di mata anak saya, apapun nama kerennya, makanan bertekstur kenyal lembut kayak begini adalah agar-agar.

15.4.14

Tiramisu Gampang Banget!


Serepot-repotnya saya sama dua anak perjaka yang lincah-lincah itu (yang membuat saya sering jadi pemasak pemalas) adakalanya meledak pula hasrat ingin membuat kue-kue centil lagi. Padahal risikonya, tentu saja dapur mungil saya akan berubah heboh bukan main, berantakan bukan main. Semuanya karena serba disambi si bocah yang minta ini itu atau sekadar bertanya ini itu.

Kue centil kali ini sebenarnya tak termasuk golongan kue, melainkan hidangan penutup alias dessert. Saya membuat tiramisu yang ternyata gampang banget. Apalagi salah satu bahannya, yaitu sponge cake-nya tidak bikin sendiri. Maka yang saya lakukan untuk menyiapkan dessert ini hanyalah mengocok krim, dan menyusun lapisan demi lapisan saja. 

Eh, tapi ternyata proses itu tak sekadar 'hanya' bagi seorang amatir seperti saya :D

3.4.14

Hokben Palsu


Melihat susunan menu di atas, pasti langsung teringat dengan paket makanan siap saji Hokben. Tidak salah juga, karena chicken egg roll  memang seolah sudah menjadi semacam trademark-nya Hokben, terutama yang mengincar paket ekonomis.

Saya tertarik menjajal resep chicken egg roll ala Hokben ini tentu saja demi stok makanan si bocah kala kepepet suatu hari tak sempat memasak. Seperti halnya membuat nugget, chicken egg roll ini agak ribet membuatnya, namun praktis saat menyiapkannya.

8.2.14

Panas Dingin Oke



Terus terang, saya sih suka dengan cuaca Depok pekan ini meski labil. Adakalanya menjelang siang langit terik panas, dan sore diwarnai hujan deras. Tapi karena cucian selalu selamat sampai lemari, jadinya saya bahagia saja menikmatinya. 

Satu cara lagi untuk menikmati cuaca yang labil adalah cadangan minuman serba bisa seperti wedang kobuk. Ada yang pernah tahu? Minuman harum dari perpaduan berbagai rempah. Bisa dianggap jamu, tapi mungkin rasanya mendekati rasa bir pletok. Bisa disajikan sebagai wedang panas, tapi oke juga disajikan dingin.

7.1.14

Lagi-lagi Sushi (+Sashimi)


Sushi lagi, sushi lagi. Sashimi lagi, sashimi lagi. Kalau si sulung ditanya mau makan apa saat jalan-jalan ke mall, ya dua menu itu pilihannya. Tapi sampai sekarang, saya masih juga belum klik sama makanan Jepang  itu. Apalagi, harga makanan di restoran sushi biasanya menguras kocek.

Beruntung sekali pada suatu hari saat ke Bogor dan masuk ke hipermarket di Ekalokasari Plaza, suami saya menemukan konter khusus bahan-bahan sushi. Ada potongan ikan salmon berlabel 'sashimi salmon' yang warnanya bagus dan kelihatan segar banget (harganya tiga kali lipat salmon yang reguler), ada tobiko yang nggemesin, nori yang jembar dan lain-lain.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...